Melihat penampilan Heyla yang berubah malam ini membuat Sondia dan Lili saling tatap. Antara insecure dan tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Belum lagi mereka menyadari baju yang dipakai Heyla keluaran baru salah satu merk baju langganan mereka.
"Eh Heyla, Lo cantik yah malam ini. Btw gue penasaran sama gaun Lo. Itu asli? Soalnya gue tahu itu aslinya keluaran merek apa"
Para laki-laki menatap malas pada Sondia yang seolah sedang mencoba menjatuhkan Heyla yang sudah sudah berdandan. Berbeda dengan Zuke yang malah menunggu respon Heyla, ia juga penasaran mengenai gaun Dongker itu.
"Oh....gue juga gak tahu ini merk apa, apalagi harganya. Ini hadiah"
"Hah? Hadiah? Siapa coba yang mau beliin gaun belasan juta sebagai hadiah buat Lo?" Sambung Lili
"Oh ini harganya belasan? Gue gak tahu, tapi mungkin ini replika. Dan mengenai siapa yang yang ngasih gue rasa Lo gak perlu tahu" jawab Heyla seadanya.
Zuke yang mendengar penjelasan Heyla mengangguk, mungkin itu gaun yang berbeda atau replika.
"Udah deh gue mau ajak Heyla nyambut yang lain" Ika menarik lengan Heyla pergi dari sana. Mereka menemui murid yang lain yang berdatangan. Acara akan dimulai tepat jam 8 nanti.
"Eh Sondia, bisa gak sih mulut Lo itu di kontrol dikit? Maksud Lo apa nanya baju yang Heyla pakai? Lo merasa tersaingi?" Ucap Rico yang memang sudah kesal sejak tadi.
"Eh Cong, gue sebagai pemakai merek asli heran dong sama baju replika yang mirip banget itu. Dan asal Lo tahu itu merugikan pihak lain tahu gak"
"Emang Lo tahu darimana itu Palsu?"
"Eh b*****g, Lo mikir sendiri dong dari mana dia bisa beli yang asli?! Jual badan?" Ucap Lili tiba-tiba
"Lili!!" Teriak keempat laki-laki itu
"Jaga omongan Lo" Ucap Zuke
"Gue cuman menerka doang, gak perlu nge hakimin gue gitu" Protes Lili yang terkejut dengan respon mereka
"Eh Lo, asal Lo tahu yang kelakuannya kayak jalan disini itu Lo bedua. Bukan Heyla" ucap Aland tiba-tiba dengan wajah sinisnya. Sondia yang mendengar kalimat dari mulut Aland itu langsung bungkam.
"Gimana? Enak dikatain jalang? Gue kira karna kalian bakal tahan kalo dihina gitu, karena bisanya ular gak keracunan sama racunnya sendiri"
Aland langsung beranjak dari kursinya meninggalkan ke 5 Orang itu . Otomatis Rudy dan Rico juga beranjak menyusul Aland.
"Zuke Lo mau pergi juga?" Tanya Sondia yang melihat Zuke satu-satunya yang tersisa juga hendak berdiri.
"Gue ada urusan, dan gue rasa seharusnya kalian berdua merenung sekarang"
Sondia dan Lily tak menyangka keempat laki-laki itu terlalu membela Heyla. Bahkan Aland menjadi provokator nya. Tangan Sondia mengepal dibawah meja, matanya menyorot Heyla yang kini sedang senyum dan tertawa dengan siswa lain.
"Lili, gue udah makin enek lihat Dia. Selama ini gue masih noleransi gak jadikan dia target kita. Tapi sekarang dia udah lewat batas" ucap Sondia
"Jadi apa rencana Lo? Udah dari dulu gue pengen ngerjain anak kampung itu"
Pesta Ultah Ika pun dimulai, seorang perempuan Cantik sedang menjadi MC membuka acara ulang tahun Ika. Mulai dari Doa dan sambutan kedua orang tuanya, dilanjutkan sesi menyanyi dan tiup lilin. Heyla duduk dengan Vivi yang juga datang hari ini, bukan hanya dia saja yang glow up saat ini, Vivi yang termasuk kutu buku juga terlihat berbeda saat berdandan.
"Tiup lilinnya.... tiup lilinnya....." Suara nyanyian mereka semua. Ika langsung menghembus beberapa lilin di kue yang besar itu. Diikuti tepuk tangan teman-temannya.
Saat sesi pemotongan kue suapan pertama diberikan pada sang Ibu dan ayah yang kemudian mengulangnya kembali.
