Heyla sudah beranjak bersama Ika dengan taksi online yang mereka pesan. Aland yang tadinya hendak mengajak Heyla pulang bareng kini menuju apartemen nya sendiri. Rencananya dengan Zuke tidak dibatalkan jadi dia harus bersiap-siap untuk pergi kembali.
"Ck, kenapa uang hasil kerja gue sendiri gak bisa bebas dipakai sih" Batinnya, Aland mempunyai banyak ATM bahkan sampai Black Card. Tapi sekarang dia hanya memegang kartu silver saja.
Kemeja berwarna biru Dongker dan jeans abu-abu menjadi style Aland hari ini. Dia segera keluar dari apartemen nya untuk menuju rumah Zuke.
Ditempat lain Ika dan Heyla sudah berhenti di Mall. Mereka pergi ke arena bermain anak-anak.
"Eh, main itu yuk" tunjuk Ika
Mereka sudah membeli banyak koin Di tas sekolah mereka, Ika menunjuk sebuah games yang ia tak tahu namanya. Sebuah papan dance dengan monitor besar dihadapan, kita harus menyesuaikan pijakan dengan simbol yang muncul dimonitor itu.
"Siapa takut, biar Lo lihat gimana keahlian gue" tantang Heyla
Mereka berdua mendekati mesin game itu dan meletakkan tasnya didepan mereka. Ika segera memasukkan koin dan memilih lagu yang akan mereka mainkan.
"Kita pake lagu apa?" Tanya Ika
"Serah Lo aja"
"Eh ini ada lagu suami gue, Kita pake lagu BTS yang micdrop aja yah"
Mereka segera memulai persiapan saat musik sudah intro. Lagu BTS yang memang lumayan nge bit membuat gerakan awak sudah lumayan aktif dan mereka menari disana dengan semangatnya. Beberapa orang yang lewat melirik mereka dua apalagi karena mereka memakai seragam sekolah yang bersatus sekolah nomor satu di kotanya.
"Pande juga Lo yah" Ucap Heyla
"Ika gitu loh" balas Ika sambil ngos-ngosan
Mereka berusaha memijak pijakan dengan simbol yang sesuai dengan monitor, disaat menge bit mereka hanya fokus pada kaki yang bergerak tanpa memperdulikan penampilan mereka yang terlihat sangat lucu.
Kaki Heyla dan Ika seolah terlatih untuk bergerak kesana kemari tanpa tersangkut sama lain, sayangnya wajah mereka tidak bisa di kondisikan, matanya serius dengan tubuh yang sedikit jongkok. Tangannya memang besi yang ada dibelakang mereka.
Karena mereka sangat lihai anak-anak kecil tertarik menonton mereka. Beberapa siswa sekolah lain yang melihat mereka juga ikut melirik, entah itu membicarakan Heyla dan Ika atau seragamnya. Baju khas sekolah mereka berwarna biru seperti set sekolah penerbangan.
Akhirnya lagu merekapun habis, Heyla dan Ika langsung memasok nafas disana.
"Seharusnya kita gak olahraga dulu, ini masih satu game" ucap Heyla
"Bodo ah, yok beli es dulu"
Mereka beranjak dari sana untuk membeli Boba, setelah mendapatkan minumannya mereka beralih pada game sederhana yang lain. Berusaha mendapatkan kertas/kartu yang bisa ditukarkan menajadi makanan atau benda nantinya.
Dilain tempat Aland sedang mengunjungi rumah Zuke. Dia sudha mengenal keluarga Zuke sejak kecil dan mereka tidak canggung pada orang tua dari satu sama lain.
"Eh Lo udah baju buat besok malam?" Tanya Aland
"Udah, emang kenapa?"
"Gue belum, nanti bawa gue ke tempat belanja Lo yah"
"Okeh, eh btw Lo ada uang sendiri kan?"
"Ya adalah, males banget gue pake yang Lo "
"Siapa tahu uang Lo juga di Benned semua" ejek Zuke
Zuke sudah mengetahui kedatangan Aland ke sekolah mereka. Baik itu dari Aland langsung ataupun dari orang tuanya yang bersahabat dengan orang tua Aland. Awalnya Zuke justru merasa lucu akan nasib Aland, dan saat ia pertama kali mendengar Aland masuk sekolah dia hanya diam dan tak memperlihatkan kedekatan mereka dihadapan siswa lain.
"Udah mau pergi?" Tanya mama Zuke yang melihat Mereka berdua hendak keluar rumah.
