Hari minggu setelah pesta ulang tahun Ika yang riuh diakhir acara itu Ika dan Heyla tidak pergi kemana-mana, mereka hanya asik bersantai dirumah.
"Eh kalian gak keluar?" Tanya Hasa, Abang dari Ika
"Enggak bang, gak tahu mau kemana" jawab Ika
"Pesan go food yok. Abang traktir?"
"Hah serius? Tumben Lo baik"
"Mau apa enggak"
"Mau!" Antusias Ika dengan cepat menarik Handphone Hasa, dia langsung memikirkan untuk memesan apa
"Eh Ela, Lo cantik loh semalam, gue lupa muji" ucap Hasa yang membuat Heyla mengalihkan tatapannya dari Novel yang ia pegang
"Oowwww.... Baru tahu Lo yah? Kayaknya dikampung nya dia itu kembang desa kan bang"
"Iya, kalo Lo ajarin dia dandan bergaya pasti dia diluan laku daripada Lo"
Heyla tertawa ketika melihat Ika langsung memukul bahu abangnya, laki-laki yang satu itu memang hobi menjahili Ika seperti Leri dan Atrus menjahili Heyla.
Hari itupun berlalu begitu saja, pada sore harinya Heyla pulang kerumah diantar oleh Ika. Semua berjalan normal, tanpa ada bahasan mengenai kejadian semalam. Hingga hari Senin pun muncul kembali.
Heyla sedang bersiap-siap pergi sekolah, biasanya dia akan mengikat rambutnya kini dia menggerai rambut panjangnya yang lumayan bergelombang. Tapi kacamata tetap bertengger di hidung dan wajahnya tidak berias.
"Tumben gak ngikat rambut" ucap Leri yang belum berangkat sekolah. Sedangkan Atrus sudah pergi sejak tadi, sepertinya ada praktek disekolah
"Sesekali bang, udah yah Ela pergi dulu"
Ia segera berjalan ke tempat bus seperti biasa, sampai sebuah mobil tiba-tiba mengklakson didepannya saat ia hendak menyebrang.
"Ela!"
"Eh Nicki Minaj, Ngapain Lo?"
"Mau kesekolah, tumben aja liat Lo disini dan gue lagi baik ngasih gratisan" bohong Zuke, sebenarnya ia memang menunggu Heyla jari ini karena dia membawa mobil, entah kesambet apa dia memilih membawa mobil kesekolah padahal lebih simpel jika naik motor nya seperti biasa
"Uuu.... Kalo gratis mah siapa yang nolak coba"
Heyla langsung berjalan menuju bangku belakang
"Kenapa gak didepan aja?" Tanya Zuke keheranan
"Kata Ika kalo cowok bawa mobil disamping itu bangku pacarnya, jadi gue selaku Bos Lo harus ngalah"
"Hahaha, sebelum gue punya cewek Lo boleh nempatin deh Bos, cepat kedepan aneh-aneh aja Lo"
Heyla ikut tertawa dan keluar lagi untuk duduk didepan, dia memang tidak pernah canggung dan sok jaim pada orang, apalagi Zuke.
"Yaudah yok"
Mereka berdua pergi bersama ke sekolah, karena parkiran motor dengan mobil berbeda Heyla dan Zuke menuju parkiran mobil yang luas.
"Lo yakin? Gue turun barengan sama Lo?"
"Emang kenapa?" Heran Zuke
"Yah nanti Lo gak enak kalo dibicarain orang woi, belum lagi gebetan rahasia Lo kalo liat gimana"
"Apasih La... Lo pagi-lagi bikin gemas aja dah. Yok keluar mobil sebelum gue congkel usus Lo"
Zuke langsung keluar dari mobil meninggalkan Heyla yang sedikit cengo.
"Gemas? Kesambet tuh anak?" Batin Heyla. Ia pun menyusul Zuke untuk keluar dari mobil.
Diluar pemandangan mata siswa-siswi sudah memperhatikan mereka. Karena cowok yang dulu memang terkenal sudah dekat dengan orang apalagi akrab dengan cewek kini malah membawa Heyla dengan mobilnya yang dipakai ketika hujan pagi doang.
"Eh mereka jadian?" Bisik siswi lain dengan Temannya, Heyla bisa merasakan tatapan itu
"Eh Nicki, lihat apa gue bilang?" Ucap Heyla
"Bodo amat ajalah, yok ke kelas"
"Hadeh... Kalo punya teman good looking memang gini yah, susah. Deket susah..... Jauh juga susah" ucap Heyla yang bahkan tak sadar Zuke baper dengan perkataan
"Gue duluan aja, lagian kelas kita beda ruang, bye" ucap Heyla pergi sebelum kesadaran Zuke kembali
Setelah Heyla pergi Zuke tersenyum tipis kemudian melanjutkan perjalanannya, ia segera menuju kelas sendiri.
