Dirumah Ika sekarang keadaan masih sibuk menyiapkan beberapa hal kecil yang masih kurang. Pestanya ini bisa berlangsung sampai jam 11 malam, ayah Ika tidak mempermasalahkannya karena menurut dia teman teman seangkatan Ika pasti tidak berandal. Sekolah Ika sekolah elit terkenal dan sekolah favorit dengan murid teladan juga.
"Bunda apa masih ada yang perlu Ika bantu?" Tanya Ika pada mamanya
"Lebih baik kamu mandi atau apa deh, siap-siap aja lagian ini udah sore. Semua udah disiapkan pembantu sayang" ucap sang Bunda
Dilain tempat Heyla sedang sibuk memikirkan penampilan nya malam ini. Berulang kali die melepas pasang kacamatanya. ia duduk dimeja rias sambil berkaca.
"Pakai...., Enggak, pakai,,, enggak" ucap Heyla sambil melepas pasang kacamatanya
"Pakai aja deh, soalnya mereka selama ini ngira gue minus, terus rambut gue......"
Selesai dia mempermasalahkan kacamata kini dia bingung dengan tampilan rambutnya, dia menggerainya dan berusaha mencari model rambut yang cocok. Ini ultah sahabatnya tidak mungkin dia berpenampilan terlalu santai.
"Ihhh, gue cuman pande kuncir kuda sama kepang dua doang, ya kali rambut gue di Bun doang"
Heyla berjalan keluar kamarnya mencari keadaan sang bibi. Seingat nya dulu bibinya suka menata rambutnya dalam berbagai macam gaya.
"Bang Ler, dimana bibi?"
"Belanja" ucap Leri sambil tiduran dan main Game di sofa
"Oiya bang, kali ini gue pengen dianterin Lo"
"Kemana?"
"Tempat Ika, gue malam ini nginap disana karena acar ultah dia"
"Terus?"
"Yaelah bang gue pake gaun tau! Ya kali gue naik bus ato ojol"
"Yaudah nanti bilang aja kalo udh mau pergi"
"Oke Heyla mandi dulu, kalo bibi udha datang kabari yah"
Heyla langsung beranjak ke kemarnya kembali, ia mencheck ponsel nya sebentar untuk melihat pesan masuk.
Ika : Lo harus cepat Dateng yah, titik. Mandi sekarang terus datang kesini sebelum rame
Setelah membalas pesan Ika Heyla langsung beranjak Mandi, syukurnya dia sudah memasukkan baju ganti dan perlengkapan untuk menginap nya dirumah Ika malam ini. Dia tidak perlu tergesa-gesa dalam bersiap-siap.
Setelah mandi dan keramas Heyla tidak langsung memakai gaun nya. Dia memakai baju biasa yang mudah dilepas ke bawah agar tidak mengenai rambut nanti.
"Bang! Bibi udah pulang?" Teriak Heyla dai kamarnya
"Udah!" Sahut Leri
Rambutnya sudah dikeringkan kemudian Ia mencari sang bibi untuk mengatasi tatanan rambut nya.
"Bi, Ela gak tahu mau buat rambut Ela gimana. Bantu dong bi"
"Udah mau berangkat? Pestanya ada satu setengah jam lagi kan"
"Iya tapi kan ini Ela harus cepat datang bantuin gitu, lagian Ela bawa tas sandang masa diliatin nanti"
"Oke ayo kekamar mu biar bibi bantu bersiap"
Sesampainya dikamar bibi Dija langsung mengurus rambut Heyla, waktu Heyla kecil setiap mereka kumpul keluarga rambut Heyla sellau di tata bibi Dija karena Heyla sudah SMA dia tidak bisa menata dan memainkan rambut Heyla sering-sering lagi.
Rambut Heyla diikat setengah dengan jalinan dari sisi kanan dan sisi kiri. Poninya yang se dagu dibebaskan dan dibuat gelombang begitu juga rambutnya yang tergerai dibelakang. Style rambut hitam Heyla terkesan sederhana namun sangat cantik dengan pita hitam.
"Langsung pake gaun?"
"Iya Bi, soalnya nanti gak sempat kalo ganti baju disana"
"Makeup-nya gimana?"
"Ela udah pake mu baby"
"Aduh gak cocok dong ke acara, baju kamu udah bagus. Berdandan dikit dong, kacamata nya juga dilepas"
"Ih gak bi, bahaya nanti banyak yang naksir aku. Hahahha"
Heyla langsung berganti baju ditunggu oleh sang bibi. Bibi Dija tak hentinya menghasut Heyla untuk memoles makeup dan melepas kacamatanya tapi tidak berhasil.
