Gemma benar - benar mnenunggu Venya pulang. Terbukti ketika Venya baru saja sampai di depan pos satpam, dia sidah menyerobot Venya dengan beejibun pertanyaan.
"Lo dari mana?" Tanya Gemma. "Kok lama? Gue nunggu lo dari tadi di sini." Kata Gemma lagi.
Venya masih terus berjalan menuju kamar kosannya, kemudian dia menatap Gemma, "ge ga nyuruh lo nunggu gue di kantor satpam kali, Gem." Kata Venya kemudian memasukkan kunci ke liaang kunci pintu kodannya. Kemudian dia membuka kamarnya yang bahkan tidak begitu rapi saat ia meninggalkan kamarnya ini.
"Lo dsri mana dulu deh? Kok lama.banget." kata Gemma lahi kemudian dia mengambil tempat duduk di atas ranjang Venya.
"Beli buku sama nulis." Kata Venya pelan sambil meletakkan laptopnya di meja kerja yang biasa digunakan untuk dia bekerja. "Gue butuh inspirasi. Jadi gue ngetik di luar kamar gue. Apa ga boleh?" Tanya Venya sekarang pada Gemma.
Gemma diam, "setidaknya lo bilang duli sama gue." Kata Gemma, "gue manager lo, inget?" Kata Gemma.
Venya terkekeh, lo belom resmi jadi manager gue. Gue rekrut lo jadi manager buat penerbit kemarin. Penerbit ini, gue belom punya manager." Kata Venya kemudian dia duduk di kursi kerjanya, "lagian, lo aja yang kemana? Gimana caranya gue bilang ke lo kalo lo sendiri hilang tanpa kabar sampai hari ini." Kata Venya mulai memojokkan Gemma. "Lo ga ada kabar. WA gue ga di bales, pernah gie coba telepon diangkat tapi ga ada yang ngomong. Kan aneh." Kata Venya lagi.
Gemma emrasa benar - benar dipojokkan. Dia tidak bisa menakwab pertanyaan dsri Venya. Dia bahkan hanya diam menunduk tanpa berniat membalas pertanyaan Venya. Lalu dia mengangkat dagunya keyima Venya berbicara lagi.
"Ya, gue ga peduli sih. Lo kan begitu terus dari dulu." Kata Venya pelan, "lo ga lpernah ngabarin gue pas lo mau pergi. Lo bahkan bisa hilang sampai seminggu. Inget ga lo?" Tanya Venya lagi.
Yang dibicarakan oleh Venya memang benar adanya. Dia aka Gemma, pernah menghilang selama seminggu. Bahkan samapi sekarang Venyabtidak menanyakan kemana Gemma peegi. Atau dia sedang melakukan apa. Dia ga perduli. Tapi, nanti, sebulan lagi. Gemma adalah managernya. Dia harus selalu standby di dekatnya. Tidak boleh lengah ataupun menghilang. Gemma harus mengurus semua kebutuhan Venya. Walaupun tidak banyak, tapi swtidaknya, Gemma ada di smaping Venya untuk membuat Venya menulis. Jika tidak begitu, setorannya mungkin tidak akan bisa seelsai dengan cepat. Harus ada yang memotivasinya.
Venya jadi ingat tentang pria tadi di kafe yang duduk di depannya. Dia benar - benar orang yang cukup ramah. Dia bernagkat duluan sebelum Venya selesai menulis. Membersihkan tempat makannya dan membawanya ke arah pelayan yang seharusnya membersihkan meja milik.Venya.
"Saya permisi duluan, mbak." Katanya kepada Venya kemudian dia baru membereskan laptop dan segala macamnya di atas meja tadi.
Venya banyak membaca juga di cerita yang ada di dalam novel yang ia beli biasanya orang akan membereskan dulu alat - alatnya kemudian berbicara dan pamit. Tapi pria itu berbeda. Dia berpamitan dulu baru membereskan alat - alatnya yang ia pakai tadi di mejanya.