Dikelas Zuke Sondia dan Lily sedang mengobrol bersama. Mereka sedang merencanakan sesuatu
"Gimana? Kali ini target kita harus yang berani ngomong. Jangan terlalu lemah" ucap Lily
"Dan gue bosan becandain adek kelas. Gue pingin yang seangkatan sama kita"
Semenjak mereka kelas dua mereka hobby 'bercanda' dengan adik kelas, dimana bercandaan ini hanya dianggap lucu dan mem bahagiakan satu pihak saja, yaitu pihak Lily, Sondia dan Zico.
"Kalo angkatan kita gimana? Jujur aja gue enek banget dan pengen ngomelin Si Vivi, selama ini gue nahan buat gak ngomentari dia. Gue rasa dia harus di semprot sesekali biar sadar" ucap Sondia
"Bener! Menurut gue dia sok kalem banget njir... Terus muka nya itu loh ih pengen gue bentuk kayak slime, tampang nya ngeselin"
Mereka dua saling senyum, mereka sudah menemukan target yang tepat lagi. Berdasarkan data sekolah ada beberapa siswa yang selalu pindah setiap semesternya, ada dua atau tiga. Alasannya selalu tidak jelas, bahkan orang tua murid hanya tahu anaknya itu tak bisa mengikuti pelajaran saja.
Heyla sudah sampai dikelasnya, dan seperti biasa teman-teman akrabnya menyambut dengan berbagai tingkah.
"Azzekk.... Rambutnya wuuu" ucap Rico sambil mengibaskan rambut Heyla
"Ih! Berantakan b**o! Nih pegang Ikat rambut gue" Heyla memberikan ikat rambut nya untuk dijadikan gelang oleh Rico. Tentu saja dengan senang hati laki-laki itu memasangnya di pergelangan tangannya
"Hahah Lo dijambak dulu baru digerai, masih sakit?" Tanya Ika
"Lumayan" ucapnya
Mereka sedang asik mengobrol dibangkunya, tiba-tiba Rico datang ke meja mereka sambil membuat wajah sok imut
"Njir, ngapain Lo?" Tanya Heyla yang memang duduk paling pinggir
"Gue lupa, Lo belum cerita kejadian sebenarnya sama gue"
"Oh.... Nanti aja pas istirahat, gue males cerita ke Rudy yang pasti nanyain juga"
"Dih! Gue mau sekarang! Jangan sampe gue mikirin elo pas pelajaran bahasa Indonesia!" Ngotot Rico
"Ih gue bilang nanti yah nanti"
"Ah bodo!" Kesal Rico kembali kebangkunya
Diluar ruangan kelas Rudy dan Aland sedang berjalan di koridor, mereka sempat jumpa diparkiran.
"Eh wait gue mau ke kamar mandi, tolong Lo kasih ini sama Heyla" ucap Aland sambil menyodorkan 'Hair spray'
"Hah? Ahaha ngapain Lo ngasih dia semprotan vitamin?"
"Kan dia baru jambakan, yaudah gue kebelet, gak usah bilang dari gue. Bilang aja dari Rico"
Aland putar balik menuju kamar mandi dan Rudy melanjutkan langkahnya menuju kelas. Teman-teman sekelas sudah mulai ramai disana.
"Nih! Biar rambut Lo gak jadi botak" ucap Rudy sambil meletakan plastik berisi hair spray pemberian Aland
"Whoa..... Kok Lo so sweet banget sih Udy... Sumpah kalo Lo gak teman gue pasti udah gue pacarin" ucap Heyla
"Ih mulut Lo tu yah" protes Udy yang terkadang kesal dengan tingkah Heyla yang bisa membuat orang salah paham
Dikamar mandi laki-laki Aland bertemu dengan Zico mereka yang asik dengan kegiatan masing-masing akhirnya berbicara tentang kejadian semalam.
"Sebenarnya Lo yang godain Heyla, atau Heyla godain Lo?" Ucap Aland sinis
Zico tertawa kecil mendengarkan pertanyaan Aland
"Menurut Lo?"
