Suara musik yang begitu keras terdengar di seluruh penjuru rumah. Rumah mewah milik keluarga Kim yang biasanya begitu tenang dan damai kini berubah layaknya sebuah klub malam. Ruang keluarga yang besar berubah menjadi ruangan dansa dengan lampu warna-warni yang menerangi ruangan. Para remaja saling berdesakan sambil menari mengikuti alunan musik yang memekakkan telinga.
Salahkan pada Kim Juho—putra sulung keluarga Kim itu mengubah rumah orangtuanya menjadi sebuah klub malam demi merayakan ujian sekolah yang baru saja selesai. Juho berani menggelar pesta perayaan seperti ini di saat orangtuanya melakukan perjalanan bisnis ke Jerman.
Lebih dari seratus remaja memadati rumah Juho. Juho mengundang seluruh siswa kelas tiga SMA Daekyung berpesta dirumahnya. Tidak ada yang berani menolak ajakan Juho ataupun ketiga teman lainnya. Tidak ada yang berani bersikap macam – macam pada geng pemuda—XO, yang begitu eksklusif di SMA Daekyung. Empat pemuda tampan, kaya, dan cerdas.
Jangan lupakan fakta jika XO yang mensponsori setiap pelanggaran yang terjadi di SMA Daekyung yang terkenal sebagai sekolah elit dengan aturan paling ketat di Seoul. Sudah bukan rahasia lagi jika banyak adik kelas yang bahkan berani melanggar aturan hanya agar diakui bahkan dianggap keren oleh XO.
Di antara keriuhan musik dan para remaja yang asyik menari, sepasang remaja terlihat berusaha membelah kerumunan orang yang tengah bergerak gila mengikuti alunan musik. Tangan mereka bertautan dengan erat, seakan tak ingin terpisah saat berusaha keluar dari kegilaan ruang keluarga rumah Juho. Sesekali pemuda yang berjalan memimpin di depan menoleh ke belakang, memastikan gadisnya berada tepat di belakangnya.
“Yeonchan-a, kita mau ke mana?” sang gadis bertanya setengah berteriak agar pemuda bernama Yeonchan di depannya mendengar.
Yeonchan kembali menoleh dan memamerkan senyum di wajah tampannya. “Aku mencari Juho. kita sudah datang di pesta ini sejak sepuluh menit yang lalu. tapi, aku belum bertemu salah satu dari mereka,” balas Yeonchan setengah berteriak.
Gadis itu terdiam mendengar balasan Yeonchan. Tanpa perlu dijelaskan lagi, gadis itu tahu siapa yang di maksud mereka oleh Yeonchan. Tak ada percakapan lagi di antara pasangan remaja tersebut. keduanya sibuk berusaha keluar dari keriuhan remaja yang asyik menari. Mereka akhirnya bisa bernapas lega saat keluar dari kerumunan gila tersebut. Yeonchan mengedarkan pandangannya mencari komplotannya.
Senyum merekah di wajah tampan Yeonchan saat menemukan komplotannya tengah asyik berkumpul di ruang duduk rumah Juho. Geng XO berada dalam format lengkap di ruang duduk, minus dirinya.
Sejoon yang menyadari kehadiran Yeonchan segera mengangkat tangannya. Memberi isyarat agar Yeonchan bergabung. Yeonchan pun bergabung dengan Juho, Sejoon, Jungin yang asyik menyesap minuman yang Yeonchan yakini sebagai minuman beralkohol.
“Kenapa kau lama sekali, Chan? Pesta dimulai sejak setengah jam yang lalu,” tegur Sejoon.
“Sorry, aku harus menjemput gadis kesayanganku dulu sebelum kemari,” balas Yeonchan yang kini menarik gadisnya yang sejak tadi masih berdiri agar duduk di sebelahnya.
“Woaw, apa benar gadis cantik yang kau bawa ini Yoon Soomin dari kelas akselerasi itu, Chan?”
Jungin menatap takjub Yoon Soomin, gadis yang menjadi selebriti baru SMA Daekyung karena berhasil menarik perhatian Park Yeonchan—salah satu most wanted boy di sekolah. Bahkan gadis cantik dan sederhana kini menyandang status sebagai kekasih Park Yeonchan.
Lengan Yeonchan bergerak merangkul pinggang Soomin dengan protektif. Manik hitamnya berkilat penuh intimidasi sekaligus bangga. Yeonchan melemparkan senyum manis miliknya hanya untuk gadisnya, Yoon Soomin.
