Tak terasa seminggu telah berlalu, hari ini seharusnya sidang dimulai tetapi terpaksa dibatalkan karena Arjun tiba-tiba pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.
Ara yang sejak satu jam lalu menunggu di kursi luar ruangan hanya bisa diam hanyut dalam pikirannya.
Satu persatu pertanyaan demi pertanyaan masuk muncul dari kepalanya.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? aku tidak bisa hidup seperti ini terus," batinnya mulai meragukan keputusan yang telah dia ambil selama ini.
Perlahan ia menoleh menatap tubuh kakaknya yang terbujur lemah di atas ranjang sakit itu.
"Niat mu memang tidak salah kak, tapi caramu yang salah," imbuh Ara terus bicara dalam hatinya sendiri.
Sedetik kemudian ia menunduk dan meraup wajahnya frustasi.
"Keluarga pasien?" ucap seorang dokter tiba-tiba saja.
Mendengar