"Iya Bu, pamit yah" ucap Aland, dia memanggil Orang tua Zuke dengan sebutan "Ibu dan Papa" sejak dulu
Zuke dan Aland melesat dengan kendaraan mereka masing-masing, mereka akan mencari pakaian Aland di Mall.
Sesampainya mereka di Mall mereka beranjak kelantai atas untuk mencari cabang toko Baju Langganan Zuke dengan merek terkenal 'Louis Voitton'. Disana mereka sudah bertemu dengan pegawai yang menyambut mereka dan mengambilkan jenis baju Aland inginkan. Pesta Ultah Ika ini pesta non formal jadi baju yang digunakan lebih mengarah ke pakaian anak muda yang modis, bukan formal seperti Jas.
"Dah coba sono" ucap Zuke saat tiga stel baju diberikan oleh sang pegawai
"Oh iya jangan sure gue ngasih pendapat yah, karena rasanya itu....euh kayak gue pacar Lo aja jadinya njirrr"
"Gak ikhlas banget si Lo" gerutu Aland
Dilain tempat Heyla dan Ika masih sibuk ditempat permainan, entah sudah berapa mainan yang merek mainkan. Mereka sudah kelelahan dan membawa banyak kartu kemenangan untuk ditukarkan.
"Eh udah banyak banget nih. Koin kira juga udah habis" ucap Heyla
"Yaudah kita tukarkan aja, kita ke tempat lain"
Mereka menuju meja pembelian koin untuk menukarkan kartu itu dengan barang sesuai jumlah banyak kartunya.
"Silahkan dipilih kak, ini ada 3 boneka yang bisa dipilih" ucap sang pegawai
"Pilih aja Ka, karna ini ultah Lo jadinya bonekanya untuk Lo"
"Aaa.... Co cweet... Seharusnya gue punya pacar biar gak kesini bareng Lo lagi"
"Iya iya serah Lo"
Ika cengar-cengir sambil mencoba memilih bonekanya.
"Cepetan..." Omel Heyla
"Ih iya aku Bingung"
"Ambil panda aja, gambaran Lo banget soalnya, mata panda, Mageran dan suka makan" usul Heyla
"Iya yah, panda aja deh"
Sebuah boneka panda berukuran sedang sudah dipeluk oleh Ika. Mereka turun dengan lift untuk mencari tempat makan
"Eh Lo udah baju untuk besok?" Tanya Ika, karena setahu dia baju-baju Heyla selalu sederhana dan Heyla berasal dari keluarga sederhana
"Emm.... Kebetulan gue kemaren dapat hadiah dari orang"
"Hah? Hadiah?"
"Kan gue udah pernah bilang kalo gue tuh punya banyak sodara laki-laki, jadi entah kesambet apa sodara gue ngirimin gaun"
"Www..... Kok uwu banget sih. Gaunnya bagus gak?"
"Bagus sih menurut gue"
"Kalau sepatu? Udah ada?"
"s**l, aku baru sadar gak ada sepatu" batin Heyla. Dia sengaja mengatakan dia mempunyai gaun agar Ika tak terkejut dengan bajunya besok. Mengenai merek dia sudah melepas mereknya, kalau Ika atau orang lain tahu Heyla bisa pura-pura bodoh dan bilang itu Replika dari yang asli.
"Aku belum ada sepatu" ucap Heyla. Karena tidak mungkin dia mencari sepatu atau heels yang cocok untuk acar pesta. Dirumahnya hanya ada sepatu untuk bermain semua, jika meminjam pun dia hanya punya saudara laki-laki.
"Ayo kita cari" antusias Ika
Ia menarik Heyla menuju toko sepatu yang mahal.
"Ih gue gak mau kesitu, yang biasa aja yang diskonan" ucap Heyla agar tidak ke tempat menakutkan itu
"Kita ambil yang paling murah kok La"
"Ka, yang paling murah disitu udah saat 20 sepatu yang lain dan lumayan bagus juga, dah ah gue gak ada duit"
"Gue bantu deh bayarnya sesekali Lo harus cantik!" Omel Ika
"Jadi selama ini gue gak cantik?".
"Hah? Jadi selama ini ngerasa cantik? Ahahah"
"Kambing kau" kesal Heyla
Heyla berjalan mencari toko sepatu lain, ia mencari sepatu yang biasa dibeli anak seusia mereka. Ika sudah mengikutinya dan melihat-lihat membantu memilih.
