"Coba lepas ikat rambutmu, pake yang ini" ucap Ika
Heyla melepas ikat rambutnya, dan mengambil scrunschie hitam yang Ika berikan.
"Eh bentar, coba lepas kacamata mu"
"Gak ah"
"Ih lepas aja"
Ika menarik kacamata Heyla dengan paksa.
"Ih Lo cakep deh kalo gini, pake bedak kek sesekali, terus liptint. Serius deh La kalo Lo nurutin apa yang gue bilang Lo bakalan dapat pacar"
"Gue gak butuh pacar, kalo gue punya pacar nanti yang nemanin lo siapa?" Ejek Heyla sambil mengikat kembali rambutnya dengan ikat rambut baru. Karena merasa cocok dia mengambil beberapa warna yang berbeda untuk dibeli.
Aland dan Zuke melihat Heyla dan Ika yang sudah keluar dari toko, dengan tas belanja yang kecil.
"Udah?" Tanya Zuke pada Heyla
"Udah kok, maaf dah nunggu. Yok kita cari tempat makan, kalian mau apa?" Tanya heyla sambil menatap mereka semua satu persatu
"Terserah" ucap Ika
"Fiks Lo cewek" ucap Heyla sambil menunjuk Ika
"Lo Aland?" Tanya heyla
"Gue....." Aland sebenarnya ingin mengatakan terserah juga, tapi karena Heyla mengatakan itu pertanda cewek sejati dia harus mencari jawaban lain
"Pizza?" Ucap Aland dengan alisnya yang naik sebelah
"Lo gimana Minaj?"
"Gue ngikut Lo aja"
"Ih kalo gini gak ada titik terang. Gimana kalau.... Yaudah deh Pizza aja"
Heyla menggandeng tangan Ika dan mereka segera berjalan menuju Pizza Hut. Mereka duduk bersebrangan. Ika berseberang dengan Zuke dan Aland dengan Heyla.
"Aku aja yang mesan deh, kita pesan dua?" Tanya Ika yang hendak beranjak
"Emang kalo 4 bakalan habis?" Ucap Heyla
"Pesan dua aja, beda jenis" Aland berusaha membaur
"Okeh" Ika pun pergi memesankan dua Pizza
Sementara Ika pergi hanya ada Heyla, Aland dan Zuke dimeja mereka. Heyla melihat Aland dan Zuke malah asik dengan ponsel mereka masing-masing.
"Kalian jadi zombie yah?" Ucap Heyla untuk membaur dan membuat mereka berhenti bermain ponsel
"Hah?" Ucap Aland keheranan
"Kalian main ponsel waktu ada teman kalian didepan dan disamping kalian, itu tandanya kalian udah jadi manusia zombie"
"Serius? Kalo gitu gue udah.... Jadi zombie dong....! Huuuu..…." Ucap Zuke sambil bergaya seperti hantu dengan kedua tangan dibuat menakuti Heyla
"Gak kebayang sih gue kalo Lo jadi Zombie, terus nari side to side. Ahahha" tawa Heyla
"Oh iya Lo berdua habis ngapain sih?" Tanya heyla
"Gue nemanin Aland belanja" terang Zuke
"Kalian kayak pacaran aja, emang Lo udah akrab sama Zuke Land?" Kali ini ia mencoba mengajak Aland berbicara karena dari tadi laki-laki itu asik menyimak saja
"Kami udah lama kenal"
"Kok bisa?"
"Bisnis"
"Oohh....., Berarti Lo datang acara Ika besok?"
"Iya dong" balas Aland kebingungan
"Gue kira lo gak datang"
"Kenapa?"
"Yah.... Gitu...." Ucap Heyla karena memang tak ada alasan.
Akhirnya Ika kembali ke meja mereka, Pizza mereka juga sudah datang bersama minumannya. Heyla tanpa aba-aba langsung menyambar satu Pizza dan memakannya. Zuke yang melihat tindakan Heyla itu hanya tersenyum karena merasa Lucu. Kali ini Ika terlihat Selow, tidak sebar-bar biasanya.
"Eh Land, Lo tahu gak tadi pegawai cewek sana minta nomor Lo"
"Terus Lo kasih?" Ucap Aland dengan mulut nya yang masih penuh
"Yah enggak lah, makanya gue tanya dulu siapa tahu Lo juga tertarik sama kakak itu. Itu yang lagi liatin kesini"
Aland memlihat seorang perempuan dengan seragam pegawai memperhatikan kearah meja mereka sambil tersenyum-senyum malu. Heyla yang penasaran karena membelakangi meja kasir itu berbalik melihat kebelakang.
