Imam mendengar suara Marshal yang berbaring di sampingnya itu sedang meminta tolong, namun kalimat yang keluar dari mulutnya itu tidak terdengar jelas. Dan ketika ia membuka mata, Marshal sudah mencekik lehernya sendiri.
Segera Imam menggoyang tubuh Marshal yang sedang terpejam berada tepat di sampingnya. Ia sedikit heran, kenapa semua temannya tidak ada yang terbangun mendengar suara Marshal sedang tindihan.
Dalam mata terpejam, Marshal berusaha lari dari cahaya hitam yang sangat besar namun kakinya seakan tertanam di sana. Ia terus berusaha berteriak dengan sangat keras dalam lingkaran cahaya itu, tapi tak bisa hingga ia tersadar bahwa itu adalah mimpi.
"Hah, hah, hah."
Marshal merasakan dadanya bergetar sangat hebat, tubuhnya menggigil karena ketakutan.
"Balikkan bantalmu!," sa