Halaman SMA Wonotirto.
"WOOOORRRYYAAAHHHHH !!!!"
Rangga dan Wisnu berlari maju bersamaan. Keduanya langsung melancarkan serangan pertama mereka. Mereka secara bersamaan melompat,Wisnu melayangkab tendangannya sementara Rangga mendaratkan pukulannya.
"BUGGHHHTT"
"DESSSTT"
"ARGHHHH"
Keduanya sama-sama terpental karena terkena serangan masing-masing. Kaki Wisnu berhasil mengenai d**a Rangga,sementara tinju Rangga berhasil mengenai rahang Wisnu. Keduanya tersungkur di tanah,sehingga membuat baju mereka basah dan kotor karena air hujan dan tanah yang becek. Tak berapa lama keduanya bangkit dengan Rangga memegangi dadanya sementara Wisnu memegangi rahangnya. Mereka kembali maju.
"Maju sini b*****t".
"Jancuuukk !!".
Kembali terjadi baku hantam,saling pukul,saling tendang,dan saling banting sehingga membuat duel menjadi semakin sengit.
Sementara dipinggir halaman para siswa yang menonton bersorak dan berteriak sehingga membuat suasana menjadi semakin seru dan ramai.
"Yo ayo Rangga,masa sudah latihan kau masih belum bisa membuat b******n itu kalah ?? Ayo serang terus !!!",teriak Rendi dengan pengeras suara.
"YEAHHHHHH!!!"
"HABISI DIA !!"
"MAMPUS KAU b*****t!!"
"AYO KETUA RANGGA HANCURKAANN!!!".
Para penonton meneriaki Wisnu dengan kata-kata kotor dan mendukung Rangga.
Sementara itu disisi lainnya Roni,Juni,dan Nawang memperhatikan pertarungan dengan serius.
"Apakah ketua bisa menang ?",ucap Juni.
"Aku khawatir dengan keadaan kapten !!",lanjut Roni.
"Berhenti mengoceh bodohh !!",teriak Nawang dengan suara baritonnya. Roni dan Juni terdiam dan memandang Nawang. Nawang terus menghadap kedepan dan melanjutkan ucapannya,"Rangga tidak akan kalah semudah itu,dia pasti menang,yahh dia pasti akan menang !!!".
Di lantai 3 Cakra dan Kevin menonton jalannya duel.
"Lihatlah Cakra,sepertinya Wisnu mengalami kesulitan,dan aku yakin kali ini Rangga akan berhasil mengalahkannya"
"Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan."
"Haahh ??"
"Pertarungan sebenarnya baru akan dimulai."
Ditengah lapangan adu serangan semakin bertambah seru. Baju dan celana mereka sudah kotor,muka mereka semakin bonyok,darah pun sudah mulai bermunculan. Rangga pun semakin menjadi jadi untuk memberikan pukulan secara cepat,sehingga Wisnupun hanya mampu menangkis. Ketika Rangga memukul Wisnu berhasil menghindar,dan sebelum Rangga melancarkan serangan berikutnya Wisnu langsung melompat dan melayangkan melayangkan tendangan memutar. Namun Rangga berhasil menepis dengan tangannya sehingga membuat tubuhnya sedikit doyong. Sebelum kembali ke posisi semula Wisnu kembali menyerang dengan serangan yang sama namun dengan kekuatan lebih kuat.
"Arrrghhh !"
Rangga berteriak kesakitan dan dia terpental kearah tumpukan tong dan besi. Tanpa pikir panjang Wisnu langsung menendang kearah Rangga.
"Kena kau !!".
Rangga yang melihat itu langsung menghindar dan kaki Wisnu nyangkut di tong.
"Breeeenggg !!"
Rangga langsung melancarkan tendangannya ke arah Wisnu.
"Rasakan ini bangsattttt !!!"
"Beghhhh !!"
"Arrrghhh !!".
Wisnu terpental mundur dan jatuh ketanah setelah perutnya terkena tendangan Rangga. Tak menunggu lama Rangga langsung maju dan mengunci dan memiting kepala Wisnu dengan kakinya.
"Apakah kau melepaskan ini,,hahh ?",teriak Rangga.
"ARGHHHH Rggh !!!",Wisnu hampir kehilangan nafas dan mencoba untuk melepaskan kuncian Rangga dengan tangannya. Pergumulan pun semakin seru dan menjadi jadi. Wisnu pun berhasil berdiri dengan sekuat tenaga,dengan kaki Rangga yang masih mengunci kepalanya. Mau tak mau Rangga ikut terangkat dan kemudian tidak lama Wisnu berteriak dan langsung membanting tubuh Rangga ketanah.
"Bruaakkk!!"
"ARGHHHH!"
Rangga terkapar di tanah,dan dia merasa kesakitan. Rangga dengan susah payah untuk bangkit berdiri. Melihat hal itu Wisnu langsung menyerang dengan kakinya.
