Ruang Perawatan.
"Huaaaaa ketua,jangann mati dulu ketuaaaaaa !!!",teriak Juni disamping Rangga yang masih belum sadarkan diri.
"Benare,jangan tinggalkan kami !!",lanjut Roni.
"Heiii ketua tidak mungkin mati bodoh,dia kuat tidak seperti kalian",jawab Ludi yang kesal dengan suara Roni dan Juni.
"Sopo seng kok celuk bodoh ??"
"Tentu saja kau gendut b******n !!".
Suasana di kamar rawat Rangga berubah rame dengan percekcokan Ludi dan Roni. Sementara Rendi yang mendengar itu mulai kesal.
"Bobabo,kalian bisa diam tidak ? Justru suara kalian yang bisa membunuh Rangga taye."
Omongan Rendi tidak digubris oleh Ludi dan Roni,justru suara mereka tambah keras membuat Rendi semakin kesal.
"Kalian bisa diam tidak !!!!!!!!".
"Plakkk"
"Bletaakkkkk!!!!".
Suara dan geplakan dari Rendi berhasil membuat mereka diam.
Tak berapa lama datang Nawang dan Kevin ke ruangan Rangga.
"Oi berisik sekali,suara kalian sangat terdengar kencang dari luar gentong."
"Kalau kau bicara begitu lagi aku tidak sungkan untuk menghajarmu meskipun ini di rumah sakit muka setan".
"Haa maaf maaf. Kami baru saja dari receptionis dan sudah memberikan uang dari Cakra untuk membayar rumah sakit".
"Lalu dimana Cakra ?"
"Di ruangan Wisnu,lagi melihat keadaannya sepertinya".
"Cihh kenapa dia tiba tiba baik pada anak itu ??? Dan kau,kenapa wajahmu begitu Kevin ??".
"Waku tttidaaakk apppa apppa,jwadi twenang saja !!",balas Kevin dengan kalimat tidak jelas akibat wajahnya babak belur. Ludi yang melihat itu langsung tertawa terbahak-bahak,"Bwahaaaaha,itu wajahnya mas Kevin sepertinya dihajar mbak Anggraini secara terang terangan. Seperti biasa diakan selalu ditolak mentah-mentah".
"Praanggggg!!!!"
"Adduuhhhh!!!"
"Kurwoobbeek muuuluuttu bwocahhh !!",teriak Kevin sambil melempar gelas ke kepala Ludi.
Disaat mereka ribut,tak lama kemudian Rangga sadar dari pingsannya,"ARGHHHH kalian berisik sekali",ucap Rangga sambil meringis memegangi kepalanya.
"Ketuaaaaaa!!!".
"Rangggaaaa !!!".
Sontak Ludi,Roni,dan Juni langsung memeluk Rangga dengan erat.
"Ketuaaaaaa kami kira kau mati !!!"
"Agghhhhg iiiyy iiyyya agghh,leherku leherku !!!!,jawab Rangga dengan nafas terengah-engah karena pelukan dari anak buahnya.
"Oi kalian mau membunuh Rangga ??"
"Plakkk,plaaakk,plaaaakkk!!!!".
Bentak Rendi sambil mengepalkan kepala mereka bertiga. Sementara itu Nawang pun langsung memberikan minuman ke Rangga.
"Dimana aku sekarang??"
Kau di rumah sakit biasanya,kau baru saja pingsan bertarung dengan Wisnu tadi".
"Apa aku kalah ??"
"Kelihatannya kalian imbang",jawab Kevin.
"Siapa kamu ?",tanya Rangga setelah melihat wajah Kevin.
"Ini aku Kevin b*****t !!!!"
"Oh maaf Kevin aku tidak tau !!!". Rangga meringis memegang kepalanya,dia teringat dengan Wisnu.
"Dimana sibangsat itu sekarang?",tanya Rangga.
"Dia di ruangan yang agak jauh dari sini. Disana dia ditunggui Cak Cakr",jawab Roni.
"Cakra ?"
"Teman kita satu itu memang begitu,kau bahkan lebih tau karena kalian sahabat dari kecil kan ??",ucap Nawang. Rangga akhirnya mencabut impus dan langsung bangkit berdiri. Temannya yang melihat hal tersebut langsung menahannya. Si Rendi pun langsung berkata "Bobabo,nak kemana kamu Rangga ?? Belum begitu pulih".
"Aku bosan disini aku mau pulang".
"Jangan Ketua !!".
"Ketua !!".
"Tubuhmu masih lemah b******k!!!".
Semua orang langsung ingin menahannya karena tubuhnya masih belum terlalu pulih. Tak beberapa lama muncul orang dari balik pintu,orang itu tidak lain adalah Cakra. Melihat hal itu Cakra langsung berkata,"Wah wah wah,sudah sembuh rupanya hingga bisa berjalan seperti tadi".
"Cakra !!!! Aku pingin mulih,disini tidak bisa bebas,tidak bisa merokok".
"Hufffttt,apa sudah yakin betul dengan keadaanmu ?"
"Jelas luka begini saja enteng bagiku !! Ayo kita pergi Cakra !!"
"Kalian berdua sama saja,kau dan Wisnu,sama sama sok kuat".
"Jangan samakan aku dengan dia !! Tapi bagaimana dengan keadaan dia sekarang??"
