Aku sudah menyimpan banchan buatan Eomma di kulkas. Aku juga membawakanmu beberapa vitamin. Makanlah dengan baik. –Hyunso
Soomin tersenyum membaca pesan yang baru saja masuk ke ponselnya. Mengetahui Soomin sempat sakit, Hyunso menghentikan aksi mogok menemui Soomin dan kembali bertugas mengantarkan banchan Bibi Jung. Kini, Hyunso juga rajin membawakan vitamin untuk Soomin. Mengingat perhatian yang begitu besar dari Hyunso, membuat hati Soomin menghangat. Hyunso sudah seperti kakak laki-laki baginya.
Atensi Soomin beralih, selesai membalas pesan Hyunso, maniknya bergulir memperhatikan venue tempat peluncuran MenXHealth besok. Senyum mengembang di wajah Soomin saat perempuan itu begitu puas mengecek segala persiapan untuk besok. Soomin tahu, ia memang tak memiliki andil dalam persiapan acara peluncuran ini karena semua telah dikerjakan oleh tim dari perusahaan Yeonchan. Hanya saja, Soomin tak bisa lepas tanggungjawab karena ia perlu melaporkan perkembangan proyek pada atasannya, Direktur Byun.
Saat matanya menelusuri setiap sudut venue acara, Soomin merasakan sesuatu yang hangat melingkari pinggangnya. Sontak, Soomin menoleh dan menemukan Yeonchan tengah tersenyum padanya seraya memeluk erat dirinya dari belakang.
“Direktur Park, tidak baik Anda melakukan hal seperti ini di tempat umum. Tempat ini penuh dengan para pegawaimu,” tegur Soomin dengan nada jenaka.
“Aku tak peduli. Aku hanya ingin memeluk perempuan milikku,” balas Yeonchan yang kini menumpukan dagunya pada salah satu bahu Soomin, membuat napas hangat Yeonchan menyapu kulit leher Soomin.
“Direktur Park, saya tak ingin tersebar rumor aneh karena sikap Anda. Saya mohon mengertilah,” ucap Soomin yang merasa jengah karena banyak pegawai Yeonchan yang hilir mudik di venue ini.
“Baiklah. Aku akan melepaskanmu dengan satu syarat.”
“Silakan Anda ajukan syarat itu, Direktur Park.”
Yeonchan mengencangkan tangannya pada pinggang Soomin membuat tubuh perempuan itu semakin merapat pada tubuhnya. Senyuman tipis tersungging di wajah tampan direktur muda tersebut.
“Kau harus datang ke acara makan malam keluargaku dan bertemu kedua orangtuaku yang akan pulang bulan depan, okay?”
Soomin membalikkan tubuhnya menghadap Yeonchan. Matanya membulat sempurna karena terkejut. Soomin tak pernah menyangka Yeonchan akan mengatakan hal seperti itu padanya.
“Yeonchan, kau....”
“Okay, kuanggap kau setuju. Bulan depan kau akan bertemu orangtuaku. Eomma sudah tak sabar ingin melihat bagaimana rupamu sekarang,” putus Yeonchan sambil mengurai pelukannya pada pinggang Soomin.
“Yeonchan, kenapa kau selalu memutuskan secara sepihak? Aku....”
Cup!
Soomin terbelalak dengan tindakan yang Yeonchan lakukan. Pria itu baru saja mengecup bibirnya. Rona merah menjalari pipi Soomin, perempuan itu mendaratkan pukulannya pada lengan Yeonchan.
“Park Yeonchan!”
“Aku tak mau mendengar jenis penolakan apapun. Aku anggap kau sudah setuju. Tak ada bantahan, baby. Kau akan menemui orangtuaku bulan depan. Sekarang, ayo kita makan siang bersama, aku yakin kau sudah lapar,” ajak Yeonchan dengan senyum penuh kemenangan. Yeonchan kemudian meraih tangan Soomin, menggenggamnya dan mengajak Soomin pergi meninggalkan venue acara.
~FORGIVENESS~
Acara peluncuran MenXHealth begitu meriah. Tamu undangan yang sangat berpengaruh pada dunia media dan fashion menjadi deretan yang menduduki barisan VIP dekat panggung. Keriuhan tidak hanya terjadi di venue acara, tapi juga terjadi di luar Hotel Royal Seoul,yang menjadi saksi bukti pelebaran sayap bisnis perusahaan keluarga Park di bidang media, menggandeng perusahaan raksasa yang tak perlu diragukan lagi eksistensinya di bidang media Korea Selatan, Byun Media Group.