“Tentu saja. Tidakkah kalian setuju jika Soominku ini sangat cantik?” tanya Yeonchan dengan nada penuh kepemilikan pada teman-temannya.
Juho menyesap red winenya dengan perhatian yang tak lepas pada Soomin sebelum memberikan komentarnya. Juho akui, Yeonchan tak salah memilih Soomin sebagai gadisnya. Yoon Soomin seperti berlian tersembunyi di antara siswi SMA Daekyung yang menginginkan status yang dimiliki Soomin saat ini. siapa yang menyangka di balik balutan dress sederhana berwarna putih yang dikenakannya, Soomin tampak anggun seperti seorang dewi.
“Aku tak menyangka di balik seragam sesuai aturan, Yoon Soomin tampak berbeda dengan mengenakan dress sederhana seperti sekarang,” puji Juho seraya mengangkat gelas winenya sebagai tanda ia begitu mengagumi Soomin.
Soomin tersenyum canggung mendengar pujian yang diberikan Juho. Meskipun ia sudah mengenal Juho, Sejoon dan Jungin, yang merupakan sahabat Yeonchan, Soomin masih merasa aneh. Soomin merasa aneh berada ditengah kelompok pemuda yang begitu eksklusif di sekolahnya.
“Terima kasih, Juho~ya,” balas Soomin seraya menganggukkan kepalanya singkat.
“Juho~ya, aku butuh privasi. Aku tidak ingin terlibat kegiatan pada pesta malam ini,” Yeonchan tiba-tiba mengalihkan topik pembicaraan.
“Biar kutebak, kau pasti tak ingin kecantikan Soomin menarik perhatian pemuda yang hadir di acara malam ini, bukan?” ucap Jungin dengan seringai jahil terukir di wajahnya.
Yeonchan memberikan high fivenya pada Jungin sebagai jawaban. Yeonchan tentu merasa kesal dan jengah dengan tatapan yang diberikan para siswa yang hadir pada pesta malam ini. Yeonchan tak ingin sesuatu yang menjadi miliknya diperhatikan laki-laki lain. Sebut saja, Park Yeonchan itu posesif.
“Kau pergi saja ke lantai dua. Aku yakin tidak akan ada yang berani menginjakkan kaki di sana,” jawab Juho setengah malas karena ia sedang asyik dengan redwinenya.
Tanpa membuang waktu, Yeonchan beranjak dari duduknya. Dengan lembut, tangannya meraih tangan Soomin untuk ikut pergi bersamanya.
“Kalau begitu, aku dan Soomin akan berada di lantai dua.”
~FORGIVENESS~
Yeonchan menatap lembut sosok yang tengah duduk di sofa salah satu kamar yang baru saja ia dan Soomin masuki. Soomin mengamati interior kamar tamu tersebut. Gadis itu tak menyadari jika Yeonchan sedang memperhatikan tingkahnya, hingga manik Soomin beralih pada Yeonchan yang berdiri sambil bersandar dengan nyaman pada pintu kamar yang telah tertutup.
“Yeon~a, kenapa kita ke sini? Kita ‘kan bisa saja mengobrol di luar. Tidakkah kau lihat ada ruang duduk juga di lantai dua ini?”
Soomin menatap Yeonchan kesal. Wajah cantik Soomin memberengut karena sejak tadi Yeonchan tak mendengarkan ucapannya dan malah menarik dirinya masuk ke salah satu kamar tamu yang berada di rumah mewah Juho.
“Kalau kita mengobrol di ruang duduk, aku yakin pasti ada yang datang menginterupsi kita.”
Yeonchan melangkah mendekati sofa tempat Soomin duduk. Pemuda itu kemudian menghamburkan dirinya memeluk Soomin. Sesekali Yeonchan mengubur hidungnya pada lekukan leher Soomin yang terekspos bebas karena dress yang dikenakannya. Yeonchan menghirup sebanyak mungkin aroma Soomin yang menyegarkan—aroma citrus.
“Yeon berhentilah bersikap seperti ini,” Soomin mendorong sedikit tubuh Yeonchan agar menjauhi dirinya. Meskipun Soomin sudah terbiasa dengan skinship yang dilakukan Yeonchan, tapi ia masih merasa jengah. Seperti ada sesuatu yang menggelitik perutnya saat napas Yeonchan menyapu lehernya atau berdekatan seperti ini.
