Seorang produser Roda Rasa dituduh menerima uang dari restoran agar mendapatkan ulasan bagus. Bukti transfer tersebar dan kepercayaan penonton menurun.
Alea ingin langsung memecat produser tersebut. Tim hukum mengingatkan penyelidikan harus dilakukan.
Produser bernama Tania mengaku menerima uang, tetapi mengatakan itu pembayaran konsultasi di luar pekerjaan. Kontrak melarang konflik kepentingan tanpa pelaporan.
Alea merasa dikhianati. Ia juga sadar sistem perusahaan tidak memiliki pelatihan serta mekanisme pelaporan yang jelas.
Tobias menawarkan membantu, tetapi Alea hanya meminta rekomendasi auditor. Ia tidak ingin Roda Rasa berubah menjadi anak perusahaan Tobias setiap ada masalah.
Audit menemukan tiga episode dipengaruhi pembayaran. Roda Rasa menarik episode, mengembalikan biaya sponsor yang terdampak, dan meminta maaf secara publik.
Tania diberhentikan setelah proses selesai. Alea tidak menyebutnya monster; ia menjelaskan kegagalan pribadi sekaligus sistem pengawasan.
Sebagian penonton kembali, sebagian tidak. Keuntungan turun selama satu tahun.
Perusahaan media internasional menawarkan membeli sisa saham dengan harga rendah. Alea menolak menggunakan krisis sebagai alasan menyerahkan kendali.
Tim bekerja memperbaiki standar. Semua ulasan berbayar diberi tanda jelas dan hubungan pribadi wajib diumumkan.
Bima mengikuti kabar dari Australia dan bertanya apakah Alea menyesal membangun perusahaan.
"Tidak. Aku menyesal sistemnya tidak cukup kuat. Itu bisa diperbaiki."
Krisis mereda perlahan. Alea memahami reputasi bukan sesuatu yang dapat dibersihkan dengan satu video emosional.
Pada saat bersamaan, Tobias menerima hasil pemeriksaan kesehatan yang menunjukkan masalah jantung turunan seperti Matias, meski belum parah.
Dokter meminta Tobias mengurangi stres, mengubah pola makan, dan menjalani prosedur kecil. Tobias menyembunyikan hasil itu selama dua hari sebelum memberi tahu Alea.
"Kenapa tidak langsung bilang?"
"Aku ingin memahami dulu sebelum membuatmu panik."
"Kamu boleh butuh waktu, tapi kita sudah berjanji memberi kabar tentang hal besar."
Tobias meminta maaf. Alea juga mengakui dirinya cenderung mengambil alih ketika orang yang dicintainya sakit.
Prosedur dijadwalkan bulan berikutnya. Bima ingin pulang, tetapi sedang menjalani ujian. Tobias memintanya tetap di kampus dan melakukan panggilan video.
"Aku akan pulang kalau kondisinya berubah," kata Bima.
"Itu keputusan yang masuk akal," jawab Tobias, meski ia rindu.
Prosedur berjalan baik. Selama pemulihan, Tobias menyerahkan lebih banyak wewenang perusahaan dan tidak memeriksa surel diam-diam.
Alea menyesuaikan menu rumah, tetapi tidak mengubah semua makanan menjadi hambar. Mereka belajar resep sehat yang tetap enak dan menjadikannya seri Roda Rasa dengan izin Tobias.
Matias mengejek Tobias karena akhirnya masuk kelompok pasien jantung.
"Aku jauh lebih muda dari Om," gerutu Tobias.
"Penyakit tidak minta KTP."
Kejadian tersebut membuat Tobias menyusun surat keputusan medis dan memperbarui wasiat. Ia tidak menyerahkan perusahaan kepada Bima otomatis; saham ditempatkan dalam perwalian profesional, sedangkan Bima bebas menentukan bidang hidupnya.
Alea juga menyusun dokumen sendiri. Membicarakan kematian tidak menyenangkan, tetapi memberi mereka ketenangan.
Setelah pulih, Tobias tidak kembali pada jadwal lama. Untuk pertama kalinya ia benar-benar memiliki hari tanpa rapat.