"Dia sudah pulang dari tadi. Baiklah kalau itu maumu apa boleh buat kita pulang sekarang".
"Huhhhhhh apa ??",serentak semuanya berteriak.
Akhirnya setelah memohon pada pihak rumah sakit dan mengurus berbagai hal mereka pun pulang. Di luar mereka sudah ditunggu oleh anak anak Wonotirto yang lain dengan 3 buah kendaraan truk bak. Truk itu menjadi kendaraan untuk mereka. Truk mereka hasil dari pemberian beberapa warga yang telah mereka tolong. Akhirnya Rangga dengan memakai kacamata,jaket,dan ikat kepalanya naik keatas bak truk bersama dengan Cakra dan disopir oleh Nawang dan Kevin,sementara truk satunya dikendarai Roni dan Joni,satunya dikendarai Rendi dan Ludi. Selain itu mereka juga mengangkut anak yang lain.
Di jalanan.
Ditengah perjalanan didekat SMA Pancawati Rangga melihat gadis cantik kenalannya. Dia akhirnya berteriak untuk berhenti.
"Oi oi Nawang stop dulu !!!"
Nawang yang mendengar itu langsun menghentikan truknya dan diikuti truk lainnya.
"Ada apa ??",tanya Nawang.
"Aku turun di sini saja",jawab Rangga.
"Rumah ketua sudah pindah ??",tanya Roni.
"Siapa yang bilang aku pindah rumah ??"
Cakra yang melihat tempat pemberhentian dan melihat gadis yang dilihat oleh Rangga akhirnya paham dan tersenyum,"Biarkan saja dia,lihatlah didepan SMA Pancawati !!".
Semua melihat kedepan SMA Pancawati dan mereka pun langsung paham. Kevin yang melihat itu langsung berusaha keluar tapi langsung ditarik oleh Nawang.
"Hei mau kemana Kevin ??"
"Aku juga ingin menyalami gadis itu".
"Tak usah,kau mau dihajar lagi seperti dilakukan Ning Anggraini ?".
"Huftt ya baiklah. Rangga sampaikan salam pada gadis itu !!!",teriak Kevin pada Rangga.
"Ya ya ya aku sampaikan",jawab Rangga.
"Rangga jika kau besok sudah bisa masuk,langsung ke ruang rapat. Ada yang ingin ku sampaikan,tapi kalau belum bisa jangan kau paksakan kita bicarakan di rumahmu saja !!!",teriak Cakra.
"Baiklah. Semuanya aku duluan !!!",jawab Rangga.
"Siiiiaaappp ketua !!!",semuanya serentak menjawab.
Rangga pun segera berlalu,sementara temannya meneruskan perjalanan. Dia berjalan menuju gadis memakai seragam itu. Setelah sampai disampingnya Rangga lamgsing menata penampilannya dan kacamata
abu-abunya,dan langsung berkata,"Ehem ehem,Shinta !!!".
Gadis yang dipanggil Shinta itu langsung menoleh dan terkejut melihat orang yang memanggilnya.
"Mas Rangga !!!!",dia langsung memeluk Rangga.
"Awaw sakit sakit !!!,jawab Rangga sambil meringis. Melihat Shinta langsung melepas pelukannya.
"Kenapa dengan badanmu mas ?? Pasti berantem lagi. Huhh kamu itu selalu begini gak pernah berubah. Mana aku gak bawa obat merah lagi !!",cecar Shinta yang langsung memegangi wajah Rangga.
"Ahh sudah sudah,ini juga udah diobati,lagian sekolah Wonotirto emang terkenal akan berandalan jadi kalau gak gelut ngapain lagi ?"
"Tuh kan dikasih tau ngeyel terus ngeyel terus,ya kamu harus bisa merubah pandangan orang tentang Wonotirto",jawab Shinta sambil menjewer kuping Rangga.
"Aduuuh aduuuhh,iya iya sakit tau !!. Lagian kamu jam segini kok belum pulang ??",tanya Rangga sambil memegangi kupingnya.
"Sebentar lagi aku juga dijemput ini".
Mereka mengobrol ngalor ngidul sambil menunggu jemputan Shinta. Tak lama kemudian ada orang menemuo Shinta.
"Nona Shinta mari pulang,ibu sudah menunggu didalam mobil"
"Ah iya baik pak,mas aku pulang dulu ya,udah dijemput"
"Iya Shinta,hati-hati ya".
Setelah berpamitan Shinta menuju mobil dan dikawal laki-laki tadi. Sampai mobil laki-laki tadi membukakan pintu mobil dan Shinta masuk mobil. Didalam sudah ada wanita yang menunggu Shinta.
"Siapa cowok tadi ?"
"Teman Shinta ma,dia anak SMA Wonotirto".
"Wonotirto?? Kamu jangan dekati anak itu lagi !!!"
"Kenapa ma ?? Lagian anak Wonotirto juga baik baik".
"Anak baik-baik!! Ingat ya sayang SMA itu terkenal tukang rusuh ,tukang tawuran. Jadi mulai Mama gak mau tau kamu jauhi anak itu".
"Iya ma".
Akhirnya mobil melaju,sementara Rangga hanya memandangi dari kejauhan dan akhirnya dia jalan pulang.