Pengacara Mila meminta waktu untuk memeriksa bukti nomor pemulihan. Nomor lama tersebut memang terdaftar atas namanya dan baru dinonaktifkan setelah rangkaian ancaman dimulai. Penyedia layanan menunjukkan akun kedua dibuat di komputer sewaan yang sama.
Mila akhirnya mengajukan keterangan tambahan. Ia mengakui membuat akun kedua agar tugas memasuki rumah sakit tidak terlihat berkaitan dengan amplop. Ia takut kurir menolak jika sejak awal diminta memakai identitas pasien.
Data komputer menunjukkan Mila membuat akun pertama dan kedua dalam sesi yang sama, lalu mengatur alamat pemulihan silang. Ia menghapus riwayat, tetapi tidak mencabut nomor lama dari pengaturan keamanan. Bukti itu disampaikan sebelum Mila memperbaiki keterangannya sehingga pengakuannya tidak dianggap muncul tanpa dasar.
'Saya memakai suara berbeda waktu menelepon karena takut dikenali dari rekaman vendor,' katanya. 'Saya latihan membaca kalimatnya beberapa kali.'
Penyidik menemukan draf kalimat ancaman dalam penyimpanan daring. Ada versi awal yang hanya meminta audit, lalu versi lebih keras yang menyebut Kelana dan ibunya. Mila mengakui memilih versi kedua karena berpikir keluarga kaya hanya bergerak jika nama pribadi mereka disentuh.
'Anda sudah melihat tiket lama ditutup. Tapi mengapa tidak memakai pengacara atau jalur keluhan baru?' tanya petugas.
'Saya nggak punya uang dan sudah yakin semua jalur milik mereka.'
Petugas mencatat jawabannya tanpa menganggap itu pembenaran.
'Saya cuma ingin foto pintu dan nama lengkapnya,' katanya. 'Saya pikir itu bisa membuktikan keluarga memakai dana untuk pasien yang disembunyikan.'
'Nama pasien disamarkan untuk melindungi kesehatan, bukan menyembunyikan uang,' jawab petugas.
Mila menunduk. Ia mengaku telah melihat nama ibu Kelana pada halaman rekening pribadi saat pemindaian dua tahun lalu. Ketika akun gosip menyebut anak tersebut, dia menyusun hubungan di antara dokumen lama dan keluarga Deni.
'Kenapa menyangkal kemarin?' tanya petugas.
'Saya sudah mengaku banyak hal. Saya takut percobaan masuk rumah sakit bikin saya ditahan lebih lama dan nggak bisa merawat ibu.'
Pengacaranya tidak membenarkan kebohongan itu. Ia hanya meminta keadaan keluarga Mila dicatat dan memastikan ibunya mendapat pendampingan dari kerabat lain selama proses berlangsung.
Deni mendengar keterangan dari ruang terpisah. Ia marah karena kondisi ibu Mila dipakai sebagai alasan setelah perempuan itu mengganggu ibu Kelana. Gea membiarkannya mengucapkan kemarahan tanpa langsung menasihati.
'Dia tahu rasanya punya keluarga sakit, tapi tetap pakai pasien buat menekan kita,' kata Deni.
'Iya. Itu pilihan dia dan dia harus bertanggung jawab.'
'Aku nggak mau perusahaan memberi dia uang supaya semua selesai.'
'Perusahaan memberi jawaban keluhan, bukan membeli diamnya. Proses ancaman tetap jalan.'
Deni mengangguk. Ia meminta pernyataan keluarga disampaikan melalui petugas. Mereka ingin seluruh foto, kartu palsu, akun, dan salinan dokumen ditarik sebagai bukti. Mereka tidak meminta hukuman tertentu atau mencampuri keputusan penahanan.
Mamanya Deni juga memberikan pernyataan tertulis. Ia menjelaskan ancaman membuat keluarga takut pada keselamatan pasien, tetapi tidak meminta Mila dijauhkan dari ibunya sendiri. Mereka hanya ingin komunikasi dilakukan melalui kuasa hukum agar tidak ada tekanan baru.
Keluarga Arman menyetujui pernyataan tersebut. Mereka meminta namanya tidak digunakan Mila untuk membela atau menyerang salah satu pihak. Perselisihan lama kedua keluarga kini tidak lagi menjadi bahan bagi orang luar.
Papanya Deni memastikan bantuan hukum untuk Laras tersedia karena identitasnya disalahgunakan. Laras tidak dibebani membuktikan dirinya berulang kali kepada perusahaan penyewaan. Perbaikan catatan dilakukan melalui laporan resmi.