"Worryahh!!"
"Beghhhh!!"
"Ketuaaaaaa!!"
"Rangggaaaa!!"
Semua penonton berteriak saat melihat Rangga kembali terkapar di tanah. Lutut Wisnu mengenai kepala Rangga hingga membuat pandangannya berputar-putar dan ambruk ke tanah. Untuk beberapa saat dia tidak dapat bangkit,hingga membuat suasana menjadi diam.
"Berakhir sudah !",ucap Wisnu dengan nafas terengah-engah,lalu berbalik dan berjalan meninggalkan halaman.
"Apakah sudah berakhir ?",tanya Cakra.
"Oii bangun b*****t dan hajar dia,atau kau tak ku anggap ketua lagi !!!",teriak Rendi.
"Iya ketua ayo bangkit,hajar dia !!",lanjut Ludi.
"Bangun ketua !!"
"Bangun,bangun,bangun,bangun !!!", suara sorakan penonton untuk membangunkan Rangga. Rangga yang mendengar sorakan itu perlahan membuka matanya dan perlahan bangkit berdiri. Dengan nafas terengah-engah dia mengambil pipa besi disamping lalu berteriak,"Haaaaaa !!!!"
"Woyahhh!!!"
"Yeahhhh!",suara gemuruh penonton
bergema setelah Rangga berhasil bangkit.
"Oi,mau kemana jancukkk ??? Aku belum kalah !!!",teriak Rangga. Dia pun langsung berlari menyerang.
Setelah didekat Wisnu dia langsung melompat "Horrrahh !!",Rangga langsung menyerang Wisnu dengan pipanya. Wisnu yang mendengar itu berbalik dan melotot melihat serangan Rangga.
"Pranggg!!!"
"ARGHHHH!!!"
Wisnu berteriak kesakitan setelah kepalanya terkena gebukan pipa Rangga. Darah langsung keluar dari kepalanya,dan dia langsung terhuyung mundur setelah menerima serangan itu.
"Oi bukankah itu curang ?? Sejak kapan kapten kita berbuat seperti itu ??",teriak Kevin setelah melihat itu. Rangga kembali diam dengan pipa yang berdarah di tangannya.Wisnu melihat balok kayu didepannya dan langsung mengambilnya.
"Sialan kau b*****t,kubunuh kau !!!!",teriak Wisnu sambil menyerang Rangga.
"Maju sini kau !!",Rangga pun juga maju dengan pipanya.
Aksi jual beli serangan kembali terjadi. Sudah tidak terhitung beberapa serangan yang mengenai tubuh mereka,hingga membuat tubuh mereka penuh memar dan luka. Hingga akhirnya mereka mencapai puncak serangan. Mereka sama menyerang dengan benda yang ada di tangan mereka.
"Brraaakkk !!!"
"Breeeesssss!!!!"
Satu serangan terakhir dari mereka berdua sama-sama menghantam kepala mereka,hingga membuat tubuh mereka mundur kebelakang dan terjatuh. Mereka berdua mencoba berdiri dengan susah. Namun pandangan buram,serta seakan dunia berputar membuat tubuh mereka terhuyung. Pandangan mata mulai terasa gelap dan akhirnya mereka pun sama-sama tumbang tak sadarkan diri.
"Ketuaaaaaa!!!",teriak Roni dan Juni.
"Sialannnn!!!!",seru Nawang.
"Rangggaaaa!!!",Rendipun ikut teriak.
"Ketuaaaaaa!!!",teriak Ludi dan beberapa siswa lainnya.
Mereka semua berlari kearah tubuh Rangga dan Wisnu yang terkapar. Mereka tidak perduli hujan dan tanah yang kotor. Sementara di lantai 3 Kevin yang melihat itu langsung membuang puntung rokoknya dan berlari keluar sambil berkata,"Ayo Cakra kita harus menolongnya!!!".
Sementara Cakra masih menghisap rokoknya berkata,"Huufft kenapa kalian panik,bukankah ini sering terjadi ???",dia langsung berjalan santai keluar.
Rumah Sakit Citra Medika,Surabaya.
Didepan receptionis Kevin dan Nawang sedang mengurus administrasi.
"Ohh Nona Anggraini sudah lama tidak melihatmu,kau tidak berubah sama sekali,bahkan kau semakin cantik. Apakah kamu merindukanku ??",rayu Kevin yang memang mudah terpengaruh dengan wanita cantik.
"Heyy justru aku sangat senang tidak melihatmu selama 2 Minggu. Aku harap tidak menemuimu bahkan dalam mimpi sekalipun.",jawab petugas receptionis yang bernama Anggraini itu.
Dengan menunjukkan sekuntum bunga mawar Kevin berkata,"Jangan berbohong nona,ini aku berikan bunga ini untuk wanita secantik dirimu".