Seluruh wartawan majalah bisnis dan beragam wartawan stasiun televisi, meliput keriuhan yang terjadi di lobi Hotel Royal Seoul. Kilatan blitz kamera seperti menghujani lobi, mengabadikan tiap sosok yang menghadiri acara peluncuran majalah yang digadang akan menjadi salah satu majalah trend kesehatan paling ternama di Korea.
Soomin berdiri tepat di pintu masuk venue acara, perempuan cantik itu perwakilan Byun Media Group yang memberikan sapaan pertama pada para tamu undangan. Soomin tersenyum ramah menyapa para tamu meskipun sebenarnya ia merasa gugup setengah mati. Malam ini adalah penentuan dari kerjasama yang selama ini menjadi tanggung jawabnya.
“Soomin Eonnie! Astaga kau cantik sekali!” pekik Yejung yang menghampiri Soomin. Junior Soomin itu langsung memberikan pelukan dan kecupan hangat di kedua pipi Soomin.
“Terima kasih sudah datang, Yejung-a. Aku... sangat gugup malam ini. Kau tahu ‘kan betapa berartinya malam ini untukku?” Soomin menggenggam erat tangan Yejung.
“Aku yakin majalah kerjasama ini akan menjadi majalah trend yang daebak! Ah ya, kudengar acara malam ini bukan hanya peluncuran MenXHealth, apa benar?”
“Em. Malam ini Direktur Park juga akan mengumumkan nama baru perusahaannya. Mengingat perusahaannya ‘kan sudah bukan hanya di bidang properti.”
Belum sempat Yejung memberikan komentar atas ucapan Soomin, suara heboh yang terjadi di lobi Hotel Royal Seoul, membuat perhatian kedua perempuan cantik itu beralih. Keduanya merasa heran dengan keramaian yang terdengar tak biasa tersebut. keduanya lantas melangkah bersama untuk melihat apa yang terjadi di bagian red carpet peluncuran MensXHealth malam ini.
“Oh My God!” Yejung mengungkapkan rasa terkejutnya saat mengetahui keriuhan yang terjadi di red carpet.
Soomin dan Yejung melihat lima sosok menawan yang berada di red carpet. Entah bagaimana, saat ini Direktur Byun, Kim Jungin, Oh Sejoon, Kim Juho dan Direktur Park, muncul di red carpet secara bersamaan. Kelima pria yang kelebihan kadar ketampanan itu serempak mengumbar pose terbaik dan sapaan pada para wartawan.
Soomin terkejut melihat kehadiran geng XO semasa sekolah dalam formasi lengkap dengan tambahan Direktur Byun. Sejujurnya, Soomin heran mendapati Kim Juho malam ini, mengingat Juho yang ia ketahui adalah seorang profesor muda di sebuah universitas. Perempuan itu menunduk untuk melihat tabletnya dan mendapati nama Kim Juho berada dalam deretan tamu undangan malam ini sebagai salah satu investor dari Byun Media Group dan Park Land Corp.
Setelah mendapatkan informasi kehadiran Kim Juho pada malam ini, perhatian Soomin tertuju pada seseorang. Hanya melihat dari jarak yang jauh, Soomin merasa jantungnya berdegup kencang. Satu-satunya orang yang mampu membuat jantungnya berdegup kencang selama ini adalah Park Yeonchan. Pria yang malam ini tampil begitu tampan dan membuat Soomin mendesah dalam hati karena ketampanan dari pria miliknya.
~FORGIVENESS~
“Demikian, malam ini, saya resmikan nama baru dari Park Land Corp adalah Park Group, sebagai bukti pengembangan dari Park Land yang telah merambah hampir semua sektor bisnis, tak hanya berfokus pada sektor properti dan sebagai bukti revolusi perusahaan keluarga ke arah yang lebih baik lagi. Sekian dari saya, terima kasih dan selamat malam.”
Park Yeonchan mengakhiri pidatonya pada acara malam ini. Setelah Byun Baekki yang lebih dulu memberikan pidatonya mengenai peluncuran hasil kerjasamanya dengan perusahaan Park. Park Yeonchan berdiri di depan ribuan kilatan blitz dengan begitu tenang dan santai, seolah ia telah terbiasa dengan semua itu. Romannya masih menyunggingkan senyuman lebar, membiarkan para pencari berita mengabadikan setiap ekspresi dirinya.
