Zuke sudah sampai didepan gerbang rumah Ika. Perempuan dibelakangnya itu langsung turun dari boncengan.
"Lo gak mau masuk dulu"
"Gak usah, gue langsung pulang aja" ucap Zuke
"Yaudah, bye"
Ika menunggu Zuke pergi dari hadapannya kemudian ia memasuki rumah. Dirumahnya yang lumayan besar itu ia tinggal bersama kedua orang tuanya, Kakak dan abangnya, Ika merupakan anak bungsu dirumah .
"Hai ma" sapa Ika melihat mamanya diruang TV
"Kamu udah pulang? Kok gak nelfon om Biro, sama siapa?"
"Sama teman"
"Heyla?" Ucap sang Abang yang juga sedang menonton TV
"Gak, kepo deh. Ika mandi dulu yah dah ...."
Dilain tempat Heyla tidak mau Aland mengantarnya sampai rumah. Pada jam segini kedua Abang sepupu nya ada dirumah, bisa-bisa dia akan dijahili semalaman jika diantar cowok tak dikenal.
"Emang rumah Lo dimana sih, masa gue nganter setengah-setengah"
"Udah disini aja, Lo balik aja ke rumah Lo" ucap Heyla yang tak sadar dan tidak tahu Zuke tinggal sendirian di apartemen nya.
"Yaudah, gue cabut"
Setelah memastikan Aland pergi menjauh Heyla memasuki simpang perumahannya. Sesampainya dirumah anggota keluarga sudah lengkap disana.
"Eh Ela dah pulang, cepat mandi biar kita makan bareng" ucap sang bibi
"Siap bi, Malam Om" sapanya pada Om nya yang sedang duduk meminum kopi
"Malam Ela, gimana sekolah mu?"
"Lancar om, oh iya Ela lupa bilang besok Ela mau ke pesta Ultah Ika. Jadi Ela pasti pulang malam"
"Apa kau ada teman pulang?" tanya Om
"Kalo boleh Ela mau nginap disana juga soalnya kan itu malam Minggu"
"Selama teman mu itu Ika om ngizinin"
Senyum sumringah terpajang jelas di wajah Heyla, ia langsung beranjak ke kamarnya setelah menyalami Om dan bibinya.
Heyla termasuk gadis yang lumayan tapi walau ketika malasnya kumat dia tidak peduli dengan kondisi kamarnya. Sesampainya dikamar dia meletakkan tas dan belanjaan nya diatas meja belajar. Ia segera mengambil handuk dan mandi.
"Ah iya, kadonya belum ku bungkus" batin Heyla saat sedang berkaca di kamar mandi
Setelah dengan rutinitas nya ia segera mengganti baju dan mengeluarkan Kado yang sudah ia buat sendiri. Baginya kado yang spesial itu buatan sendiri, jadi Heyla membuat buku tempel 3 dimensi yang berisi foto-foto nya bersama Ika. Setiap membalik foto akan ada pohon timbul ataupun hiasan yang lain. Ada foto mereka yang dibuat seperti karikatur dan beberapa kata-kata manis. Untuk tambahannya Heyla membelikan Sebuah Hoodie kembar berwarna peach untuk mereka berdua.
"Selesai" ucap Heyla melihat sebuah kotak kado terbungkus rapi di Hadapannya.
Taring
Ponsel Heyla berbunyi, otomatis dia membuka pesan w******p nya. Disana ada grup "Sin 90", grup absurd yang beranggotakan Heyla, Ika, Rudy, Rico, dan Zuke. Sebenarnya Zuke hanya penumpang gelap karena dia hanya menjadi pembaca sejati, ketika mereka semua membahas sesuatu laki-laki itu hanya ikut tertawa sendiri membacanya.
Zuke : Eh besok kita cepat yah ke temot Ika. Di butuh bantuan nyiapin acara
RachelRico : Gue sih lihat besok, soalnya dandanan gue itu lama bingits
Udy : Oke
Heyla : Gue memang cepat besok
Heyla membaringkan tubuhnya dikasur sambil membuka t****k. Ika tidak ada membalas percakapan di grup padahal ia sudah membaca pesan mereka.
Dirumahnya Ika sedang kesal karena Zuke malah menyuruh Rudy dan Rico cepat datang. Padahal ia bermaksud agar cepat bertemu Zuke dan agar Zuke menjadi laki-laki pertama yang melihatnya dengan gaun peach barunya. Mengenai Heyla dia sudah bisa menebak perempuan itu tidak akan berdandan jadi dia menyuruh Heyla cepat datang agar ikut di makeup oleh MUA nya.