Bima pulang setelah menyelesaikan kuliah empat tahun kemudian. Ia datang sebagai pemuda dewasa dengan rencana membangun perusahaan pendidikan teknologi bersama teman-temannya.
Tobias langsung menawarkan modal. Bima menolak menerima tanpa proposal dan penilaian profesional.
"Aku belajar dari kalian," katanya. "Uang keluarga harus punya aturan jelas."
Ia mempresentasikan rencana kepada panel independen yayasan. Proyeknya mendapat dana sebagian, dengan target serta laporan yang sama seperti penerima lain.
Alea bangga, tetapi kecewa ketika Bima memilih tinggal di apartemen sendiri.
"Rumah kita punya kamar kosong," katanya.
"Aku tetap pulang makan. Aku cuma mau belajar hidup sendiri."
Alea menerima setelah berusaha tidak menjadikan rasa sedih sebagai tekanan.
Sari menghadiri acara kelulusan kecil dan kini bekerja sebagai pendamping pemulihan. Deni mengelola usaha servis kendaraan. Hubungan mereka dengan Bima tidak selalu dekat, tetapi stabil.
Matias semakin tua dan memakai tongkat, namun masih mampu memarahi semua orang. Rendra serta Naya memiliki seorang anak dan sering bercanda bahwa Tobias dahulu hampir kehilangan Alea karena identitas Tara.
Pada malam keluarga, Bima bertanya apakah Alea dan Tobias akan memperbarui janji pernikahan untuk ulang tahun kedua puluh.
Tobias menyukai ide acara besar. Alea justru ingin sesuatu sederhana di taman hiburan.
Mereka belum memutuskan ketika pengelola mengabarkan bianglala baru akan berhenti beroperasi permanen. Kota akan mengubah taman menjadi ruang publik tanpa wahana besar.
Sebelum roda terakhir berhenti, mereka diberi kesempatan melakukan satu putaran pribadi bersama keluarga.
Pada malam penutupan, taman hanya dibuka untuk keluarga serta para pekerja lama. Lampu bianglala menyala tanpa keramaian pengunjung.
Alea, Tobias, Bima, Matias, Rendra, Naya, Samuel, Sari, dan Deni berkumpul di bawah wahana. Tidak semua masuk dalam satu kabin; mereka memilih beberapa kabin berdekatan.
Matias menolak naik karena dokter melarang, lalu mengeluh seolah keputusan itu miliknya sendiri. Ia menunggu di bawah bersama Sari.
Alea dan Tobias duduk bersama Bima. Ketika roda bergerak, Alea menggenggam tangan kedua lelaki yang menjadi keluarganya.
"Mama takut?" tanya Bima.
"Sedikit. Bukan karena tinggi. Karena ini terakhir kali."
Tobias mengingatkan bahwa kabin lama tetap berada di rumah asuh dan taman akan menjadi ruang publik baru. Berakhirnya wahana bukan berarti seluruh sejarah menghilang.
Di titik tertinggi, Bima mengatakan ingin melamar kekasihnya tahun depan. Alea hampir berteriak dan menanyakan seratus hal sekaligus.
"Aku baru bilang rencana, Ma. Belum besok."
Tobias tertawa lalu bertanya apakah Bima telah membicarakan keuangan, tempat tinggal, dan nilai hidup bersama.
"Papa merusak suasana romantis."
"Justru itu hal romantis jangka panjang."
Roda menyelesaikan putaran. Semua orang turun dan berfoto di depan wahana. Bima meminta satu foto hanya bertiga, lalu satu foto dengan seluruh keluarga besarnya.
Ketika lampu dimatikan, Alea menangis. Tobias tidak berkata mereka bisa membeli bianglala baru. Ia hanya berdiri di sampingnya sampai kesedihan lewat.
Keesokan hari pembongkaran dimulai. Alea tidak datang untuk menonton. Ia memilih membantu merancang taman baru yang tetap menyimpan pelat sejarah wahana tanpa mengubahnya menjadi monumen pribadi.