"Selanjutnya suapan pertama untuk para undangannya" ucap sang MC yang merupakan kakak Ika
Ika menimbang-nimbang siapa yang akan ia berikan suapan pertama. Ia melihat kemeja tempat seorang laki-laki yang sebenarnya ia sukai, tapi ia enggan menyebutkan namanya. Akhirnya ia melirik Heyla yang menggelengkan kepalanya.
"Gue gak tahu harus manggil siapa, jadi gue bakalan manggil teman-teman spesial gue" ucap Ika yang tak punya pilihan
"Zuke, Heyla, Rudy, Rico"
Dengan senyum sumringah Heyla berjalan kedepan tempat Ika berada, begitu juga dengan yang lain. Sedangkan Aland yang namanya tidak disebut hanya diam dimejanya ketika Zuke dan yang lain pergi kedepan. Dia tidak tersinggung sama sekali, karena dia sadar dirinya hanya pendatang baru.
Ika sadar dengan keberadaan Aland yang sekarang sendiri dimejanya sambil bersilang d**a.
"Ela, menurut Lo Aland gue panggil gak?"
"Loh kok nanya gue sih?"
"Soalnya dia belum masuk geng kita la"
"Coba Lo undang dia diacara Lo ini untuk masuk geng kita" ucap Zuke menambahi. Ika mengangguk dan kembali berbicara di mic
"Ada satu orang lain yang bakalan gue panggil. Belakangan ini dia menjadi bagian dari kami dan gue rasa dia cocok gabung dengan tim absurd ini. Namanya Aland, buat Lo land kalo memang Lo gak tertarik gabung dengan kita Its okay. Tapi kalo Lo rasa kita cocok jadi sahabat kita semua senang nyambut Lo disini" ucap Ika
Semua orang menunggu respon Aland , apakah laki-laki itu maju dan resmi jadi anggota baru grup mereka atau hanya menjadi teman biasa. Karena merasa diperhatikan Aland melirik Zuke yang mengangkat bahunya seolah dia orang 'urusan Lo'.
Berteman dan bergabung dengan mereka bukanlah hal yang buruk, justru sangat menyenangkan, Aland pun beranjak dan maju ke depan. Mereka tepuk tangan diikuti beberapa siswa lainnya.
Sesi suap kue diantara mereka pun berlangsung secara bergantian.
Selang beberapa lama selanjutnya acara bebas, sebenarnya Ika bingung ingin melaksanakan hiburan apa malam itu. Jadi dia menyediakan tempat untuk keraoke, makanan yang banyak bahkan tempat untuk nobar bareng. Halaman rumah Ika termasuk sangat luas bahkan dengan kolam renang. Jadi para siswa bisa nongkrong dengan teman-teman dekat mereka masing-masing sekarang.
"Eh kita keraoke yok" ajak Ika
"Ayok" antusias Ika dan Rico bersamaan. Sekarang geng mereka sudah terdiri dari 6 Orang. 3 bar-bar dan 3 kalem.
"Lebih baik kita nongkrong ditempat lain, Mabar" ajak Rudy pada Zuke dan Aland
"Setuju" ucap Aland
Mereka mencari meja lain untuk Mabar dan berpisah dari kelompok bar-bar yang keraoke. Heyla, Ika dan Rico sudah berada diruangan bawah lantai rumah Ika yang terbuka. Sudah ada monitor dan dua buah microphone disana.
"Gue diluan!" Teriak Rico menyambar satu mic
"Rico! Ayok duet nanti gantian sama Ela" ucap Ika
"Kita mic nya satu berdua aja Ka"
"Okeh"
"Mereka mulai mencari lagu yang mereka hafal untuk dinyanyikan
"Eh lagi Justin Bieber ini aja. Seru walaupun udah lama" ucap Rico
"Pasang ajalah. Terobos" ucap Ika
Musik Justin Bieber sudah mulai terdengar mengebas dan monitor susah menampilkan lirik lagu
"Ouwo ooooo, tet tet.... Ouwo ooo...ohoooo. tetet" ucap Rico meniru suara Justin Bieber diawal lagu
"You know you love me, I know you care
Just shout whenever and I'll be there
You are my love, you are my heart
And we will never, ever, ever be apart" Nyanyi Rico sambil membuat gaya sok Ganteng nya, menunjuk kearah Heyla dan Ika yang tertawa melihat aksinya
"Are we an item? Girl quit playin'
We're just friends, what are you sayin'
Said there's another, look right in my eyes
My first love, broke my heart for the first time" Balas Ika dan Heyla dnegan gaya mereka masing-masing. Mereka sudah menghentak-hentak kaki tidak sabar teriak untuk reff
"And I was like baby, baby, baby oh
Like baby, baby, baby no
Like baby, baby, baby oh
I thought you'd always be mine, mine
Baby, baby, baby oh
Like baby, baby, baby no
Like baby, baby, baby ooh
I thought you'd always be mine, mine"
Mereka menyanyikan reff bersama sambil lompat lompat. Tidak perduli dengan keadan mereka yang acak-acakan. Bahkan rambut Ika dan Heyla sudah mulai mengeluarkan anak rambutnya
Mereka terus bernyanyi sampai berbagai macam lagu. Lagu yang mereka nyanyikan dominan dominan lagu nge bit dan juga lagu dangdut kesukaan Rico. Lagu Judika tak luput dari tebasan mereka padahal nags mereka habis untuk mengikuti lirik yang bernada panjang.