"Coba ini deh" tawar Ika
"Gak suka heels"
"Lah? Jadi Lo mau nyari sneekers? Ini pesta ultah gue Ela, pake ini"
Sebuah sepatu berwarna perak berkilau dengan hak yang lumayan tinggi disodorkan Ika. Heyla mengambil sepatu itu dan meletakkan jempol nya disatu sisi hak, kemudian kelingking nya di ujung hak satu lagi.
"Ih Ika! Ini mah untuk biduan"
"Ih sejak kapan biduan pake sepatu gini. Ini itu ala-ala karpet merah"
"Pala Lo karpet merah, belum nyampe ke rumah Lo gue udah kepeleset diluan didepan pagar"
Ika tertawa dan mencari sepatu yang lain, disana ada pegawai yang memperhatikan mereka. Ika meminta kakak yang bertugas itu mencarikan sepatu yang mirip namun dengan hal yang kecil. Selang beberapa lama mereka menunggu kakak itu membawa sepatu yang sama persis namun hak nya jauh lebih kecil.
"Nah apa lagi alasan Lo?" Ucap Ika
Heyla mencoba ukuran sepatu itu, ia sangat suka dengan kakinya sekarang.
"Cantik loh La, ko kan putih jadi cocok ke kaki Lo, kayaknya nanti malam Lo Balan jadi Cinder'Ela"
"Ah bacot lah, yang penting gue hadir"
Akhirnya heyla memutuskan membeli sepatu putih yang bercampur bening itu. Harganya sudah lumayan mahal sebenarnya jika bagi siswa normal, seperti identitas Heyla sekarang.
Dilain tempat Aland dan Zuke sudah selesai membeli baju dan sedang mencari tempat makan di dalam Mall. Meski mereka laki-laki mereka sedang malas panas-panasan diluar sekarang.
"Eh itu seragam sekolah kita kan?" Tanya Aland melihat dua gadis yang sedang berada di toko sepatu
Zuke mengikuti arah telunjuk Zuke dan melihat dia gadis yang seperti ia kenal dari belakang. Mereka menunggu kedua perempuan itu berbalik badan dan memperlihatkan wajahnya.
"Eh itu Heyla sama Ika" ucap Zuke
Bersamaan setelah mengatakan itu Heyla dan Ika keluar dan melihat Mereka berdua yang menatap mereka.
"Eh, Zuke? Aland?" Ucap Ika
Aland dan Zuke melihat mereka yang sedang memegang belanjaan sepatu dan memeluk boneka Panda. Sebaliknya Heyla dan Ika memperhatikan tas belanjaan Aland, Heyla yang tahu itu merek Brand mahal tidak merasa iri sama sekali.
"Lo berdua ngapain? Belanja bareng kayak pacaran aja, Lo macarin dia Nicki?" ucap Heyla pada Zuke
"Eh enak aja Lo, gue nemanin dia aja. Maklum dia kan orang baru, kalo kalian ngapain disini?"
"Hmm.... Main dong"
"Kami mau makan, Ikut gak?" Undang Zuke
"Ayok" balas Ika antusias, Heyla bahkan terkejut
Akhirnya mereka berempat berjalan bersama, Heyla dan Ika berada didepan sedangkan Aland dan Zuke dibelakang mereka.
"Ih gue mau beli ikat rambut padahal Ika" bisik Heyla pada Ika. Dia malu jika pergi ke toko pernak-pernik perempuan yang didominasi warna pink untuk membeli ikat rambutnya.
"Yaudah ayok apa salahnya coba"
"Ih gue risih dong kalo ada Aland sama Zuke"
"Eh sejak kapan Lo malu ha?"
Tanpa aba-aba Ika menarik Heyla putar balik kebelakang menuju toko serba pink yang sudah mereka lewatin
"Eh mereka kemana?" Bingung Aland. Mereka mengikut kedua gadis itu ke toko yang bertulisan 'strawberry'.
"Kalian tunggu aja yah, kami mau beli ikat rambut bentar" ucap Ika
Aland dan Zuke mengangguk, mereka berdiri diluar sambil bermain ponsel. Zuke sibuk dengan ponselnya. Aland yang grasak grusuk memperhatikan sekitar. Karena penasaran dengan toko serba pink itu dia melihat kedalam karena tokonya berdinding kaca. Tanpa sengaja ia melihat Heyla yang menggeraikan rambutnya dan melepas kacamatanya.
"Cantik" batin Aland
.
.
.
.
-Jangan Lupa Follow Author nya yah-