"Ih cantik loh, gebet aja Land, cocok sumpah" ucap Heyla dengan mulut yang masih mengunyah
"Itu cuman make-up" jelas Aland
"Apa salahnya dia pake makeup. Kalo cantik yah tetap cantik. Lagian seandainya dia tidak secantik Tipe Lo kalo hatinya baik mah gebet aja"
"Yang lagi didekatin Disni Aland atau Lo sih Ela? Hahah" timpal Zuke
"Zuke juga tadi ada yang minta nomornya, yah gue gak kasih juga. Terus gue bilang biar gue tanyain apa Lo mau ngasih eh dia bilang gak usah. Terus sembunyi" jelas Ika lagi
Sambil asik makan dan memperhatikan Zuke yang berbincang dengan Ika. Heyla menatap wajah kedua laki-laki didepannya secara bergantian. Karena Zuke berbicara dengan Ika dia tidak menyadari tingkah Heyla. Aland. Yang diperhatikan secara terang-terangan membalas tatapan Heyla juga. Sampai akhirnya Heyla melipat tanganya karena Pizza yang ia pegang sudah habis. Ia menatap Aland lama dengan mata yang semakin mencipit.
Aland yang melihat Heyla menatapnya dengan jelas membalas tatapan itu, sebenarnya dia heran melihat tingkah gadis itu.
"Lo ganteng yah"
"Uhukkk!!! Ahok!!"
Aland tersedak saat mendengar kalimat Heyla yang terlalu jujur itu. Ia segera menyambar minumannya untuk meredakan perih karena terdesak.
"Ahahah... Lo kayak gak pernah di bilang ganteng sama cewek aja. Kalo gue lihat dari muka Lo kayaknya cewek manapun gak segan-segan bilang Lo ganteng secara terang-terangan" jelas Heyla sambil tertawa melihat Aland
"Zuke aja pernah gue bilang ganteng tapi gak separah Lo reaksinya" tambahnya
Mendengar penuturan Heyla itu Zuke jadi teringat saat mereka sedang sibuk menyusun kertas pemilihan OSIS. Heyla sedang membantu Zuke mengurus tugas nya sebagai ketua OSIS yang harus melantik ketua baru. Disana ada beberapa murid yang lain termasuk Ika yang ikut membantu.
Pada saat itu Heyla sibuk melipat kertas untuk pemilu OSIS dan Zuke tiduran di lantai sambil membantu melipat kertas. Heyla melakukan hal yang sama juga yaitu menatap Zuke lamat-lamat sampai ia mengatakan
"Zuke, Lo ganteng yah"
Mendengar penuturan itu Zuke sempat terdiam sebentar
"Baru tahu Lo?"
"Idihh.... Sombong Lo? Gantengan bapak gue tapi"
Ekspresi Zuke mendengar Heyla memuji nya saat itu memang biasa saja. Tapi tidak dengan otak dan jantungnya.
"Btw kalian maklum aja yah lihat porsi makan gue, karena siang sampe malam nafsu makan gue tinggi" terang Heyla yang sudah menghabiskan banyak potongan Pizza.
"Perasaan Lo selalu banyak makan deh" sindir Ika
"Kalo pagi gue gak pernah laper dan malas makan"
Waktu pun terus berlalu, sekitar satu jam lebih mereka berada disana sambil berbincang-bincang. Kini mereka sudah hendak pulang ke rumah masing-masing.
"Kami pulang duluan yah" ucap Heyla pada Aland dan Zuke. Ia sudah menarik Ika untuk pergi saat mereka sudah keluar dari Pizza Hut.
"Kami ada dua motor, kalian bisa ikut" terang Zuke
"Gak usah kami diluan aja"
"Lo sama gue aja, kita searah" terang Aland
"Gak usah, kami naik taksi aja" Ucap Heyla berusaha menolak. Sedangkan Ika sebenarnya mau menebeng setelah mendengar Aland searah dengan Heyla. Otomatis dia akan berangkat dengan Zuke .
"Kalo Lo searah sama Aland Lo ikut dia aja, gak usah segan deh. Biar gue yang antar Ika" lanjut Zuke
"Yes" sorak Ika dalam hati.