Entah dia belajar dsri mana kebiasaan dan attitude itu. Jika di katakan lebih dalam, dia , orang iyu benar - benar sopan. Bahkan dia sehsrusnya masuk ke dalam sepuluh besar orang tersopan se indonesia. Venyabl terkekeh dalam hati. Dia benar - benar tidak bisa melupakan orang itu. Dimana tutur katanya seperti orang yang selalu ada di dunia sastra yang bahkan orang - orang di dalam kelompok itu berbahasa baku dan tentu saja Venya akui bahwa bahasanya cukup bagus jika ia menulis kalimat dengan kata - katanya dan menjadikan novel untuknya sendiri.
Lalu attitude yang dia miliki adalah hal yang lebih membuat orang di depannya tadi di kafe yang pertama kali dikunjung, oleh Venya sangat membuat Venya takjub. Dimana dia ingin belajar attitude yang lebih baik lagi dsrinya. Tapi tentu saja, Venya tidak mungkin bertanya apa, dimana dan kenapa pada laki - laki yang baru saja ia kenal.
"Lo ga pernah tanya gue kemana atau bagaimana keadaan gue, Ven." Kata Gemma sedikit menaikkan oktaf bicaranya.
Entah kenapa, Gemma terlihat cukup emosi sore itu. Venya sendiri jarang bahkan bisa dimkatakan tidkanoernah melihat Gemma yang sepetti itu. Dia benar - benar terlihat marah dan seperti meluapkan emosinha secara tiba - tiba pada Venya.
Venya berdiri dari duduknya, mengambil gelas dan menuangkan air ke dalam.gelas dari disenser yang baru saja ia beli seminggu yang lalu. "Gue ga mau gangu privasi lo." Kata Venya setelah meneguk beberapa tegukan air putih yang bahkan. Menurut Venya terasa benar - benar pahit di mulutnya.
Jelas sekali Venya ingin emnanyakan itu. Namun, Venya lebih memilih menjaga privasi oeang di dekatnya. Menghargainha dan tentu saja membuat dan mencoba untuk tidak mencampuri urusan orang lain adalah cara Venya untuk tidak masuk ke dalam lingkaran dan zona hang di buat oleh orang yang bersangkutan. Dimana Venya sendiri merasa jika hal itu mungkin bisa kembali pada dirinya. Bisa teejadi pada dieinya. Tidak ada yang melanggar atau melangkahi zona nyamannya. Dan sampai sekarnag, itu cukup untik Venya.
"Gue ini pacar lo, kenapa lo ga sedikitpun perhatiin gue." Kata Gemma.
"Emang lo pernah merhatiin gue?" Tanya balik Venya, "denger ya, Gem. Gue punya hak dan tentu saja punya kewajiban buat diei gue sendiri. Gue berhak ga peduli sama lo meskipun gue pacar lo. Gue hanya perlu dan menghormati privasi lo. Dimana lo juga harus bisa menghargai hak gue yang bahkan punya privasi gue sendiri." Kata Venya lagi menegaskan apa yang harusnya terjadi diantara keduanya.
Gemma mengangguk, "gue selalu ngehargain lo ya, Ven." Kata Gemma, dia bangkit dari ranjang Venya, "gue ngehargain waktu lo buat nulis, waktu lo buat tidur dan gue juga ngehargain gimana lo yang bahkan ga bisa gue ajak main keluar seenaknya." Kata Gemma, "apa privasi lo sekarang bertambah lagi?" Tanya Gemma.
Venya terkekeh, "pertanyaan terakhir dari lo buat gue itu, harusnya lo tanyain sendiri sama diri lo." Kata Venya, "apa privasi lo bertambah?" Tanya Venya, "lo yang tadinya selalu ngabarin gue kemanapun lo pergi. Pulang bawain gue makanan tepat waktu dan selalu ada pas gue butuh." Kata Venya, "apa itu hanya berlaku satu bulan? Dan sekarang privasi lo bertambah?" Tanya Venya lagi.
Gemma diam.