Ting ting
Sebuah pesan masuk ke ponsel Raisa
Pesan 1
"aku merindukanmu."
Pesan 2
"sayang"
Pesan 3
"apa kamu sibuk? "
Tring... Tring...
Ponsel Raisa berdering
" hallo" ucap raisa tanpa melihat nama siapa yang tertera di sana. Dia terlalu fokus mengerjakan tugas kuliahnya sekali sekali mendesain sesuatu di atas kertas gambarnya.
"sayang kenapa tidak menjawab pesanku?" tanya pria di seberang sana.
Raisa spontan berdiri dan merasa terkejut dengan suara yang di dengar nya.
"astaga rai kenapa seceroboh ini sih" Raisa langsung mematikan ponsel nya.
"hallo rai, sayang...?"
tut...tut... tut sambungan terputus.
*****
Malam ini Raisa di sibuk kan dengan pekerjaan desain nya. Dia harus menyelesaikan pekerjaan ini dalam 3 hari kedepan. Ya itu karena permintaan perusahaan yang mengontrak jasa nya. Meski pun pekerjaan dan waktu yang diberikan cukup berat dan singkat. Namun dia di bayar dengan gaji yang besar.
"huh semangat rei semangat, kamu bisa cantik." Raisa membuka ponsel nya dan menelepon ketua kelas untuk memastikan bahwa hari besok tidak ada kelas.
" semoga Dewi keberuntungan berpihak padamu Rai."
"hallo al, gimana? apa jadwal kelas besok benar-benar di undur?"
"lu tenang aja rai. Gue udah di konfirmasi sama dosen kalau dia ada urusan besok , jadi sebagai ganti nya kita bakal ada kuliah tambahan di hari minggu. Udah ya rai, gue tutup dulu. Eh jangan lupa laporan pratikum lu masih sama gue, lu kan pikun hahahha" jawab aldo mengejek.
"sialan lu" ucap Raisa yang ikut tertawa.
Flashback on
"sayang aku mau itu, boleh yaa." ucap Raisa manja sambil menggandeng tangan laki-laki nya .
"sayang kamu lagi pilek, besok kalau kamu udah sehat aku janji akan membeli kan ice cream yang banyak buat kamu, oke?" jawab laki laki itu dengan penuh kasih sayang. Dia membelai rambut wanita nya dengan lembut.
"sayanggg...." raisa memohon dan memelas, dia memanyunkan bibir nya manja karena tidak dapat izin dari kekasihnya itu.
Laki laki itu tergelak melihat kelakuan yang sungguh menggemaskan dari Raisa. Dia mengecup lembut kening wanitanya dengan penuh kasih sayang.
*****
"hikk... hiikkk.." suara isak tangis keluar dari bibir Raisa.
"aku mohon keluar lah dari pikiran ku" Raisa memukul kepala nya dan mengacak acak rambutnya dengan kasar. Raisa melempar semua yang ada di hadapan nya kesembarang arah.
"kenapa sakittt bangettt tuhan..? Raisa kembali terisak sambil mengusap pelan dadanya. ia berusaha mengatur nafasnya kembali, berharap itu akan membuat hatinya lebih tenang. Tapi tampaknya usaha Raisa tidak berhasil, mimpinya kali ini terlihat sangat menyakiti hati raisa. Mimpi? apakah benar itu mimpi atau hanya ilusi Raisa saja? jika benar hanya mimpi tapi kenapa rasanya begitu nyata? ntah kenapa hati raisa malah tercabik cabik, ia merasakan rindu yang teramat mendalam. Akhirnya demi menenangkan kembali pikiran dan juga hatinya Raisa memilih untuk merendam kan diri di air hangat. Setelah merasa lebih baik Raisa keluar dari kamar mandi dan mengambil piyama karakter kesukaannya.
" Its okay Raisa." Raisa menyemangati dirinya sendiri dengan memasang senyum yang sangat lebar . ia menepuk pelan pipinya yang chubby dan merebahkan kembali tumbuhnya di atas kasur.