Produser acara meminta Alea menunda pernikahan karena episode awal membutuhkan perjalanan panjang. Alea menolak anggapan bahwa pekerjaannya tidak dapat berjalan setelah menikah.
"Saya bisa mengikuti jadwal setelah tanggal yang sudah disepakati," katanya. "Pernikahan saya bukan gangguan produksi."
Tobias menawarkan memindahkan tanggal agar Alea tidak tertekan. Alea tersinggung karena merasa dirinya kembali diminta menyesuaikan hidup pada tuntutan orang lain.
"Aku menawarkan, bukan menyuruh," jelas Tobias.
Mereka membicarakannya setelah emosi mereda. Alea ingin tetap menikah sesuai rencana dan mulai produksi seminggu kemudian. Bulan madu dapat ditunda.
Tobias kecewa, tetapi mengakui perjalanan setelah pernikahan tidak menentukan nilai hubungan mereka.
Matias justru khawatir Alea terlalu lelah. Ia meminta produser memberikan hari istirahat serta perlindungan kesehatan.
Kontrak televisi diperbaiki. Alea tetap memiliki kanal pribadi dan tidak kehilangan hak atas mereknya.
Persiapan pernikahan menjadi kacau karena Alea juga menjalani uji kamera. Tobias diam-diam menyewa perencana acara, tetapi Alea marah ketika pilihan dekorasi dibuat tanpa dirinya.
"Aku ingin bantuan, bukan digantikan."
Tobias membatalkan keputusan yang belum disetujui dan membagi tugas. Ia mengurus tempat serta keamanan; Alea memilih makanan dan pakaian.
Rendra menjadi pendamping Tobias, sementara Naya membantu Alea menghadapi media. Samuel datang dua hari sebelum acara dan langsung dipaksa mencicipi seluruh menu.
Malam sebelum pernikahan, sebuah video lama Tobias mengatakan tidak akan pernah menjalin hubungan kembali viral. Netizen menuduh pernikahan hanya strategi promosi.
Alea tertawa dan mengunggah jawaban singkat: Manusia bisa berubah. Untungnya, karena kalau tidak saya sudah menendangnya sejak Babak pertama.
Tobias membaca tulisan itu dan mengeluh penggunaan kata Babak, tetapi senyumnya tidak hilang.
Pernikahan dilaksanakan di taman dekat bianglala, bukan di hotel mewah. Alea ingin tempat yang mengingatkan mereka pada rasa takut sekaligus keberanian memilih kembali.
Tobias menunggu dengan jas sederhana. Ketika Alea datang bersama Matias, ia terlihat kehilangan napas.
"Jangan pingsan. Aku tidak mau mengulang riasan," bisik Alea.
Tobias tertawa gugup.
Janji mereka tidak membicarakan kepemilikan atau hidup sempurna. Tobias berjanji tidak lagi memakai uang untuk menggantikan komunikasi. Alea berjanji bicara sebelum mengambil keputusan yang berdampak pada keduanya.
Rendra dan Naya berdiri sebagai saksi. Samuel duduk bersama Matias. Tidak ada kursi khusus berdasarkan saham atau status keluarga.
Setelah cincin dipasang, bianglala menyala. Tobias mencium Alea setelah bertanya melalui tatapan yang dibalas anggukan.
Resepsi dipenuhi makanan yang dipilih Alea. Ia tetap membuat vlog singkat, tetapi mematikan kamera setelah sepuluh menit.
"Hari ini aku mau mengingat dengan mata sendiri," katanya.
Tobias hampir memberikan hadiah mobil mewah, lalu mengingat janji. Ia memberikan buku resep tua milik Damien yang berisi catatan makanan kesukaan Tobias saat kecil.
Alea menangis dan memeluknya.
Malam itu mereka menaiki bianglala berdua. Di titik tertinggi, Tobias bertanya apakah Alea menyesal.
"Aku menyesal dulu mengejar kamu cuma karena parfum pecah. Seharusnya minta ganti rugi lebih mahal."
"Aku serius."
"Aku juga serius soal parfum. Tapi aku tidak menyesal memilihmu."
Keesokan pagi Alea menerima kabar produksi dimajukan dua hari. Masa awal pernikahan mereka akan langsung diuji oleh perjalanan kerja dan jadwal yang tidak mengenal romantisme.
Alea berangkat syuting seminggu setelah pernikahan. Tobias mengantarnya ke bandara tanpa meminta ia membatalkan.
