Setelah persidangan panjang, Sophia dinyatakan bersalah atas penculikan, ancaman, dan keterlibatan dalam usaha menghilangkan bukti. Helena terbukti memerintahkan sabotase kendaraan Damien serta menjalankan pencucian uang.
Yuda, Ramos, dan para kaki tangan menerima hukuman sesuai peran serta kerja sama mereka. Damar memperoleh perlindungan identitas permanen.
Tobias mendengarkan putusan tanpa merasa lega sepenuhnya. Damien tidak kembali dan tahun-tahun yang hilang tidak dapat dibayar dengan hukuman.
Di luar pengadilan, ia mengunjungi makam papanya bersama Alea serta Matias.
"Semuanya selesai," kata Tobias.
Matias menggeleng. "Kasusnya selesai. Dukamu tidak harus selesai hari ini."
Tobias mulai mengikuti konseling. Alea menolak menjadi satu-satunya tempat ia melampiaskan marah dan takut.
Perusahaan meminta Tobias kembali. Ia bersedia dengan syarat dewan memperkuat pengawasan dan program perlindungan pelapor. Pengalaman Damien menunjukkan satu pemimpin tidak boleh menyimpan seluruh bukti sendirian.
Rendra diangkat menjadi direktur keamanan informasi. Ia menerima jabatan setelah memastikan kenaikan tersebut bukan hadiah karena membantu kasus.
Kampanye Alea selesai dengan hasil terbaik. Perusahaan menawarkan perpanjangan satu tahun, tetapi kontrak dikelola tim pemasaran tanpa campur tangan Tobias.
Alea menerima setelah menegosiasikan honor secara profesional.
Pada malam setelah putusan, Tobias mengajak Alea kembali ke bianglala. Taman sudah ramai dan aman.
Di kabin tertinggi, Tobias bertanya, "Apa sekarang aku boleh mengajakmu pacaran?"
Alea berpura-pura berpikir lama. "Syaratnya tidak ada utang, ancaman, atau kontrak pribadi."
"Setuju."
"Dan jangan membelikan hadiah mahal setiap kali salah."
"Itu sulit, tapi aku coba."
Alea akhirnya berkata iya. Tobias meminta izin sebelum menciumnya. Ciuman pertama mereka terjadi di tempat yang dahulu menjadi lokasi penculikan, mengubah kenangan buruk menjadi awal yang dipilih sendiri.
Menjadi pacar Tobias ternyata melelahkan. Lelaki itu membuat jadwal kencan dalam kalender bersama dan mengirim undangan rapat untuk makan malam.
"Orang pacaran tidak mengirim agenda tiga halaman," protes Alea.
"Supaya waktunya efisien."
Alea menghapus agenda dan mengajak Tobias makan bakso mendadak. Tobias mengeluh, tetapi ikut.
Masalah lain muncul ketika Tobias selalu membayar. Alea ingin bergantian, sedangkan Tobias menganggap pembagian tagihan membuang waktu.
"Aku punya penghasilan. Kalau kamu terus bayar, rasanya seperti kontrak lama."
Tobias akhirnya membiarkan Alea membayar kencan sederhana. Sebaliknya, Alea belajar menerima hadiah pada hari istimewa tanpa langsung menganggapnya alat kontrol.
Rendra menjaga jarak beberapa minggu, lalu kembali berteman dengan keduanya. Ia mulai berkencan dengan seorang jurnalis teknologi bernama Naya, meski Alea curiga hubungan itu hanya untuk melupakan dirinya.
"Aku sungguh menyukai Naya," kata Rendra. "Dunia tidak terus berputar mengelilingimu."
"Aku food vlogger terkenal. Sedikit berputar boleh."
Matias masih mengawasi Tobias dengan ketat. Ia menetapkan jam pulang Alea meskipun keponakannya sudah dewasa.
"Om juga harus belajar batas," kata Alea. "Aku akan memberi kabar, bukan meminta izin setiap kali keluar."
Matias tersinggung, tetapi mengakui kebiasaan melindunginya semakin kuat setelah ancaman Sophia.
Hubungan Alea dan Tobias berjalan tiga bulan tanpa skandal besar. Kemudian Tobias mendapat tawaran membuka kantor regional di Singapura selama satu tahun.
Ia ingin Alea ikut, tetapi kampanye serta keluarga Alea berada di Indonesia.
"Aku tidak bisa memindahkan hidup hanya karena pacarku pindah," kata Alea.
Untuk pertama kalinya, hubungan mereka harus menghadapi jarak tanpa musuh yang dapat disalahkan.
