"hallo tante cantik." lina menyapa citra dengan hangat.
"eh sayang, ayok masuk. Kalian sudah makan ?"
"udah kok ma, kita makan di luar tadi sebelum pulang."
" iya nih tante, liat ni perut ku sampai kayak balon udara karena kenyang nya. "lina terkekeh kecil.
" ma, kita ke atas dulu ya. "
" da da tante, kita permisi ke atas dulu ya. Sekalian aku mau nginep malam ini di sini, boleh ya tante cantik, emuaaah. "lina berlari kecil ke atas mengejar raisa yang sudah duluan ke kamarnya.
" rai tungguin dong, lu naik ke atas kayak pakai pesawat jet, cepat amat sampai nya. " lina mengeluh kesal, pasal nya dia hari ini sangat lelah karena harus menjaga ponakan nya yang rewel.
"buset dah berasa baru selesai bangun seribu candi, capek banget gue hari ini." lina benar benar mengeluh, badannya pegal pegal sekali.
*****
Citra yang sedang duduk di ruang tamu pun segera berlari dengan kecepatan penuh menuju halaman belakang. Tasya yang sedang bermaskeran itu pun kaget dan ikut berlari membuntuti mamanya.
"hm hari yang indah." citra sampai di halaman belakang kemudian merebahkan dirinya di atas kursi santai.
"aaaaaaaaaa MAMAAAAA... ." tasya yang sedang ikut berlari itu pun tersungkur.
"masker gue retak anjir."
"aaah jidat badaiku." sambung nya meringis kesakitan.
"iih mama juga, kenapa tiba-tiba lari kan aku kaget dan itu suara kaset rusak dari mana coba." tasya mengomel ngomel sendiri karena kesal dengan ulah mamanya di tambah lagi telinga nya mau petcah mendengar suara yang sangat kacau itu.
Di lantai atas,
"setan dalam hati ikut bicara.. Bagaimana kalau ku selingkuh saja... Ku punya banyak teman lelaki seperti nya. Ku kan bahagai. Uuwowowo...."
Raisa hanya menutupi telinga nya, karena suara itu sungguh menusuk nusuk gendang telinganya. Lina terus saja bernyanyi, melompat sana sini dengan girang. Sedangkan citra yang sudah mempunyai firasat buruk sejak awal lina datang pun segera memposisikan dirinya dengan aman. Tasya yang tidak tahu apa apa pun menjadi korban, karena setiap kali lina datang tasya sedang sibuk dengan urusan sekolah nya.
"Rai gua mau minum.....uhuuk..uhukk..ambilin dong." rengek Lina yang kehabisan suara , capeknya terasa sedikit berkurang akibat menjerit sana Sani.
"itu di meja samping kamu kan ada air Lin..tabok juga ni." ucap raisa ketus.
" ya ampun Rai ketus amat lu, pantas jomblo ahahaha...." ledek Lina menggoda raisa.
" ya Tuhan kamu lupa sama pacar aku yang super super keren itu Lin? mana tajir lagi.."
" dih siape? bimaa? pacar boongan kalee.." ledek Lina tak mau kalahnya. Raisa hanya ikut tertawa mendengar ucapan Lina itu. Sebenarnya ntah rasa apa yang ada di hati raisa terhadap Bima. Dia hanya tidak ingin jauh darinya. Mungkin karena mereka berteman terlalu lama seperti yang di bilang citra (mama raisa) kepadanya