"Eh nanti Lo sibuk gak?" Isi pesan dari Zuke
"Ngapain lagi nih bocah" batin Aland. Sejak hari ini dia tidak menebeng Zuke lagi karena Hondanya sudah sampai. Tentunya dia juga tidak naik bus dengan Heyla lagi.
"Gak, kenapa?"
"Nongkrong yok"
"Okeh"
Percakapan pesan mereka berakhir begitu saja. Padahal mereka belum tahu mau nongkrong kemana. Aland menyimpan ponselnya dan memperhatikan guru Fisika yang sudah masuk. Ibu ini juga wali kelas mereka.
"Baik apa tugasnya udah siap?" Tanya Bu Yuni
"Sudah buk"
Semua murid mengumpulkan kan tugas, Syukur saja Aland yang meskipun masih berstatus siswa baru langsung rajin menanyakan tugas sekolah pada Udy. Ibu Yuni membereskan tumpukan buku mereka dengan rapih dan kembali menatap siswanya.
"Baiklah disini sebagai wali kelas kalian ibu ingin menyampaikan sesuatu, dikarenakan kalian sudah kelas tiga untuk semester pertama ini para siswa akan dibagi menjadi beberapa kelompok belajar disetiap kelasnya. Akan ada satu penanggung jawab yang memantau jadwal belajar bersama, sampai disini ada yang mau ditanyakan?" Jelas Bu guru
Para siswa saling tatap satu sama lain sampai seorang murid culun mengangkat tangan. Dia laki-laki pintar saingan Malia dikelas mereka.
"Yah silahkan Deky"
"Bagaimana sistem pembagiannya? Apa memilih teman sekelompok sendiri atau bagaimana Bu?"
"Itulah yang akan kita laksanakan sekarang. Pembagian kelompok sudah ibu atur sejak kemaren. Ibu akan membacakannya jadi kalian catat teman satu sekelompok kalian"
Suara keluhan siswa terdengar jelas, karena jika dibagi oleh guru takutnya ada teman sekelompok yang tidak cocok satu sama lain.
Bu Yuni mulai membacakan pembagian kelompok dan siswa mulai mencatat sambil memperhatikan nama mereka. Terkadang ada yang senang mendapatkan teman yang cocok atau mengeluh karena musuh bebuyutan nya sekelompok dengannya.
"Kelompok 5 ada Aland, Malia, Heyla, Saskia, dan Rial"
"Aish... Kok kita dipisah sih! Malah gue sama Malia lagi argh!" Gerut Heyla di mejanya. Ia tak terima dipisahkan dari Ika.
Ika masih sibuk mendengarkan namanya yang belum terpanggil, walaupun dia sudah kesal duluan tidak sekelompok dengan Heyla
"Kelompok 7 ada Deky, Rudy, Ami, dan Ika"
"Hah? Kami berempat?" Batin Ika
"Ih mending deh Lo ada Udy, lah gue ?!" Ucap Heyla tak terima
"Hmm....."senyum jahil Ika tersungging menatap Heyla
"Kan Lo ada Aland, pftt" lanjut Ika sambil menutup mulut nya dengan gaya yang gemulai
"Njir ka, Lo kesambet apa coba? Ikh gue mau protes"
Heyla menunggu Bu Yuni selesai membacakan pembagian kelompok, dia langsung mengangkat tangan sebelum Bu Yuni berpindah topik
"Buk!" Ucap Heyla sambil mengangkat tangan kanannya. Semua murid pun otomatis melihat kearahnya.
"Ya ada apa Ela?"
"Apa bisa change sama kelompok lain?"
"Kenapa? Apa ada yang tidak cocok?"
Tidak mungkin Heyla mengatakan kalau dia tak ingin sekelompok dengan Melia ataupun yang lain.
"Emm.... Pengen sekelompok sama Ika aja buk"
"Kelompok ini sudah susah susah ibu buat, dalam satu kelompok ibu membuat siswa yang menonjol nilainya sebayak dua orang untuk mengajar temannya yang kurang pandai belajar. Maaf jika kamu tersinggung Heyla tapi ibu harus menjelaskan ini. Misalnya dikelompok kalian ada Aland dan Melia yang nilai akademisnya tinggi otomatis mereka akan mengajarkan mu pelajaran yang sulit. Mereka. Penanggung jawab kelompok kalian. Begitu juga dikelompok yang lain"
Semua siswa paham dengan penjelasan Bu Yuni dan hanya mengangguk. Pembagian kelompok belajar tidak mungkin lagi diperdebatkan.
"Jadi mengenai jadwal belajar bersama itu tergantung siswa, baik waktu dan topiknya. Kalian bebas tapi mininal ada 2 kali pertemuan dalam seminggu. Harus ada laporan dari setiap PJ kelompoknya, paham?"