Tobias menerima tugas di Singapura setelah perusahaan menyetujui ia pulang setiap dua minggu. Alea berjanji berkunjung jika jadwal kontennya memungkinkan.
Minggu pertama dipenuhi panggilan video panjang. Minggu ketiga, kesibukan membuat Tobias melewatkan dua panggilan. Alea sengaja tidak mengejar karena tidak ingin kembali menjadi orang yang menunggu keputusan Tobias.
Ketika Tobias menelepon, percakapan mereka berubah menjadi pertengkaran.
"Kenapa kamu tidak menghubungiku?"
"Kamu yang membatalkan. Aku tidak mau menagih perhatian."
"Aku sedang bekerja."
"Aku juga."
Mereka menyadari masalahnya bukan siapa lebih sibuk, melainkan anggapan bahwa hubungan akan berjalan sendiri.
Mereka menetapkan dua waktu panggilan tetap dan memberi kabar jika jadwal berubah. Tobias juga berhenti mengirim hadiah sebagai pengganti kehadiran.
Alea berkunjung pada bulan kedua dan membuat konten kuliner. Salah satu rekan Tobias bernama Celeste terlihat sangat dekat dengannya. Alea cemburu, tetapi bertanya sebelum menuduh.
Tobias menjelaskan Celeste sudah menikah dan menjadi pemimpin proyek. Ia memperkenalkan Alea kepada seluruh tim tanpa menyembunyikan status mereka.
Sebaliknya, Tobias cemburu ketika Rendra muncul dalam beberapa vlog Alea. Alea mengingatkan bahwa Rendra adalah teman serta rekan kampanye.
"Kepercayaan berlaku dua arah," katanya.
Enam bulan berlalu. Hubungan mereka tidak sempurna, tetapi tidak runtuh.
Pada suatu malam Tobias menelepon dengan wajah serius. Kantor pusat menawarkan jabatan permanen di Singapura. Jika menerima, ia harus tinggal setidaknya lima tahun.
Alea terdiam. Satu tahun masih dapat dihitung mundur. Lima tahun akan mengubah seluruh bentuk hubungan mereka.
"Apa yang kamu inginkan?" tanya Tobias.
Alea menjawab jujur, "Aku ingin kamu pulang. Tapi aku tidak mau menjadi alasan kamu menyesal meninggalkan kesempatan terbesar dalam kariermu."
Tobias tidak langsung menerima jabatan permanen. Ia meminta waktu dua minggu dan mengundang Alea membicarakan seluruh pilihan saat pulang.
"Aku bisa pindah ke Singapura," kata Alea, "tapi karierku dibangun dari penonton Indonesia dan Om Matias ada di sini."
"Aku juga bisa menolak."
"Apa kamu akan menyalahkanku nanti?"
Tobias tidak mampu menjamin dirinya tidak pernah menyesal. Ia hanya dapat berjanji tidak menjadikan penyesalan sebagai tagihan kepada Alea.
Rendra menyarankan perusahaan menunjuk Tobias untuk masa transisi dua tahun, lalu menyerahkan kantor regional kepada pemimpin lokal. Tobias mengajukan pilihan tersebut kepada dewan.
Dewan keberatan karena ingin kepastian lima tahun. Tobias menunjukkan bahwa kantor yang bergantung kepadanya seorang justru tidak sehat.
Setelah negosiasi, masa tugas disepakati dua tahun dengan evaluasi pada tahun pertama. Tobias menerima.
Alea tidak sepenuhnya bahagia, tetapi keputusan itu memberi ruang bagi kedua hidup mereka. Mereka sepakat tidak bertunangan hanya untuk membuat jarak terasa lebih aman.
"Kalau kita menikah karena takut putus, itu sama buruknya dengan kontrak," kata Alea.
Tobias mengangguk meski sudah menyimpan cincin yang dibelinya diam-diam.
Tahun pertama berjalan dengan kunjungan teratur. Alea memperluas kontennya ke negara lain dan mulai memiliki penonton internasional. Jarak yang dahulu terasa mengancam kini juga membuka peluang.
Namun saat evaluasi tiba, dewan meminta Tobias memperpanjang masa tugas satu tahun karena kantor regional belum stabil.
Alea kecewa. "Setiap batas waktu bisa diperpanjang. Sampai kapan kita hidup dari evaluasi ke evaluasi?"
Pertanyaan itu memaksa Tobias melihat bahwa kompromi sementara dapat berubah menjadi cara menghindari keputusan permanen.