"Jangan sok bocah,aku tau itu bunga kau petik dari taman depan kan ??"
"Ah kau pintar sekali,justru bunga yang langsung dipetik dari asalnya itu menandakan kealamian,cocok untuk dirimu yang cantik alami''.
"Dan dengan buka ini aku menyatakan apakah kau mau menjadi pacarku ??"
"Kalau berbuat seperti itu lagi aku tidak segan untuk memukulmu meskipun ini di rumah sakit. Lagian juga kalian ini selalu bikin onar dan selalu berakhir babak belur,hingga petugas disini sudah bosan melihat kalian."
"Ya ya ya,kami mohon maaf karena sudah merepotkan Ning.Ini uang untuk bayar perawatan Rangga sekaligus si b******k itu!!",sahut Nawang yang datang dan langsung menyerahkan amplop berisi uang.
"Bukannya aku malas dan tidak suka,tapi aku sangat khawatir. Kalian masih muda dan masa depan kalian masih panjang".
"Dan kalian cukup pakai bpjs,tidak perlu bayar dengan uang sebanyak'',ucap Anggraini sambil membuka amplop yang ternyata berisi uang sekitar 10jt.
"Anggap saja ini sebagai balas budi kami karena kalian sudah sering merawat kami yang babak belur".
"Yeahhhh banyak banget cuk !! Uang darimana itu ??".
"Dan tunggu dulu,juga untuk membayar perawatan si sialan itu ? Apa maksudmu Wisnu Wang ??",seru Kevin dengan kacamata dibuka dan mata melotot melihat jumlah uang dipakai.
"Uang dari Cakra,aku juga tidak tau kenapa dia ikut membiayai Wisnu,tapi aku bisa pastikan itu uang halal".
"Kami akan kembali ke ruangan Rangga,Ning Anggraini tak perlu khawatirkan kami".
"Ayo Kevin!!".
Sementara itu justru Kevin bukannya menyahuti Nawang dia justru melingkarkan tangannya di pundak Anggraini sambil tersenyum,"Ah benar Nona,tak perlu khawatir dengan kami tapi jika nona perlu bantuan maka aku Kevin sang pujangga cinta". Anggraini yang melihat itu wajahnya berubah menjadi menyeramkan dan berkata,"Lepaskan Kevin".
Salah Satu Ruangan.
"Dimana aku ??? Apa aku sudah mati ?? Aw sakit sekali,sepertinya aku masih hidup. Dan kepalaku kenapa ada perban ?? Apa yang terjadi ??",ucap dalam hati Wisnu sambil mencoba untuk bangun.
"Ah aku ingat,aku baru saja berkelahi dengan Rangga. Sialan apa aku kalah. Ah biarlah biar dia merasa sudah menang dan tidak menggangguku lagi'',bathin Wisnu.
"Ah kowe wes tangi Yo ?? Ternyata kamu lebih kuat dari Rangga".
Wisnu yang mendengar suara itu langsung kaget. Didepannya terlihat seseorang bertubuh sedang dan berambut pirang sedang duduk melihatnya. Wisnu mencoba memfokuskan pandangannya,dan setelah terlihat dia berkata"Cakra ???".
"Aku sejak tadi duduk disini menunggu matamu terbuka,bukan apa apa hanya melihat keadaanmu saja".
"Aku tidak butuh di perhatikan oleh kalian. Lebih baik aku pergi saja sekarang",jawab Wisnu sambil tubuhnya bangun.
"Eittss,mau kemana kau ?? Keadaanmu masih belum membaik,dan juga kau jangan bermuka seperti itu,yah paling tidak ucapkan terima kasih pada kami yang telah membayar pengobatanmu".
"Oh begitu,baiklah aku ucapkan terima kasih,dan nanti akan aku ganti semua biayanya,aku tidak mau memiliki hutang budi dengan kalian",kata Wisnu sambil berjalan tertatih-tatih melewati Cakra. Cakra pun tersenyum dan berkata,"Hehehe,tak perlu ganti santai saja. Dan satu lagi kau tidak perlu berurusan dengan kami atau ketua kami lagi".
"Aku paham orang seperti kau tidak mau terikat dengan banyak orang. Tapi aku punya satu permintaan,jika sekolah kita suatu saat diserang aku ingin kau mau membantu".
"Entahlah aku pikir lagi nanti,terima kasih",jawab Cakra sambil berjalan keluar.
Nb :
Rumah Sakit Citra Medika :
Rumah sakit umum fiksi di Surabaya, yang menjadikan anak-anak Wonotirto tempat mengobati luka mereka setelah mereka melakukan tawuran.
Anggraini Lestari :
Seorang suster di Rumah Sakit Citra Medika yang selalu merawat Rangga dan temannya sehingga dia juga sekaligus temannya