Alhasil kini Heyla sudah keluar kamar dengan sebuah tas sandang.
"Makasih Bi udah bantuin rambut Ela"
"Ih bibi gemes pengen dandanan kamu"
"Gak usah bi"
"Bang Ler! Ayokk"
"Okeh, tapi serius gue tahu muka Lo cantik walaupun gini doang. Tapi lebih cantik kalo pake sedikit makeup apalagi lipstick, terus lepas kacamata"
Heyla hanya menatap malas pada Abang nya Leri. Dia capek berkomentar tidak mau berdandan. Akhirnya Leri pergi ke garasi mengeluarkan mobil untuk mengantar Heyla.
Sepanjang perjalanan pesan Dari Ika terus berdatangan, seolah temannya itu kesepian dan menunggu Heyla.
"Eh btw kirim salah sama teman Lo yang Ultah. Kenapa Abang gak undang coba" ucap Leri saat Heyla sudah sampai didepan rumah Ika
"Emang Abang siapa minta di undang, wekk.... "
Heyla keluar dari mobil dan buntungnya keadaan masih sepi. Hanya ada pembantu Ika yang berkeliaran.
"Heyla! Gaun mu bangus banget!!" Antusias Ika melihat penampilan Heyla
"Yaudah kita masuk aja dulu yok. Nanti aja keluarnya belum rame kok" ucap Heyla
"Okeh, dan Lo ada yang kurang. Sudah gue duga Lo gak lepas kacamata Lo dan Gak pake make-up"
"Gue gak mau"
"Harus, ini ultah gue La. Jadi Lo harus nurutin gue"
"Ika, please gue gak mau"
"La! Please Lo harus nurut kali ini. Selama ini gue tuh gemes nengok muka asli Lo yang ditutupi itu. Lo harus jadi seperti gue malam ini"
Ika menarik tangan Heyla menuju kamarnya, disana sudah ada MUA yang akan merias mereka berdua.
"Sini kaca mata Lo. Minus Lo masih kecil banget gue tahu itu. Jadi jangan ngeles gak bisa lihat"
"Euhh sok tahu Lo" ucap Heyla
"Waktu Lo tidur dimeja gue coba pake kacamata Lo dan gak ada pusing dan ngaruh tahu gak"
"Yah memang mataku sehat" Batin Heyla
Ia melepaskan kacamatanya. Kemudian menunggu Ika didandani oleh MUA itu, perempuan yang ahli makeup. Setelah selang beberapa lama Ika selesai berias dan mendekati Heyla.
"Gimana?" Tanya Ika
"Lo siapa yah, kok beda sama yang tadi"
"Buset Ela! Ini makeupnya gak tebal. Sama sama warna kulit gue. Ini masih kategori natural tahu gak"
"Hahah, gue becanda, bagus kok gak berlebihan"
"Sana giliran Lo"
"Gue mau makeup sendiri" ucap Heyla tiba-tiba
"AAHAHA , Lo mau jadi Sinchan nekat dandan sendiri?"
"Biarin aja gue pake alat makeup nya terus Lo lihat skill gue"
Ika setuju dan akhirnya ia memperhatikan Heyla yang mengenakan meja riasnya yang penuh dengan alat makeup. Heyla hanya menggunakan sedikit fondation, semua yang ia pakai serba tipis dan natural. Tahap terakhir dari makeupnya Heyla memasang lipmette
"Wahh.... Lo pande makeup ternyata. Kemana Lo selama ini. Jangan-jangan Lo mencabe dibelakang gue yah?" Ucap Ika yang masih terkejut dengan hasil makeup Heyla.
Heyla telah melepas kacamatanya dan memakai riasan wajah. Seolah dia sedang dalam fase identitas aslinya yang tampil cantik Dengan baju mahal dan elegan. Tidak ada yang akan menyangka gadis bergaun Dongker ini adalah Heyla nantinya.
"Eh bentar, Zuke Dateng" ucap Ika sambil pergi keluar ruangan
Setelah Ika pergi untuk menyambut Zuke Heyla menjadi cacing kepanasan, jantungnya berdegup kencang seolah akan copot. Dia takut akan ekpresi dan keterkejutan teman-temannya dengan penampilan nya sekarang. Ia tidak memikirkan pujiannya tapi identitasnya.
"Tenang Heyla.... Tenang. Sekali ini doang" batinnya sambil mengusap d**a nya.