“Soomin-a....” panggil Yeonchan seraya menatap lekat wajah Soomin. Memperhatikan dengan baik setiap bentuk dan sudut yang ada di wajah gadis itu. wajah yang selalu hadir di dalam pikiran Yeonchan.
Soomin menggumam dan balas menatap Yeonchan. Soomin sadar ia telah melakukan kesalahan. Manik cokelatnya kembali terjerat pesona yang dipancarkan manik hitam di depannya. Manik hitam yang selalu berhasil mengambil alih kesadarannya. Soomin sadar, manik hitam milik Yeonchan yang berhasil membuatnya jatuh hati pada pemuda berwajah manipulatif tersebut.
Yeonchan tersenyum lembut seraya mengusap sebelah pipi Soomin dengan penuh perasaan. Sebelum Soomin sadar, Yeonchan menarik tubuh ramping Soomin semakin mendekat padanya. Perlahan, Yeonchan menyapukan bibirnya dengan lembut pada bibir Soomin. Menciumi seluruh wajah manis gadis di depannya dengan penuh perasaan, hingga bibirnya tertuju pada tujuan awal Yeonchan, bibir merah muda milik Soomin.
Ini bukan pertama kalinya, Soomin berciuman dengan Yeonchan sejak mereka berpacaran. Tangan Yeonchan menyentuh tengkuk Soomin saat merasakan gadisnya membalas ciumannya. Yeonchan mengambil alih kendali dengan memperdalam tautan mereka. Hingga akhirnya tautan lembut berubah menjadi lebih dalam dan semakin menuntut.
Suasana ruangan yang semula begitu sejuk karena pendingin udara menyala, berubah menjadi panas. Soomin tak lagi duduk rapi seperti sebelumnya. Gadis manis itu sudah berada di bahwa kurungan tubuh tinggi Yeonchan. Jika saja keduanya tak menyadari kebutuhan oksigen pada paru – paru mereka, mungkin bibir mereka masih terus bertautan.
Napas keduanya terengah. Yeonchan menempelkan dahinya pada dahi Soomin. Sebuah seringai puas tergambar di wajah sejuta ekspresi milik Yeonchan. Yeonchan menyuJungin apa yang telah ia lakukan pada Soomin. Sejak pertama kali melihat Soomin di sekolah, Yeonchan telah menaruh hati pada gadis ini. hingga sebuah pemikiran gila memasuki otaknya.
“ Soomin~a....”
Soomin membuka kelopak matanya yang sempat tertutup. Entah kenapa jantung Soomin berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya saat mendengar suara Yeonchan yang berbeda dari biasanya. Lebih serak dan berat.
“Hmm?”
“Kau milikku ‘kan?”
Soomin merasa sekujur tubuhnya kaku sekaligus merinding mendengar pertanyaan yang diajukan Yeonchan. Manik hitam itu seolah sedang memindai dirinya, membuat Soomin kembali terjebak pada pesona yang dipancarkan Yeonchan.
“Y-ya,” Suara Soomin bergetar antara rasa ragu dan gelisah.
Sebuah perasaan aneh mulai memenuhi dirinya saat menyadari tubuhnya melekat sempurna dengan tubuh Yeonchan yang menjulang di depannya. Tubuh tinggi Yeonchan telah mengurung dirinya.
“Kalau begitu, bisakah aku melakukan sesuatu yang lebih dari sekadar ini?”
Sebuah kerutan muncul di dahi Soomin mendengar pertanyaan Yeonchan. Soomin tak mengerti arah pembicaraan Yeonchan. “Maksudmu?”
“Bisakah aku memilikimu seutuhnya?”
Soomin menatap tepat di kedua manik Yeonchan. Soomin mencari arti dari pertanyaan yang diajukan Yeonchan padanya. Detik itu juga, Soomin sadar ia tak mampu menolak apapun yang Park Yeonchan inginkan.
Lagipula, bukankah pemuda di depannya adalah Park Yeonchan? Pemuda yang selalu menghiasi pikiran dan hati Soomin setiap waktunya.
Dengan sebuah anggukan singkat dan wajah yang bersemu, Yoon Soomin membiarkan Park Yeonchan memiliki dirinya seutuhnya.
~FORGIVENESS~