Sembari menikmati manisnya teh panas dalam secangkir gelas, ada ragu yang menggamang di hati Marshal. Ketakutan akan ketidakmampuannya menyelesaikan misteri di balik Rumah Rongrawe tetiba saja menyelinap tanpa permisi mempengaruhi pikirannya.
Kehilangan nyawa di medan perang, ia bisa merelakan itu. Tapi kehilangan nyawa orang lain karena dirinya itu sangat menyiksa bagi Marshal. Ia tidak mau menanggung sesal seumur hidup
"Marshal," panggil Hasan.
"Hem," jawab Marshal sambil menyeruput teh panas yang tersisa setengah gelas.
"Kenapa kamu gak menceritakan semua saja kepada teman-teman kita?." Hasan berniat membujuk Marshal, untuk berbagi beban dengan teman-temannya.
"Perlukah aku menjawab?," jawab Marshal membalasnya dengan kalimat tanya.
"Ya terserah kamu. Siapa tahu beban kamu nanti