"Argh... Aku gak siap" batinnya lagi
"Elaaa!"
"Kambing kau!!" Teriak Heyla terkejut saat Ika datang
"Ayok keluar, udah mulai Dateng nih ternyata. Udah lumayan rame"
Heyla tetap diam ditempat menatap Ika dengan wajah memelas. Ika paham akan mimik wajah Heyla itu.
"Lo cantik kok la, gue malah takut orang ngira yang ultah itu Lo bukan gue, asal Lo tahu gue lagi insecure ngelihat Lo sekarang "
Mendengar kejujuran dan usaha Ika membuatnya tampil seperti ini meluluhkan Heyla. Dia segera mendekati Ika dan memeluknya.
"Lo lebih cantik Ka, maaf aku repotin Lo"
"Makanya ayok keluar, kita harus jadi Cinder'Ela malam ini"
Disalah satu meja yang berada dilapangan halaman rumah Ika yang luas sudah ada Rico, Rudy, Zuke dan Aland. Mereka duduk melingkar menunggu acara dimulai.
"Lo udah lihat Ika?" Tanya Rudy pada Zuke dan Aland yang sudah datang terlebih dahulu.
"Udah, tadi dia nyamperin Habsi itu pergi lagi"
"Kalau Heyla?"
"Belum ada muncul" ucap Aland
Mereka berempat tampil modis hari ini. Meja mereka juga menjadi center point para cewek yang lain. Zuke memakai setelan kemeja berwarna hijau lumut. Aland memakai kemeja oversize berwarna hitam dan celana hitam. Rudy memakai jas mica dan Rico kemeja pink.
"Hai.... Kalian udah datang" ucap Seorang perempuan yang menyambar dua bangku kosong dimeja mereka
"Eh Lo bertiga good looking malam ini" ucap satu perempuan yang lain
"Tumben bedua, mana Zico?" Tanya Zuke
"Oh... Dia bentar lagi datang" ucap Sondia
"Eh kalian udah lihat Heyla gak?" Tanya Lili
"Dia belum datang" ucap Aland
"Ih gue penasaran deh sama penampilan dia. Apa dia datang pake baju biasa yah? Ahahha" tawa Lili tanpa sadar tatapan ke 4 laki-laki dihadapan nya.
"Li gak boleh gitu.... Gue yakin Heyla pake baju yang layak. Ini kan Ultah Ika pasti kawannya itu bantu dia" ucap Sondia seolah dia orang baik sekarang.
"Kenapa kalian bahas penampilan sih? Niat kalian kesini mau nilai baju atau apa hah?" Sinis Rico
"Eh Rachel, gue datang kesini yah mau pesta lah. Dan wajar aja dong dipesta kita nilai orang"
"Tapi dari gaya Lo sekarang itu Lo seolah mau pamer kalo Lo itu kaya. Demi apapun style Lo malam ini kayak kucing mau dikawinin tahu gak" kasar Rico
"Co, udah" Rudy berusaha mengelakkan perkelahian. Rico tidak pernah segan berkelahi dengan perempuan
"Dasar b*****g! Mulut Lo tu yah minta di tampol!"
"Guys!" Sergah Aland dan Zuke bersamaan, mereka berdua juga saling tatap karena kebetulan yang sama itu
"Udah deh. Jangan hancurin pesta orang... Nanti Ika....."
"Hello! Kalian udah datang Udy?" Ucap Ika yang tiba-tiba muncul entah dari mana
Seisi meja itu terdiam, pertama mereka mengamati Ika kemudian gadis dibelakang nya. Mata Rudy fokus menatap Ika meski ia menyadari keberadaan Heyla. Mata Rico menatap kedua temannya secara bergantian dengan mulut menganga. Zuke dan Aland masih belum tersadar dengan mata mereka yang belum berkedip.
"Itu siapa yah?" Ucap Sondia yang seolah tak mengenali Heyla
"Oh? Lo kaget? Dia Heyla" ucap Ika
Sondia dan Lili juga saling tarap seolah tak percaya dengan apa yang dia lihat.
Aland menatap intens wajah dan mara Heyla sampai yang ditatap merasa risih.
"Woi Aland?! Zuke?! Please mata kalian dikondisikan. Gue jadi ngerasa kalian lihat transgender sekarang"
Zuke dan Aland langsung mengerjakan matanya karena sadar sudah menatap begitu lama.
"Eh...baju ini....." Batin Zuke yang merasa baju itu tidak asing
~jangan lupa follow Author nya yah ❤️~