"Mantan sialan." Batin Raisa mengumpat
"Rai lu pulang jam berapa? Jadi ke sini nga sih? Kalau jadi ntar lu buka apertemen gue pakai kunci cadangan ya, gue lagi di luar ada perlu." Isi pesan teks dari lina. Pasalnya Lina sudah Berjam jam menunggu kepulangan sahabat nya itu. Tapi Raisa tampaknya masih sibuk dengan urusan kantor. Saat membaca pesan teks dari Lina , telepon Raisa pun berdering.
" Halo bim. Kenapa? "
" Aku di depan kantor kamu rai,buruan turun."
" Ha ? Kapan kamu balik?"
"Buruan, kita kerjakan tugas kamu di apartemen aja."
Raisa menurut dan segera membereskan berkas berkas miliknya. Sesampainya di lantai bawah raisa langsung melompat kegirangan.
"Aku rindu bim..ya ampun kapan kamu pulang? ih kamu gendutan deh." Ucap raisa antusias. Dia sangat merindukan sahabat tampan nya itu. Sudah lama sekali sejak akhir tahun lalu mereka tidak bertemu.
"Biasanya kamu juga risih sama aku, sok sok an rindu lagiiii.....awww...aw...sakittt Rai." Bima mengelus elus perutnya yang di cubit raisa. sebenarnya itu bukanlah cubitan yang kuat,hanya saja Bima terlalu manja saat bersama raisa
" Nga usah lebay.." Raisa melototi Bima dengan sedikit mengangkat kan sudut bibirnya.
"Ummm kita makan dulu ya,bolehkan? Bolehlah yaa...." Raisa tersenyum lebar yang memperlihatkan gigi nya yang tersusun rapi itu. Tidak lupa juga ada gingsul sebagai pemanis di sana.
" Kita makan seafood di belakang taman aja gimana, udah lama kita nga ke sana."
" Yang mana bim? Emang kita pernah ke sana? Kapan? Cari tempat yang biasa kita kunjungi aja deh,udah laper nih, biar cepat."
"Kita juga pernah ke sana Rai,sering malahan. Kamu nga ingat?" Tanya Bima dengan hati hati.
"Nga tau, kayaknya aku lupa deh bim. Terlalu banyak tugas akhir akhir ini jadi daya ingat aku sedikit terganggu kayaknya." Ucap raisa ragu sambil mengingat ingat tentang apa yang diucapkan oleh Bima. Perkataan Raisa hanya di jawab dengan tarikan nafas yang panjang oleh Bima.
" Tapi boleh deh kita ke tempat yang kamu maksudkan aja." Raisa memilih mengalah agar sahabat nya itu tidak merasa kecewa.
" Beneran? Ayo." Ucap Bima dengan semangat, Bima berharap raisa bisa kembali seperti dulu lagi. Bima melaju dengan hati hati sambil sesekali memperhatikan senyuman manis yang terukir di bibir raisa. Sesampainya di tempat tujuan. Raisa menyuruh Bima membawa pulang saja seafood pesanan mereka. Karena tugas kantor raisa masih belum di selesai kan. Raisa pun meminta Bima untuk mengantarkan nya pulang saja. Rasanya akan lebih nyaman jika berada di kamar sendiri di saat saat stres berat sedang melanda.
"Ma raisa pulang."
"Halo ma. Apa kabar?" Bima langsung mencium tangan citra.
" Hai sayangg, ya ampun mama kangen bangettt sama kamu. Kapan kamu pulang? Aduuuh mantu mama makin ganteng. Mari duduk sayangg. Kebetulan mama masak banyak malam ini."
" Bima udah beli seafood ma, kita makan di atas aja ya." Ujar raisa sambil berjalan menuju kamarnya. Bima langsung mengekori raisa dari belakang.
"Jangan tidur satu kamar ya, ganteng mama tidur di kamar tamu."
" Kan calon mantu ma." Ledek Bima kepada citra sambil setengah berlari. Raisa merespon dengan mengangkat salah satu sudut bibir nya.
"Aku mau mandi dulu."
" Hu'uh aku juga mau turun ngambil piring sama minuman."
Setelah membersihkan diri Raisa memakai kan wajahnya dengan toner dan serum malam. Hari ini hari yang sangat melelahkan bagi Raisa. Dimana ia harus berdiri pertama kalinya di depan klien penting. Bonus tambahan nya ia malah harus bertemu kekasih lamanya itu di sana.
Tuk tuk tuk..
"Sayangg, are you okey?" Tanya citra sambil membukakan pintu kamar perlahan.
"Raisa okay ma, eh Lin kapan kamu ke sini. Bima mana?" Raisa bertanya sambil melirik ke sana kemari untuk mencari keberadaan Bima.
"Gue barusan sampai Rai, wah emang parah lu ya ngumpul nga ngajak ngajak gue." Protes Lina kepada Raisa.
" Bima baru aja pamit, katanya ada urusan." Sambung Lina dengan senyuman yang kikuk, ia menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal.
" Kalian lanjutin aja dulu ya, mama mau ke kamar. Oke sayangg jaga Raisa ya." Tutur citra setengah berbisik di telinga Lina. Citra mengacungkan jempol dan di jawab dengan kedipan mata oleh Lina tanda bahwa permintaan citra di iya kan oleh Lina. Sepeninggal citra , Raisa kembali menyelesaikan pekerjaan kantor nya sedangkan Lina sibuk mengerjakan tugas kuliah mereka. Sekali kali Lina juga turut membantu menyelesaikan pekerjaan kantor milik Raisa.