Heyla hanya diam melihat perempuan yang meneriakinya sedang berjalan mendekat.
"Jadi sekarang Lo nargetin Zico? Kayaknya dugaan Lili benar deh. Lo udah buka jasa sekarang?" Sinis Sondia
Zico yang menjadi biang keladi pergi mendekati Sondia dan Lili seolah tak mau memberikan klarifikasi.
"Semu cowok angkatan kita Lo deketin, cowok yang gue taksir Lo embat, dulu Zuke, terus Aland. Dan sekarang sahabat Gue?" Tanya Sondia
"Gue saranin Lo tanya sahabat Lo itu. Siapa yang menggoda siapa disini" balas Heyla dengan wajah biasa. Seolah tidak ada ancaman. Sondia dan Lili langsung menatap Zuke seolah meragukan laki-laki itu.
"Kalian percaya omongan dia?" Ucap Zuke dengan wajah tak percaya
"Gue udah habis kesabaran, dasar Lon.."
Plakkkk
Sebuah tamparan keras terdengar
"Jaga mulut Lo, jangan sebut profesimu itu didepan gue" datar Heyla yang baru saja menampar Sondia
"Dan Lo. Gue rasa sebutan b*****g lebih cocok untuk Lo ketimbang Rico" ucap Heyla lagi pada Zico
"Anj**g!!!" Teriak Sondia yang langsung menjambak Heyla
Mereka berdua saling menjambak rambut dipinggir Kolam, karena Heyla lebih tinggi dan kuat dibanding Sondia Lili ikut menolong temannya untuk mencelakai Heyla. Karena kerusuhan yang mereka buat orang-orang yang tadinya sibuk dengan diri masingmasing kini mulai mendekati area kolam.
"Eh itu Heyla sama Sondia!" Teriak murid yang berlari melewati meja Mabar Aland dkk. Otomatis mereka bertiga menghentikan permainan dan ikut mendekat
"Sondia! Murid lain datang!" Ucap Zico agar mereka berhenti berkelahi
Akhirnya jambakan mereka terhenti dan tangan mereka masing-masing terdapat rambut yang rontok. Kepala Heyla sangat sakit karena dijambak dua orang sekaligus saat detik terakhir.
Sebelum semua siswa semakin mendekat Heyla melihat Sondia tersenyum smirk dan pada khirnya ia menarik Lily bersamaan untuk masuk kedalam kolam seolah didorong oleh Heyla
Byurrrrr
Kolam itu lumayan dalam, dikarenakan baju mereka Sondia dan Lily berakhir seperti orang yang tak bisa berenang.
"Sondia!" Teriak Zico sambil melepas jas dan sepatunya. Ia melompat kedalam air untuk menyelamatkan salah satu.
Aland, Rudy, Zuke, Rico dan Ika sudah ikut menyaksikan kejadian itu. Mereka menatap Heyla dengan tatapan terkejut. Zuke juga langsung melompat untuk membantu Zico.
Sondia dan Lily sudah berada tepian kolam, semua siswa sedang berbisik melihat penampilan Heyla yang berantakan dan kejadian ia menyeburkan Sondia dan Lily.
Karena tidak tahan dengan tatapan fitnah itu Heyla berjalan dari daerah belakang untuk pergi dari sana. Ika langsung mengejar Heyla.
"Ela! La! Tunggu" teriak Ika
Akhirnya Heyla berhenti ditempat sepi.
"La kenapa Lo....." Belum sempat Ika menanyakan pertanyaan nya dia tertegun melihat cairan merah keluar dari hidung Heyla. Melihat ekspresi ika yang menatap ke hidungnya Heyla langsung menyentuh dan menyadari ada cairan yang keluar dari sana.
"Darah" batin Heyla
"Lo kenapa?" Tanya Ika panik
"Gue gak papa, ini gara-gara jambakan tadi jadi kepala gue pusing"
"Kalian kenapa sih?! Sekarang rambut lo pasti rontok tau!" Omelnya.
"Cerita nya panjang, lebih baik gue kekamar Lo aja sekarang. Anak lain pasti ngira gue biang keroknya. Gue bakalan jelasin nanti malam. Jangan sampe pesta Lo ini hancur"
"Yaudah, Lo ke kamar aja, bersihin diri Lo. Kalau ada bantuan panggil pembantu aja"
Heyla langsung beranjak memasuki rumah dan disambut oleh para pembantu, ia menuju kamar untuk membersihkan diri. Lagian kepala nya sedang pusing karena dijambak terlalu keras.
Ditempat yang masih ramai Ika mencari keberadaan Sondia dan Lily yang tadi menjadi biang kerok tukang rusuh.