"Kalian liat kan kami masih berseragam, kami pakai Rok selutut" jelas Heyla lagi
"Gue ada jaket di jok" terang Aland
"Gue juga" sambung Zuke. Heyla tidak punya alasan lagi untuk menolak. Ia menatap Ika seolah menanya pendapat kawannya itu, dan dia hanya mengangkat kedua bahunya seolah mengatakan 'terserah'
"Yaudah, jadi kita keparkiran?" Tanya Heyla
Aland dan Zuke mengangguk, mereka berempat berjalan menuju tempat parkir. Motor Aland dan Zuke dipakir ditempat yang berbeda karena tadi area parkir sangat ramai jadi susah mendapatkan yang kosong. Heyla mengikuti langkah Aland dan Ika bersama Zuke.
"Nih jaketnya" ucap Aland sambil menyodorkan jaket denim yang biasa ia pakai saat beragkat sekolah. Heyla langsung mengikatkan jaket itu sebagai tambahan roknya nanti.
Srukkkkk
Saat Heyla baru selesai memasang jaket di pinggangnya Aland langsung memasukkan helm full face miliknya ke kepala Heyla. Dengan mulus helm itu terpasang tanpa hambatan karena ukurannya yang lebih besar daripada kepala asli Heyla.
"Ih kaget gua" Omel Heyla
"Lo aja yang lake helm. Gue tahu kalo naik motor rambut cewek kusut" ucap Aland. Ia segera mengeluarkan motornya dan Heyla berusaha naik dengan memegang bahu Aland dulu.
Dilain tempat diarea parkiran yang sama Ika juga sudah memasang Jaket milik Zuke kepinggangnya.
"Nih Lo aja yang lake helm" ucap Zuke
"Makasih" ucap Ika menerima helm itu.
Mereka juga keluar dari parkiran dan segera melesat. Mereka berpapasan dengan Aland saat keluar dari Mall, arah pulang mereka berbeda jadi Ika dan Heyla melambai-lambai saat mereka harus berpisah arah.
"Eh motor Lo ini baru dibeli yah?" Tanya Heyla dari samping kepala Aland
"Iya, gue beli pake uang sendiri"
"Emang Lo udah kerja?"
"Udah dua tahun gue gantiin ayah gue kerja, tapi masih atas nama ayah gue"
"Kenapa? Ayah Lo sakit?"
"Enggak, tapi karena gue yang minta"
"Terus kenapa sekarang Lo berhenti?"
Aland terdiam, dia merasa pertanyaan Heyla menjebak dia sekarang.
"Yah gue mau sekolah lah"
"Kok gue ngerasa aneh yah. Kan Lo pintar kenapa gak home schooling atau lompat kelas aja. Terus Lo kuliah jadi cepatlah selesainya. Terus Lo kerja deh di perusahaan kalian"
Aland terdiam lagi, sebenarnya dia sudah terdaftar untuk UN tingkat SMA paket untuk homeschooling, bahkan banyak universitas luar yang mengirim undangan untuk bebas testing. Ia dengan senang hati mermnerima undangan universitas itu agar tidak perlu lagi mempermaslahkan riwayat pendidikan. Tapi ini semua karena permintaan ayahnya, dia harus masuk SMA di Indonesia.
"Tapi yah, menurut gue keputusan Lo ini bagus, Lo harus ngerasain masa muda Lo dengan banyak anak yang seumuran, ngerasain persahabatan, cinta, benci, dan banyak lagi. Masa SMA itu gak bisa diulang, dan katanya masa SMA itu gak terlupakan loh. Jadi momen hidup itu sebenarnya ada waktu kita seumuran remaja seperti ini. Belajar tentang hidup, cita dan cinta. Mimpi-mimpi yang seharusnya dikejar. Dan sadar bahwa selama ini kita terlambat mengejarnya. Betapa waktu itu berharga. Oh iya kita juga mulai pandai melihat teman yang tulus dengan yang tidak. Belajar lebih dewasa dari pengalaman pahit dan manis yang dialami." Jelas Heyla panjang lebar
Aland hanya menyimak sambil memperhatikan jalanan. Ia menangkap penjelasan Heyla itu dengan jelas
"Mungkin benar, seharusnya gue menikmati masa muda gue ini dulu, mengejar cita seperti yang lain. Aku belum pernah perfikir mengenai cita-citaku yang lain. Dari dulu aku hanya tahu meneruskan perusahaan papa. Tanpa memikirkan apa sebenarnya impianku" batin Aland
Dilain tempat Zuke sedang membawa Ika di kuris belakang motor nya.
"Eh Zuke, Lo bisa datang lebih cepat gak besok?" Tanya Ika
"Bisa, Lo perlu bantuan?"
"Iya, Lo datangnya cepatan dikit yah"
"Okeh"
.
.
.
.
~Jangan lupa follow Author nya yah❤️~