Marshal sudah merasakan aura negatif saat memasuki lorong yang menjadi penghubung antara ruang tamu dan dapur, ia mengusap tengkuk lehernya yang kemudian mengundang perhatian Hasan secara berlebih.
"Kenapa Marshal?. Kamu jangan membuatku takut deh. Ayo kita pulang. Kita tidak boleh menyelinap masuk ke rumah orang," nasehat Hasan dengan suara yang sangat pelan.
"Sssttt. Kamu diam saja berdiri di belakangku," komentar Marshal saat mengetahui bahwa Hasan sudah mulai merasa tidak nyaman berada di rumah orang asing.
Marshal terus mendekati ruangan yang disinyalir adalah kamar Mbok Ra, ia sangat penasaran dengan suara mendesis yang terdengar dari kamar seorang nenek yang masih memancarkan aura kecantikan di usia senjanya itu.
Sejenis ekor hewan yang menyembul dari dalam kamar Mbok Ra, memb