Heyla dan Ika sudah duduk karena kelelahan melompat dan menari ketimbang bernyanyi. Tapi Rico masih memancing semangat mereka, lagunya terus berganti sampai
"SUNTIK MATI!!!" Teriak Rico sambil menggoyangkan pinggulnya
"Suntik mati!!!" Ucap Rico lagi yang membuat kedua perempuan didepannnya kembali tertawa sampai perut terasa sakit seperti keram. Tapi mereka malah mengikuti lagi Rico itu
"Haduh gue kepanasan, gue keluar bentar jalan-jalan" Ucap Heyla
Heyla keluar dari tempat merkea keraoke yang tidak tertutup penuh itu, bajunya sedikit ia rapikan begitu juga dengan anak rambutnya yang mulai berserak. Ia melihat teman-teman seangkatan lain yang asik ngerumpi, keraoke, nobar dan lain-lain. Heyla menikmati angin malam sambil berjalan-jalan tanpa arah. Kemudian ia melihat sebuah kolam disana.
Airnya yang jernih membuat Heyla jongkok.untuk menyentuh airnya yang dingin dan memainkannya, disekitar kolam memang ada beberapa meja tapi tidak ada yang duduk disana.
Seorang laki-laki sedang memantau Heyla dari jauh, ia tidak mengenali Heyla dan merasa tidak pernah melihat gadis itu sama sekali. Karena merasa tertarik ia mendekati kolam tempat Heyla berada.
"Permisi" ucapnya
Heyla yang merasa ada yang memanggil kembali beranjak berdiri.
"Lo...." Ucap Zico ragu sambil memperhatikan wajah Heyla. Baru ini melihat wajah gadis cantik lain dari sekolahnya. Biasanya dia sangat hafal cewek-cewek cantik sekolah untuk didekati.
"Kenapa?" Tanya Heyla
"Heyla?" Ucap Zico yang bernada seolah sedang bertanya
"Iya ada apa?" Bingungnya
"Wuah... Ini Lo? Jadi bebek mentok kita selama ini seekor angsa ternyata. Kenapa selama ini Lo gak dandan sih? Lo cantik juga ternyata" puji Rico terang-terangan
"Cantik atau enggaknya itu tergantung mata orang yang lihat" ucap Heyla
"Tapi serius deh, gue gak nyangka Lo secantik ini. Telat banget Lo glow up-nya. Gue aja terpesona ngeliat Lo"
"Udah selesai ngegombal nya?"
"Sorry gue cuman terkejut aja. Btw lo lagi apa? Ngobrol bareng yuk?" Ajak Zico
"Dasar buaya, gak heran" batin Heyla yang merasakan Zico sedang modus tanpa rasa malu
"Gue rasa enggak. Gue lagi pengen sendiri"
"Ayolah... Gue baru Dateng setengah jam yang lalu karena gue harus bantu nyokap ngurus kerjaan Kantor, itu makanya gue telat kesini"
"Lah yang nanya siapa?" Batin Heyla lagi berusaha menjaga perasaan orang lain
"Oh yaudah. Lo cari aja Sondia sama Lili gue mau pergi dulu" ucap Heyla sambil berlalu melewati Zico.
Tapi tangannya dicekal oleh laki-laki itu. Ia terkejut dan langsung menghempaskan tangan Zico. Saat ia hendak berbalik lagi dia melihat anggota lain menatap mereka.
"Dasar Cabe!" Teriak perempuan itu
.
.
.
(Jangan lupa untuk beri komentar dan follow Author nya yah ❤️)