Alea memutuskan tidak lagi menyusun seluruh jadwal berdasarkan kepulangan Tobias. Ia menerima proyek dokumenter kuliner selama tiga bulan yang membawanya berkeliling Indonesia.
Tobias merasa ditinggalkan ketika kunjungannya bertepatan dengan perjalanan Alea.
"Aku sudah membeli tiket," katanya.
"Aku juga sudah menandatangani kontrak kerja."
"Kamu bisa pulang dua hari."
"Kenapa bukan kamu yang mengubah jadwal?"
Mereka bertengkar melalui telepon. Tobias mengakhiri panggilan lebih dulu, lalu menyesal.
Keesokan hari ia meminta maaf dan mengakui masih menganggap waktu Alea lebih mudah dipindahkan. Alea menerima permintaan maaf, tetapi tetap menjalankan proyeknya.
Tobias menggunakan tiketnya untuk menemui Alea di salah satu kota liputan. Ia ikut membawa peralatan dan tidur di penginapan sederhana tanpa mengeluh terlalu banyak.
"Kamu tahu ini bukan hotel perusahaan?" ejek Alea.
"Aku melihat cicak sebesar direktur keuangan di dinding."
Mereka tertawa dan kembali dekat. Tobias melihat bagaimana Alea bekerja keras di balik video yang tampak ringan. Alea juga melihat Tobias mencoba hadir tanpa mengambil alih.
Pada malam terakhir, Tobias menunjukkan cincin yang sudah disimpan hampir setahun.
"Aku tidak sedang melamar," katanya cepat. "Aku hanya mau jujur bahwa aku sudah memikirkan masa depan."
Alea menyentuh kotak itu tanpa mengambil cincin. "Aku juga memikirkan masa depan. Tapi kita harus hidup di kota yang sama dulu sebelum bicara menikah."
Tobias setuju. Ia menolak perpanjangan setahun penuh dan menawarkan bekerja bergantian dari Indonesia. Dewan akhirnya menerima setelah kantor regional memiliki kandidat pemimpin baru.
Enam bulan kemudian Tobias pulang secara permanen. Namun kembali satu kota ternyata tidak langsung menyelesaikan semua masalah.
Tobias terbiasa hidup sendiri dan mengatur waktu tanpa gangguan. Alea juga telah membangun rutinitas yang tidak selalu menyertakan dirinya.
Pada minggu pertama, Tobias datang ke rumah Alea tanpa memberi kabar. Alea sedang merekam konten dan marah karena suaranya masuk ke video.
"Dulu kamu mengeluh aku jauh. Sekarang aku datang malah dimarahi."
"Datang dekat bukan berarti boleh masuk tanpa kabar."
Mereka membicarakan batas baru. Tobias harus memberi tahu sebelum datang, sedangkan Alea menyediakan waktu khusus yang tidak dipenuhi pekerjaan.
Matias juga kesulitan menerima Tobias yang semakin sering berada di rumah. Ia sengaja duduk di antara mereka saat menonton film.
"Om, aku sudah dua puluh enam tahun," protes Alea.
"Di mata Om, kamu masih bocah yang mengejar orang membawa pisau demi parfum."
Tobias menahan tawa dan mendapat lemparan bantal dari Alea.
Hubungan Tobias dan Matias perlahan membaik melalui yayasan Damien. Mereka bekerja bersama membangun sistem perlindungan saksi korporasi.
Rendra serta Naya mengumumkan pertunangan. Alea sangat bahagia, meski sedikit sedih karena satu kemungkinan dalam hidupnya resmi tertutup.
Ia mengatakan perasaan itu kepada Tobias agar tidak menjadi rahasia.
"Kamu masih menyukai Rendra?" tanya Tobias.
"Bukan begitu. Aku hanya mengucapkan selamat tinggal pada jalan yang tidak kupilih."
Tobias cemburu, tetapi memahami. Ia sendiri pernah membayangkan hidup tanpa hubungan agar tidak memiliki kelemahan.
Pada pesta pertunangan, Rendra mengucapkan terima kasih kepada Alea karena penolakannya memaksanya berhenti bersembunyi di balik Tara.
Tobias kemudian bertanya apakah Alea siap mengambil cincin yang dahulu hanya ditunjukkan.