"Ika! Mana Heyla? Udah tahu ini malam dia malah godain Zico dan nyeburin Sondia dan Lily ke kolam. Lo jangan coba-coba lindungi dia. Karena kami lihat sendiri mereka jambakan dipinggir Kolam" ucap siswi yang lain dan disetujui yang lain.
"Lo semua yakin Heyla yang salah? Seharusnya kalian dengar dari dua belah pihak" protes Ika
"Oh ya? Terus apa kata Heyla?" Tuntut yang lain
Ika tidak tahu harus menjawab apa karena dia belum menanyai Heyla.
"Gue gak tahu! Karena gue gak bisa nanyain itu sekarang ke dia. Barusan dia mimisan gara-gata satu lawan dua, kalo kalian memang merhatiin saat mereka bertengkar berarti kalian juga melihat pertarungan gak adil itu"
Semua siswa kembali diam, mereka sebenarnya kesal dengan Heyla. Terutama para perempuan yang selama ini kesal melihat Heyla yang sok asik dan dekat dengan semua orang. Tidak jelas sebenarnya mengapa mereka membenci Heyla. Tapi Karena kejadian sekarang kebencian mereka menjadi berlipat ganda. Apalagi Heyla menjadi cantik dan dekat dengan semua cogan sekolah.
"Sudahlah, gue nge hargain acara ultah Lo ini Ka. Apalagi ini jadi acara angakatan pertama kita yang semuanya hadir. Seharusnya acara ini gak hancur. Jadi lebih baik kita akhiri debat ini" Ucap salah satu cowok lain
Lily dan Sondia pun dijemput oleh supir mereka masing-masing. Zico juga sudah pulang dengan beberapa murid lainnya yang tak bisa pulang larut malam. Karena kejadian itu lebih dari setengah siswa pulang dengan cepat, hanya tersisa kaum nolep yang mager disana.
"Emang Heyla dimana sekarang?" Tanya Rudy pada Ika. Rico sudah pulang begitu juga dengan Zuke. Mama mereka sudah menelfon berkali-kali karena sudah larut malam. Aland yang tinggal sendirian belum pulang karena tidak ada yang menunggu dirumah.
"Dia dikamar gue. Tadi dia mimisan"
"Gue jadi penasaran kok bisa begini, siapa yang cari masalah sih" ucap Rudy
"Lo gak pergi ngeliat dia?" Tanya Aland
"Gue nunggu acara ini selesai, lagian dia mungkin sudah tidur"
Dilain tempat Heyla sudah selesai mandi dan melepas semua pernak-pernik nya. Rambutnya yang di dandan tadi sudah digeraikan.
"Awwww" ngilu Heyla
Beberapa bagian kepala nya ngilu ketika rambutnya tertarik oleh sisir. Jumlah rambutnya yang rontok juga bertambah, mungkin itu masih hasil jambakan tadi.
"Kepala gue sakit banget kalau diikat. Kayaknya untuk beberapa hari harus gue gerai" batin Heyla. Ia mengambil beberapavitamin rambut dari tasnya, agar rambutnya tidak mudah rontok.
Setelah selesai dengan rutinitas nya ia berjalan kearah jendela kamar Ika yang berada dilantai dua dan menghadap tempat pesta tadi.
"Sudah sepi banget, apa gara-gara kejadian tadi?"
Seketika Heyla merasa bersalah, seharusnya dia tidak meladeni 3 orang gila itu.
Tok tok tok
Pintu kamar terbuka dan menampilkan Ika yang baru masuk.
"Acaranya udah selesai, udah pada pulang" ucap Ika
"Ka, maafin gue yah. Pesta Lo jadi berantakan"
"Santuyyy, gue gak marah kok. Lagian udah larut malam wajar aja kalo udah pada pulang. Eits tapi gue mau dengar cerita versi Lo. Gue harus dengar cerita dari dua pihak" ucap Ika
Heyla mengangguk sambil tersenyum, Ika beranjak kekamar mandi setelah membersihkan makeupnya.
Selang beberapa lama Heyla menunggu Ika pun selesai dengan rutinitas malam nya yang sangat panjang.
"Gue ngantuk keburu nunggu Lo skincare an" keluh Heyla
"Gue kan cewek tulen"
"Terus gue KW gitu?"
"Mungkin, bodo ah. Sekarang jelasin apa yang sebenarnya terjadi tadi dari awal tanpa ada yang di skip"
"Oke jadi gini, pas gue....." Heyla menceritakan dirinya yang pergi jalan-jalan dan tiba di kolam, kemudian kedatangan Zico dan segala percakapan mereka, baik itu pujian jawaban dan tindakan Zico.
"Njirrrr!! Jadi ceritanya ini gara-gara Zico??"