"Cih, gue yakin Lo yang gatal dan gak terima kalo ternyata selama ini cewek yang Lo ejek bisa secantik itu"
"Wow, tebakan yang luar biasa. Gue akui dia cantik, tapi tetap saja cewek yang lebih cantik masih banyak. Dan... Tetap aja dia cupu" ucap Zico dan segera pergi meninggalkan Aland yang mulai kesal
Aland sudah kembali ke kelas, tepat saat guru mata pelajaran juga baru masuk. Ia langsung duduk diam dibangkunya tanpa mengatakan apapun seperti biasanya.
Saat sang guru mulai berkoar mengenai materi Aland melirik Kearah bangku Heyla yang berada didepannya bagian kiri. Ia sadar rambut Heyla di gerai hari ini, ia jadi teringat penampilan Heyla saat acara ultah Ika semalam.
"Eh itu apa?" Ucap Aland melihat ikat rambut di tangan Rudy
"Oh.. ikat rambut Heyla. Tadi sama Rico tapi di oper ke gue"
Jam pelajaran pertama berlangsung dengan lancar, tentu saja dengan beberapa siswa yang tidur dan makan didalam kelas. Saat bel berbunyi Heyla langsung berjalan menuju meja Aland dan Rudy. Tangannya ia tengadahkan seolah meminta sesuatu.
"Nih" ucap Rudy sambil memberikan ikat rambut Heyla
"Lo gak pande ikat sepatu yah, dari dulu kalo Lo pake sepatu tali gak pernah beres" ucap Heyla melihat sepatu Rudy
Heyla menarik kursi dan duduk disana kemudian ia menarik kaki Rudy, meletakkan kaki Rudi saru persatu secara bergantian di pangkuannya dan memperbaiki ikatan tali sepatunya.
Aland hanya memperhatikan kegiatan kedua orang itu dengan bersilang d**a.
"Eh Land, Lo sadarkan Lo udah gabung sama geng kita?" Tanya Heyla sambil menurunkan kaki Rudy
"Iya, terus?"
"Yah Lo harus tahu kalo di kelompok kita itu semua kayak saudara, harus saling respect. Dan... Saling ngedukung tentunya. Sebenarnya banyak sih yg tapi Lo harus ngerasain sendiri aja peraturan alamnya gimana" ucap Heyla
"Woi! Ela! Kenapa Lo pada belum ke kantin kacang! Gue sama Ika udah nunggu!" Teriak Rico yang kembali kekelas karena Heyla, Zuke dan Rudy tak kunjung datang ke kantin
"Iya ini nyusul!"
Heyla berdiri dan menarik kedua lengan baju Rudy dan Aland.
"Cepetan sebelum singa betina ngamuk" ucap Heyla
"Dia gak betina La, Rico itu jantan"
"Yang gue maksud itu Ika dodol"
"Kalo dia mah jantan tapi betina"
Heyla dan Aland tertawa sambil berjalan menuju kantin. Sekarang kelompok mereka benar-benar menjadi trending topik sekolah. Ada dua paket komplit disana, yaitu Zuke dan Aland. Seolah mustahil saja jika orang seperti Heyla, bisa bergabung diantara mereka.
"Wah... Udah ada aja makanannya yah" ucap Heyla melihat bakso kegemaran nya sudah tersedia
"Enak kan? Dateng-dateng tinggal makan...." Omel Ika
"Yaelah ngambek...."
"Eh cepat ceritain gimana kejadian semalam sebenarnya, gue udah nanya Ika dan dia justru ngasih spoiler yang bikin gue makin penasaran"
"Emang kalian penasaran?" Ucap Heyla sambil memasukkan sesendok kuah bakso ke mulutnya
"Iya dong!"ucap Rudy, Zuke dan Rico
"Aland enggak tuh" ucap Heyla sambil menatap Aland yang juga diserang tatapan sinis yang lain
"Gue juga penasaran, cepat cerita" ucap Aland panik
"Ahaha.... Jadi gini...." Untuk kedua kalinya Heyla menjelaskan kejadian semalam panjang lebar, mereka semua mendengarkan sambil makan, Heyla yang menjadi Motivator dimeja itu hanya bisa mencicip baksonya sesekali
Dilain tempat tepatnya di atap sekolah yang jarang dikunjungi karena sepi ada Sondia, Vivi dan Lily.
"Ngapain kesini?'' tanya Vivi yang terpaksa mengikuti Sondia dan Lily. Kedua gadis itu berjumpa dengan Vivi dijalan dan dengan paksaan dan tatapan mengancam
"Ini tempat nongkrong kita, oh iya gue lupa bilang mulai sekarang Lo masuk geng kita.Yey ..... Tepuk tangan dong" ucap Sondia sambil bertepuk tangan
~Jangan lupa beri komentar dan follow Author nya yah ❤️~