Alea menjawab, "Tanya lagi saat kamu benar-benar melamar, bukan di pesta orang lain."
Tobias merencanakan lamaran sempurna di restoran mewah. Ia memesan ruangan pribadi, bunga impor, dan pemain biola.
Alea terlambat karena syuting hujan-hujanan. Ia datang memakai sandal, jaket basah, dan membawa dua kotak makanan.
"Kenapa tempatnya sepi?" tanyanya.
Tobias panik lalu menyembunyikan kotak cincin di bawah meja. Rencana indahnya terasa terlalu kaku untuk Alea yang sedang mengeluh lapar.
Pemain biola mulai memainkan lagu sesuai jadwal. Alea langsung curiga.
"Kamu mau melamar aku?"
Tobias tersedak air.
Pelayan datang membawa kue bertuliskan Will You Marry Me sebelum Tobias sempat berlutut.
Alea tertawa sampai menangis. "Ini lamaran paling kacau yang pernah kulihat."
"Aku bisa mengulangnya."
"Jangan. Lanjutkan saja."
Tobias mengeluarkan cincin. Ia tidak memberikan pidato panjang.
"Aku mencintaimu. Aku tidak bisa menjanjikan hidup tanpa pertengkaran, tapi aku mau belajar memilih bersamamu. Apa kamu mau menikah denganku?"
Alea meminta waktu lima menit untuk memastikan dirinya tidak menjawab hanya karena suasana. Setelah makan satu potong kue, ia mengatakan iya.
"Kamu perlu makan sebelum keputusan besar?" tanya Tobias.
"Otakku bekerja lebih baik setelah gula."
Mereka memberi tahu Matias, yang langsung meminta melihat perjanjian pranikah. Tobias tersinggung, tetapi Alea setuju dokumen tersebut penting melindungi keduanya.
Rendra serta Naya mengucapkan selamat. Netizen mengetahui pertunangan setelah Alea tanpa sengaja memperlihatkan cincin dalam siaran langsung.
Rencana pernikahan mulai dibuat, tetapi Helena mengirim surat dari penjara. Ia mengaku Damien memiliki anak lain yang berhak atas sebagian perusahaan Tobias.
Helena menyebut nama Samuel, seorang pria berusia tiga puluh tahun yang tinggal di Australia. Menurutnya, Damien memiliki hubungan sebelum menikah dengan ibu Tobias.
Tobias menduga itu kebohongan untuk mengganggu pernikahannya. Namun Patrick—pengacara keluarga—menemukan transfer rutin Damien kepada ibu Samuel selama bertahun-tahun.
Samuel datang setelah dihubungi. Ia tidak menuntut perusahaan dan mengatakan baru mengetahui identitas ayahnya setelah ibunya meninggal.
"Aku hanya ingin tahu apakah cerita itu benar," katanya.
Tes DNA memastikan Samuel dan Tobias saudara seayah.
Tobias merasa dunia tentang papanya kembali berubah. Ia marah karena Damien menyimpan rahasia, sekaligus bersalah karena Samuel tumbuh tanpa pengakuan.
Alea mengingatkan bahwa dirinya tidak perlu langsung menjadi saudara dekat hanya karena hasil tes.
"Kenali dia sebagai manusia dulu," katanya.
Samuel menolak saham, tetapi meminta akses kepada surat serta foto Damien. Tobias memberikan salinan, bukan benda asli, sampai kepercayaan terbangun.
Helena kemudian menuntut pengurangan hukuman karena memberikan informasi tersebut. Pengadilan menolak sebab informasi keluarga tidak berkaitan dengan kejahatannya.
Hubungan Tobias dan Samuel berkembang canggung. Mereka memiliki kebiasaan serupa menghitung pengeluaran dan mengangkat satu alis saat curiga.
Alea menertawakan keduanya. "Ternyata ada dua Tobias. Dunia dalam bahaya."
Samuel juga pandai memasak, membuat Tobias kesal karena Alea terlalu memuji makanannya.
Di tengah persiapan pernikahan, Samuel menerima paket tanpa pengirim. Isinya jam tangan Damien yang hilang saat kecelakaan serta catatan singkat.
Kematian ayah kalian belum menceritakan seluruh kebenaran.