Satu hal yang terlintas di pikiran Soomin sesaat setelah Yeonchan menyelesaikan pidatonya adalah bangga. Soomin tak menyangka pria yang berdiri di podium dan memberikan pidatonya di hadapan khalayak malam ini adalah pria yang ia cintai. Acara malam ini menjadi salah satu deretan bukti kesuksesan Park Yeonchan mengemban tugas sebagai pemilik baru dari perusahaan keluarga Park. Bisa dipastikan, esok pagi seluruh majalah ekonomi akan memuat prestasi terbaru Direktur Park dari Park Group. Itu sebabnya, Soomin tak bisa melepas senyuman saat melihat Yeonchan melangkah turun dari podium.
Yeonchan tersenyum lebar ke arah Soomin yang duduk di deretan tim Byun Media. Tanpa mempedulikan para wartawan yang masih menyorot dirinya, Yeonchan melangkah ke arah Soomin dan kemudian duduk di sebelahnya. Tak peduli, jika ia tak seharusnya duduk di sebelah Soomin.
“Soomin-a, setelah ini ada after party. Kau ikut, bukan?” ucap Yeonchan pelan tak ingin mengganggu jalannya acara selanjutnya.
Soomin menoleh dan menganggukkan kepalanya. “Kau juga ikut ‘kan?”
“Sure. Lagi pula, aku ikut karena tak ingin ada yang macam-macam pada milikku yang begitu cantik malam ini,” balas Yeonchan menggoda Soomin.
Soomin merasakan pipinya menghangat akibat ucapan Yeonchan. Soomin berpura-pura kesal dan memilih menikmati rangkaian acara selanjutnya. Meski sebenarnya, jantung Soomin bekerja lebih cepat dari biasanya karena magnet ketampanan yang begitu kuat dari pria di sebelahnya.
Gosh! Park Yeonchan sangat tampan malam ini.
~FORGIVENESS~
Yeonchan menarik gelas flute yang baru saja di ambil Soomin. Ekspresi yang tergambar di roman Yeonchan begitu tegas, pria itu tak ingin di bantah.
“Yeonchan, sekali lagi saja, please...”
“Kau sudah minum lebih dari yang kuperbolehkan,” balas Yeonchan tegas dan kini menyesap habis isi gelas flute yang ia rebut dari Soomin.
Soomin mengerucutkan bibirnya melihat Yeonchan menghabiskan wine yang sengaja ia ambil. Perempuan itu merasa tak adil dengan sikap Yeonchan yang membatasi dirinya, sementara pria itu sudah berulang kali menikmati sajian minuman malam ini. Dan sama sekali tak ada tanda bahwa Yeonchan mabuk.
“Kau tak adil. Sejak tadi, kau sudah mencicipi beragam minuman di sini. Tapi, aku hanya bisa minum dua gelas saja. Kenapa kau bisa minum banyak?” gerutu Soomin sambil mencebikkan bibirnya kesal.
Karena bahaya kalau kau sampai mabuk, balas Yeonchan dalam hati. Tangan Yeonchan kemudian meraih pundak Soomin dan merangkulnya. “Hmm karena aku tidak mudah mabuk. Sementara kau, tiga sampai empat gelas saja pasti membuatmu kepayahan, hahaha,” balas Yeonchan sambil tertawa.
Muka Soomin semakin menekuk mendengar balasan Yeonchan. Soomin tahu, sejak dulu, diantara anggota geng XO, Yeonchan salah satu yang kuat minum alkohol. Pria itu tak mudah mabuk hanya karena minum beberapa gelas seperti sekarang. Sementara Soomin? Ah, Soomin benci mengakui ucapan Yeonchan, tapi memang benar. Tiga sampai empat gelas pasti sudah membuat Soomin kepayahan.
Yeonchan menoleh saat melihat Kai melambaikan tangan padanya dari seberang ruangan. Manik hitam Yeonchan bergulir pada Soomin yang masih dalam mode ngambek padanya. Yeonchan tersenyum dan mengecup sekilas dahi Soomin.
“Sebentar ya, aku akan segera kembali.”
Soomin mendengus sebagai balasan. Sebuah seringai nakal kini muncul di wajah Soomin. Kesempatan emas, perempuan itu segera mengambil minuman yang dihidangkan seorang waiter dan menyesap minuman tersebut, menikmati sensasi alkohol yang mengaliri tenggorokannya.
~FORGIVENESS~