Samar dari jauh, Marshal sudah melihat perempuan yang memiliki postur tubuh mirip dengan Aurelia. Motif baju yang dipakai olehnya pun sama, namun hatinya tidak cepat mengatakan bahwa itu adalah Aurelia.
Sampai motor yang dikemudikan oleh Hasan melewati sosok itu cukup jauh, Marshal masih terus melihat sosok itu hingga tubuhnya hampir berputar sembilan puluh derajat. Tentu saja hal itu menimbulkan tanda tanya di benak Hasan.
“Apa yang sedang kamu lakukan Marshal?.”
“Tidak ada. Punggungku hanya terasa pegal saja. Aku sedikit mengkreteknya,” jawab Marshal. Ia tidak berkata jujur pada Hasan. Ia takut, temannya itu semakin bertindak brutal terhadap Aurelia.
Sejak berada di Desa Awu Awe, Marshal juga merasakan perubahan dalam diri Hasan. Temannya itu sudah jarang sekali bercanda. Jujur, Ia m