"Kamu yakin tidak mau ikut?" tanya Alea.
"Aku punya rapat. Dan acara ini milikmu, bukan tempatku mengawasi."
Mereka sepakat menelepon setiap malam jika jadwal memungkinkan.
Hari pertama berjalan baik. Hari ketiga, Alea terlalu lelah dan tertidur sebelum menelepon. Tobias mengirim belasan pesan lalu sadar dirinya kembali panik.
Ia menghapus pesan yang belum terkirim dan hanya menulis: Beri kabar setelah bangun.
Alea menelepon pagi hari serta meminta maaf. Mereka memperbaiki aturan komunikasi agar tidak menjadikan panggilan sebagai kewajiban kaku.
Produksi mempertemukan Alea dengan chef terkenal bernama Kevin. Chemistry mereka di kamera membuat penonton menjodohkan keduanya.
Tobias cemburu, tetapi tidak meminta Kevin dikeluarkan. Ia menonton episode dan mengatakan kepada Alea bagian mana yang membuatnya tidak nyaman.
"Aku tidak tertarik kepada Kevin," kata Alea. "Tapi aku juga tidak bisa mengatur komentar orang."
Kevin sendiri menghormati pernikahan Alea dan memperkenalkan tunangannya di media.
Sebaliknya, seorang investor perempuan sering muncul bersama Tobias dalam berita. Alea merasakan kecemburuan yang sama dan belajar bertanya tanpa menuduh.
Tiga bulan pertama pernikahan dihabiskan lebih banyak berjauhan. Ketika produksi berhenti dua minggu, mereka menyadari tinggal bersama juga memerlukan penyesuaian.
Tobias mengatur lemari berdasarkan warna, sedangkan Alea meletakkan pakaian di kursi. Alea membuat konten di ruang makan saat Tobias rapat. Pertengkaran kecil muncul hampir setiap hari.
Pada suatu malam Alea berkata, "Kita lebih rukun waktu LDR."
Tobias menjawab, "Karena waktu itu aku tidak tahu kamu menyimpan tiga puluh botol saus di kulkas."
Mereka tertawa, tetapi pertanyaan tentang cara membangun rumah bersama tetap belum terjawab.
Pertengkaran tentang botol saus berlanjut sampai Tobias membuat daftar aturan rumah. Alea membaca kertas tiga halaman itu lalu mencoret hampir semuanya.
"Rumah bukan kantor."
"Kalau tidak ada sistem, kita hidup dalam kekacauan."
"Kekacauan sedikit itu manusiawi."
Mereka akhirnya menyepakati aturan sederhana: barang pribadi tidak boleh memenuhi ruang bersama, jadwal kerja harus diberitahukan, dan pekerjaan rumah dibagi tanpa menganggap Alea otomatis bertanggung jawab karena perempuan.
Tobias memilih mencuci pakaian, tetapi ia memisahkan warna dengan sangat berlebihan. Alea memasak, meski separuh kegiatannya berubah menjadi konten.
Masalah muncul ketika Tobias memindahkan perlengkapan kamera tanpa izin karena menganggap ruang makan berantakan.
"Aku kehilangan satu jam mencari baterai!" teriak Alea.
"Aku menaruhnya di kotak berlabel."
"Kotaknya ada dua belas!"
Tobias meminta maaf dan mengembalikan ruang sudut untuk studio Alea. Sebaliknya, Alea berhenti memasuki ruang kerja Tobias ketika ia sedang rapat.
Mereka juga menjadwalkan satu malam tanpa kamera dan laptop. Pada malam pertama, keduanya justru tidak tahu harus melakukan apa.
"Kita bisa menonton film," kata Alea.
"Berapa durasinya?"
"Jangan membuat agenda!"
Kehidupan bersama perlahan menemukan ritme. Namun acara televisi Alea menjadi sangat populer. Produser menawarkan musim kedua dengan jadwal lebih panjang dan hak eksklusif atas penampilannya.
Kontrak tersebut melarang Alea membuat konten kuliner pribadi selama dua tahun.
"Kalau kuterima, kanal yang kubangun sendiri bisa mati," katanya.
Tobias menawarkan tim hukumnya, tetapi Alea memilih pengacara independen agar keputusan tetap miliknya.
Produser menolak mengubah klausul. Alea harus memilih ketenaran televisi atau kebebasan mereknya sendiri.