"Paham buk" ucap para siswa serentak
Setengah jam pelajaran mereka dihabiskan untuk membahas kelompok belajar. Karena waktu tinggal sedikit Bu Yuni memilih ceramah panjang lebar agar para murid yang dibinanya semakin rajin belajar dan mempersiapkan diri untuk ujian masuk Universitas.
"Udah lah ka, gue nyerah sama kelompok belajar gue" keluh Heyla dengan dagu yang ditopang tangan kirinya
"Eh Lo belum nyoba kan. Lagian yang nyebelin cuman Malia doang dikelompok Lo. Saskia, Aland, sama Rial kan Its okay"
"Ih tetap aja males gue kalo masalah belajar sama orang lain. Nanti mereka semua serius terus gue kumat sendiri gimana? Lo enak ada Rudy yang bisa diajak bolos bareng. Lah gue?"
Ika hanya mengangkat bahunya seolah dia tidak tahu harus menjawab apa lagi
Waktu pun berlalu begitu cepat. Setelah melewati seluruh mata pelajaran pada hari itu akhirnya bel pulang berbunyi dengan keras seolah memanggil siswa untuk kembali bersemangat ke rumah.
"Eh lihat ka gercep banget kan kelompok gue. Udah ada grup belajarnya dong ahahhaha" uca Heyla
Heyla dan Ika sedang berjalan menuju gerbang sambil membuka ponsel mereka. Sekolah mereka memang mengizinkan membawa alat komunikasi dengan syarat tidak memakainya saat jam pelajaran tanpan seizin Guru yang mengajar.
"Ih cepat banget dah, nyampe rumah aja belum" balas Ika
"Parah dan semangat banget dia, sayangnya gue gak insecure" terang Ika
Mereka berdua berjalan dengan perlahan, sekolah mereka yang memang besar membuat jarak gedung kelas dengan gerbang lumayan jauh.
Saat asik berbicara berdua Heyla dan Ika mendengar bisik-bisik para cewek yang lain. Mereka mengikuti arah pandang para siswi yang menuju ke belakang.
"Pantesan dia gak nebeng, udah ada kendaraan sendiri ternyata" ucap Heyla
Saat ini Aland dan Zuke sedang ada diparkiran sedang memasang Helm dikepala mereka. Sudahlah wajah mereka tampan Honda mereka juga tampan, membuat para kaum Hawa terkagum-kagum.
"Gue tahu mereka ganteng tapi pas lihat mereka begini aku ngerasa mereka sok ganteng, aneh gak sih?" Ucap Heyla lagi
Heyla sadar Ika tak kunjung merespon, temannya itu seolah sedang mematung sekarang
"Ka, Ika!" Teriak Heyla di telinga Ika
"Hah?"
"Ohohoh.... Lo ngeledek gue sekelompok sama Aland tapi Lo yang terpesona, ekhemm"
"Bodo lah, gue kan normal. Wekk"
Ika berjalan mendahului Heyla setelah memeletkan lidah nya mengejek Heyla.
"Terus gue gak normal gitu?" Ucap Heyla sambil menunjuk dirinya. Ia pun mengejar Ika yang sudah meninggalkannya. Hari ini mereka berdua akan jalan-jalan sebelum pulang. Besok ultah Ika tapi karena pesta yang akan diadakan malam hari siangnya mereka tidak akan bisa merayakan berdua. Mereka akan merayakan nya hari ini. Om Biro supir Ika sudah tahu untuk tidak datang menjemput ke sekolah hari ini.
Mereka berdua sudah berdiri dipinggir jalan menunggu taksi online yang sudah dipesan.
Titttt
Suara klakson yang nyaring dibelakang mereka membuat Heyla dan Ika terperajat. Ketika mereka menoleh sudah ada Aland dengan kendaraan barunya. Wajah laki-laki itu tertutup oleh helm full face nya.
"Apa?" Tanya Heyla
"Gue mau bayar hutang"
"Hutang apa sih, perasaan Lo gak ada minjam duit gue"
"Bambang, Lo kan udah bayarin bus gue kemaren jadi ayo gue antar pulang" kesal Aland
"Woi sukijan, udah berapa kali gue bilang itu gak hutang, gue iklas"
Ika hanya menatap kedua orang yang sedang berdebat itu secara bergantian, taksi yang mereka tunggu juga sudah datang.
"Lagian gue gak langsung pulang, makasih tawarannya. Btw.... Perkenalkan dulu yah Honda baru"
Dukkkkkk
Heyla menendang Ban depan Aland dengan keras sampai membuat laki-laki itu terkejut. Heyla malah cengengesan melihat mata Aland yang membulat. Ia segera memasuki taksi dan pergi dari sana.