"Ihh! Lo kok gak peka sih Zuke! Gue tuh suka sama Lo! Kenapa Lo gak pernah sadar sih hah? Gue udah feminim kalo didekat Lo. Selalu mulai percakapan diluan. Nyapa Lo diluan. Tapi Lo gak peka......!!" Gerutu Ika menatap ponselnya sambil berbicara sendiri. Kamarnya kesal suara jadi dia tak perlu takut pengutaraan perasaan nya ini terdengar keluar kamar.
Akhirnya malam itu mereka habiskan dengan sibuk bermain sosial media. Ika tertidur setelah merasa mengantuk karena bermain ponsel begitu juga dengan Heyla. Mereka sempat saling berkomunikasi entah itu untuk membahas suami mereka para Oppa Korea. Belum lagi Ika yang selalu menghasut Heyla untuk menjadi wibu.
Pagipun menjelang, hari ini tepat sudahlah usia Ika menjadi 19 tahun, Ika berangat ke sekolah dengan cerita diantar oleh om Biro.
Dilain tempat Heyla juga sudah berjalan menuju Halte bus, menjalani aktifitas biasanya dengan kendaraan umum kota. Sesampainya disekolah dia langsung menuju kelas sambil menebak apa Ika sudah datang atau belum.
"Eh Land, tumben Lo cepatan dari biasanya" sama Heyla pada Aland yang sedang berdiri dikoridor depan kelas
"Gue itu rajin, kemaren aja khilaf" datar Aland
"Omo...." Balas Heyla dengan gaya koreanya
"Eh btw nanti kalo Ika datang Lo ikut nyanyi yah, gue udah bawa kue" ucap Heyla menunjukkan sebuah kotak kue kecil yang ia bawa
"Suruh yang lain aja"
"Gue nyuruh anak sekelas malah, jadi karena sialnya kita sekelas jadi Lo harus ikuti ini. Okeh? Dan karena Lo lagi bertengger disini lihatin kalo Ika udah digerbang"
Kelas mereka memang dilantai atas dan menghadap gerbang sekolah jadi akan terlihat jelas siswa yang baru datang dari koridor nya.
Didalam kelas yang masih berisi beberapa siswa Heyla langsung mengintruksikan aba-aba rencananya.
"Oke teman-teman seperti yang Lo semua tahu Ika hari ini ulang tahun, jadi gue gak minta banyak cukup Lo pada ikut nyanyi, sebenarnya gue mau pake semprotan krim dan terompet ultah tapi kalo kelas kotor kita bakal kena marah. So cukup nyanyi sama tepuk tangan Oke?"
Semua siswa yang disana setuju, Heyla pun melanjutkan rencananya dengan menaiki kursi untuk menulis hiasan yang cantik dengan spidol warna-warni. Ia menuliskan 'Happy Brithday buwung puyuh" di papan tulis.
Aland yang berada diluar sudah melihat kedatangan Ika yang turun dari mobilnya.
"Dia datang" ucap Pada Heyla
Dengan tergesa-gesa Heyla langsung turun dan mengambil kue yang sudah ia siapkan.
"Lo gak ada rencana ngerjain dia?" Tanya Aland
"Ada, lihat aja" senyum licik Heyla
~tadi malam~
Heyla menambahkan anda dalam grup Ultah Ika
Beberapa anak kelas yang memang dekat dengan Heyla di ajak kerjasama untuk mengerjai Ika hari ini. Meski tidak semua orang akan dengan senang hati melaksanakan nya tapi cowok angkatan sepenuhnya mau-mau saja diajak Heyla.
Ika sedang berjalan dari gerbang, belum sampai kelas beberapa siswa yang melihatnya tertawa sambil berbisik-bisik. Untuk beberapa orang pertama Ika masih merasa bodo amat
"Dasar julid" batin Ika
Dia sudah mendekati koridor lantai satu gedung kelasnya. Dan mata orang yang menyadari kehadirannya seolah menyisir seluruh inci tubuhnya. Ika yang semakin merasa ganjal langsung meraba dan memperhatikan pakaian yang ia pakai. Ia kira ada yang sobek atau kurang.
"Ada apasih" pikirnya lagi
"Ini dia drama anak yang lagi ultahnya" ucap Sondia dari kejauhan, dia sebenernya tidak ikut-ikutan mengerjai Ika tapi dari awal dan setiap hari cara dia menatao Ika memang sama. Selalu men julid.
Saat menaiki tangga Bisikan semakin terdengar jelas, bahkan ada yang melihat kemudian tertawa dengan jelas didepan Ika.