"Ish bekum kelar Ka"
"Oke lanjut kan"
Cerita selanjutnya mengenai kedatang Sondia dan percakapan kasar milik kedua gadis itu. Sampai Heyla menampar Sondia karena terlampau kesal
"Mantap! Kalo gue jadi Lo udah gue bogem mukanya" ucap Ika antusias
"Nah karena itu dia marah banget sama gue terus mulai jambakan. Awalnya Lily itu penonton tapi karena lihat Sondia udah mau nangis dia nolongin. Karena siswa pada datang Zico nyuruh stop. Eh Mereka nyemplung sendiri ke kolam. Alhasil yah... Lo tahu sendiri"
"Gue ngerti sekarang, mereka sengaja ngejebak Lo"
"Emang mereka bilang apa?"
"Sesuai dengan cerita Lo, mereka bilang Lo godain Zico. Oh iya gue rasa Lo harus hati-hati sekarang La. Soalnya tadi banyak yang mihak ke mereka"
Heyla mengangguk paham, mereka membuat lampu hias yang membuat langit-langit kamar seperti Aurora berbintang.
"Eh La, gue pernah bilang kan kalo gue suka sama orang"
"Ih kenapa lagi sekarang? Lo sering curhat tentang dia tapi masih merahasiakan namanya dari gue"
"Gue bakalan kasih tahu kalo perasaan gue berbalas. Dan Lo gue tantang untuk nebak siapa orangnya"
"Alah, gue peka sama tingkah cewek kalo naksir orang Ka. Jangan anggap remeh deh"
"Terserah, yang jelas Lo harus nebak".
Mereka berdua menghabiskan malam dengan bercerita berbagai hal sampai ngantuk tak tertahankan. Mereka tidak ingat dengan jelas sejak kapan mereka tertidur dan bahasan apa yang terakhir dibahas.
Paginya mereka terlambat bangun karena kelelahan, saat sang mama datang ke kamar Ika dan membuka gorden cahaya siluet matahari menusuk mata mereka.
"Bangun....." Ucap Bu Suzy
"Ih bentar lagi Bun....." Keluh Ika
"Ini udah jam 11 ka. Bangun"
Heyla yang mendengar Omelan Bu Suzy langsung duduk dengan wajah malas. Dia sudah meregangkan badannya dan mengucek mata.
"Hai Bunda" Ucap Heyla, karena sudah lama bersahabat dan sering menginap satu sama lain Heyla memanggil ibu Ika dengan cara yang sama dengan Ika. Yaitu sebutan "Bunda"
Sedangkan Ika belum pernah bertemu dengan orang tua Heyla, ia terus mengatakan sinyal ditempat mereka sangat susah. Bahkan saat Ika ingin ikut berlibur kerumah Heyla maka Heyla tidak akan pulang dan tetap dirumah sang bibi saat hari libur.
"Cepat bangun dan mandi, bunda udah buat sarapan" ucap sang bunda
Paaaakkk
"Aww!!!!, Ih bunda bentar!!" Keluh Ika yang bokongnya dipukul
"Cepat bangun, awas kalo sejam kalian belum turun"
Dengan terpaksa Ika mengikuti jejak Heyla yang duduk diam ditempat tidur sambil mengumpulkan nyawa dan kesadaran.
"Lo diluan deh La" keluh Ika
Heyla yang mengerti langsung beranjak menuju kamar mandi.
Selang sejam kemudian mereka berdua sudah segar dan berpakaian rapi, mereka pergi ke dapur untuk makan siang sekaligus rangkap makan pagi.
Dilain tempat Aland sedang sibuk bekerja di apartemen nya. Meski sang ayah melarangnya bekerja dia masih ikut mengatur perusahaan mereka diam-diam secara jauh. Dia bisa melihat para bawahan yang bermain curang dengan kemampuan IT nya. Ia tidak tahu harus melakukan apa saat weekend seperti ini.
Suara tanda pesan masuk terus berbunyi sejak tadi pagi, Aland yang malas membuka percakapan grup kelas mengabaikannya. Ia tidak suka merumpi On-line.
"Aland......" Ucap sang mama. Kini dirinya sedang VC dengan mamanya.
"Hai ma"
"Gimana kabarnya?"
"Baik ma, mama juga kan? Papa gimana?"
"Kami baik-baik aja. Oh iya kata teman papa kamu jadi siswa teladan yah disana?" Dengan seketika Kuping dan hidung Aland kembang karena bangga pada diri sendiri
"Jelas dong ma, gak perlu diragukan lagi"
"Hahaha, berbaur lah sama yang lain. Mama gak Sabar dengar cerita petualangan mu"
.
.
.
~Jangan lupa beri komentar dan follow Author nya yah ❤️, terimakasih banyak buat kalian yang setia baca cerita ini, Love u banyak-banyak ❤️~