Kurir juga memperbaiki keterangannya. Ia mengakui mengambil seragam dan mencetak kartu karena membutuhkan tambahan uang. Namun, dia tidak pernah mencapai bangsal atau melihat ibu Kelana. Uang sisa dikembalikan dan perangkatnya diperiksa.
Penyidik menyimpulkan sementara tidak ada pelaku lain di balik akun kedua. Mila mengatur kedua tugas dengan identitas berbeda, sedangkan kebocoran foto plastik terjadi terpisah karena pelanggaran petugas informasi.
'Jadi jalurnya mulai tertutup,' ujar Gea.
'Mulai. Proses hukumnya belum selesai,' kata petugas. 'Mila dan pihak lain akan diperlakukan sesuai tindakan masing-masing.'
Perusahaan mengirim jawaban lengkap atas keluhan lama Mila. Jawaban itu menjelaskan status pekerja vendor, rancangan dana yang belum disetujui, dan saluran keberatan. Mila boleh mengajukan bukti kontrak melalui kuasa hukumnya. Audit tidak menemukan hak pembayaran yang ditahan.
Papanya Deni juga mengumumkan perbaikan sistem arsip kepada pegawai tanpa menyebut nama Mila atau keluarga Arman. Kartu akses lama dinonaktifkan, peminjaman map memerlukan dua persetujuan, dan dokumen pribadi dipisahkan dari proyek.
'Jangan sampai perbaikannya hilang setelah kasus kita selesai,' kata Deni.
'Akan ada audit enam bulan lagi,' jawab papanya.
Di kampus, Gea menghadiri sesi umpan balik nilai. Dosen menunjukkan bagian analisis yang kurang kuat dan memberi kesempatan seluruh mahasiswa memperbaiki kemampuan pada tugas berikutnya, bukan mengubah nilai lama. Gea mencatat tanpa menyebut Deni.
Dosen juga meminta Gea tidak menghindari konsultasi hanya karena takut dianggap mendapat perlakuan khusus. Jam konsultasi tercatat dan terbuka bagi seluruh kelas. Gea membuat janji pada daftar yang sama seperti mahasiswa lain.
'Keadilan bukan berarti kamu menolak fasilitas yang semua orang punya,' kata dosen.
Gea memahami. Selama beberapa minggu ia hampir menghukum dirinya sendiri supaya tidak ada yang bisa menuduh. Sekarang dia mulai belajar membedakan fasilitas akademik biasa dari keistimewaan pribadi.
Putri menunggunya di luar. 'Gimana? Nilainya dinaikkan karena protes?'
'Enggak. Gue cuma minta dijelasin.'
'Bagus. Kalau dinaikkan, nanti akun gosip hidup lagi.'
Gea tertawa kecil. Ia tidak mau seluruh keputusan akademiknya ditentukan rasa takut pada gosip, tetapi transparansi membuatnya lebih percaya diri.
Sore hari dokter menerima boneka dari Kelana. Setelah diperiksa, boneka diletakkan di meja terapi. Ibu Kelana menyentuh pita biru, memeluknya sebentar, lalu bertanya apakah anaknya memilih warna itu sendiri.
'Dia mengingat Kelana suka memilih warna untuk semua benda,' jelas dokter melalui telepon. 'Responsnya tenang. Besok kami akan menunjukkan video tanpa suara selama beberapa detik.'
Deni meminta izin melihat video yang akan dipakai. Dokter mengatakan keluarga boleh memilih rekaman bersama Kelana, tetapi tidak mengatur respons pasien.
Malam itu mereka merekam Kelana bermain piano dari samping. Anak itu menyetujui wajahnya terlihat dan meminta video dimulai dengan boneka berpita kuning.
'Kalau Ibu capek, videonya berhenti ya,' pesan Kelana.
'Iya,' jawab Gea. 'Dokter yang atur.'
Video hanya lima belas detik. Tidak ada pesan meminta pulang. Kelana memainkan bagian lagu yang sudah dikuasainya lalu melambaikan tangan.
Setelah anak itu tidur, Deni menerima keterangan dari penyidik bahwa akun kedua sudah resmi dikaitkan dengan Mila. Ancaman aktif dinilai berhenti karena perangkat dan aksesnya telah diamankan.
Namun, bagi Gea, masalah yang paling sulit belum tentu berasal dari orang asing. Pertemuan ibu dan anak perlahan semakin dekat, dan tidak ada bukti yang bisa menjamin semua hati akan siap pada waktu yang sama.