"Apaan sih Lo pada? Maksud Lo apa nengok gue gitu?"
Yang dimarahi Ika malah cengengesan dan berlalu begitu saja. Meski sudah seperti itu siswa lain tetap melancarkan aksinya.
"Bodo ah" kelas Ika sambil menghentakkan kaki menuju kelas
"Apa Lo lihat-lihat? Gak pernah nengok cewe cantik?. Apa Lo? Apa?" Tantang Ika sepanjang jalan ketika melihat orang yang bertingkah sama.
Akhirnya Ika sampai dikelas yang pintunya tertutup, karena jendela nya tinggi dia tidak berfikiran untuk mengintip
Ceklek
"Surprise!!!!" Teriak Heyla tiba-tiba dari dalam kelas dan berhasil membaut Ika yang sedang kesal terperanjat
"Happy birthday to you.... Happy birthday to you ......." Nyanyi siswa kelas yang sudah tiba
Heyla memegang kue ditangannya dan memberikannya pada Ika. Sekejap api lilin disana langsung mati.
"Thanks guys...." Ucap Ika terharu
"Ini pasti rencana Lo kan?" Tanyanya pada Heyla
"Ini rencana kami semua"
"Jangan bilang kejadian pagi ini termasuk rencana juga?"
Mereka semua diam sambil tersenyum-seyum.
"Kurang ajar ... Gue udah kesal setey Amri gara-gara kalian, Ih"
Beberapa siswa langsung mengucapkan selamat pada Ika secara pribadi satu persatu. Termasuk Rudy, Aland dan Rico.
"Eh guru datang" ucap Rico yang mengintip kelantai bawah
Dengan kecepatan kilat Heyla menghapus papan tulis dan membereskan hal lain. Ia kembali kemejanya dan melirik kebangku Rudy dan Aland. Ketika Aland melihat nya Heyla melakukan wink mata sambil memberi jempol. Sebenarnya ia memberikan itu untuk Rudy bersama Aland. Tapi Aland kira itu hanya untuk dirinya.
"Eh Lo boleh nginap kan nanti malam" tanya Ika
"Boleh"
Jam sekolah berlalu begitu saja. Karena nanti malam ada pesta ulang tahun yang akan berisi seluruh teman seangkatan beberapa siswa akan datang dengan berpasangan atau mungkin beramai ramai dengan geng nya sendiri.
Waktu pulang sekolah tiba dan mereka berhamburan dari kelas. Ika juga harus cepat pulang untuk melanjutkan persiapan pesta nanti malam.
"Ayo gue anterin" ucap Aland yang berhenti disampingnya Heyla yang berjalan kaki.
"Gue mau naik bus"
"Hutang gue belum lunas"
"Woi! Udah berapa kali sih gue bilang Lo itu gak ada utang sama gue"
"Hutang gue banyak, ongkos pulang beberapa kali belum makanan di Indomaret" terang Aland
"Buset dah Land, gue aja gak ingat pernah beliin Lo makanan dan Lo anggap itu hutang?"
"Gue tipe orang yang selalu balas Budi, jadi cepat naik karena gue bakalan terus ngikutin"
"Gak, Lo tau gue lake rok dan jangan coba-coba ngasih jeket Lo karena jaket yang kemaren aja belum gue balikin"
Aland langsung mengeluarkan jaketnya dalam tas dan melemparkannya ke Heyla.
"Gue bilang enggak Land, ih bodo banget sih"
"Pake atau mau gue pakein" kesal Aland
"Njirrr" batin Heyla, ia segera memasang jaket itu dan berjalan ke sisi kiri untuk naik ke motor Aland. Beberapa siswa yang melihat itu terlihat jelas menggosipkan mereka terang-terangan. Bahkan tak segan-segan ada yang memfoto kejadian itu.
Aland dan Heyla segera berangkat keluar dari sekolah sebelum makin heboh. Siswa yang mendapat foto mereka langsung menjadi kan itu bahan gosip.
"Heyla s****n! Kenapa dia gatel banget sih!" Teriak Sondia yang sedang menggenggam ponselnya. Ia tidak melihat kejadian itu dari handphone melainkan secara langsung, dia berdiri beberapa meter dibelakang tempat Heyla tadi.
"Kayaknya cewek kampung kayak Lo udah kelewatan batas, udah cupu, miskin. Gue yakin Lo pake cara licik buat dapetin cowok. Okeh mari kits mulai games seru ini" ucap Sondia
.
.
.
.
.
.
~Jangan lupa follow Author nya yah~