Gemma mendekari Venya dan menyimpanntangannyabdi lengan Venyam kedua lengan Venya terasa keras begiru dicengkram oleh Gemma. "Sama kayak lo, gue juga butuh privasi." Katanya sambil masih mencengkram lengannatas Venya.
Venya mengangguk, "dan gue menghargai privasi lo itu dengan ga tanya kemana, dimana dan sama siapa lo pergi." Kata Venya memaksa Gemma melepaskan cengkramannya dari lengan atas miliknya.
Keduanya mendadak diam. Mereka teeuslut emosi yang bahkan meledak dengan sendirinya saat itu juga. Namun, Venya memilih mengakhirinya dengan duduk di kursinkerjanya dsnnmenatap Gemma, "intinya, Gem. Gue bisa juga ga laporan sama lo kemana dan sama siapa gue pergi." Kata Venya.
"Lo negbalas perilaku gue sama lo?" Tanya Gema.
Venya menarik nafasnya berat, "engga. Gue cuman oengen lo rasain gimana rasanya pasangan lo, pacat lo, ilang. Pergintanpa ngabarin dan ga bilang sama siapa dan kemana." Kata Venya.
"Iya. Itu smaa aja lo balas dendam sama gue." Kata Gemma.
"Anggaplah seperti itu." Kata Venya. "Apa mau lo sekarang?" Tanya Venya langsung pada intinya.
Gemma menghembuskan tarikan nafasnya dengan cukup kasar, "kalo gue ga ngelakuin itu sama lo, apa lo bakal mgelakuin hal yang sama?" Tanya Gemma.
Yang dimaksudkan oleh Gemma adalah jika Gemma pergi sama siapa Venya tau, jika Gemma perginke sana dan kemaei, Venya tau. Pokoknya semua kegiatan yang dilakukan Gemma, Venya tahu semuanya.
"Twntu saja. Gue bakal ngelakuin hal hang sama kayak yang lo lakuin." Kata Venya pelan, "mungkin gue bisa lebih baik daripada guenyang sebelumnya." Lanjutnya.
"Tapi gue ga pernah begini, Ven." Kata Gemma, "lo pacar gue yang bahkan ga bisa gue sentuh." Kata Gemma, "gue bahkan ga punya waktu banyak sama lonkemarin - kemaein pas lo diam dan tinggal di panti asuhan." Lanjutnya.
Venya diam. "Mkasud lo gue ga bisa lo sentuh?" Kata Venya cukup tersinggung denhan kalimatbyang diberikan oleh Gemma barusan. "Lagian, kenapa lo mau pacaran sama gue. Udah tau gue hiudpnya susah. Gue tinggal di panti asuhan dengan aturan yang mungkin setiap panti asuhan punya aturannya sendiri." Kata Venya. Dia lalu menunduk, "kenapa juga lo mau lacaran sama gue yang jelas - jelas masa depannya ga tau bisa muncul bahagia atau engga. Bahkan ornag tua aja ga punya." Kata Venya lagi dengan nada bicara cukup rendah. .
Gemma mulai nerasa bersalah dan menganggap Venya jauh lebih kesulitan daripada dieinyabyang bahkan sudah pulang dari temlat yang menuenangkan. Kemudian, Gemma berjalan mendekati Venya. Berlutut di hadapan Venya yang sedang duduk di kursinkeejanya itu, "sori, ven." Kata Gemma.
Venya diam. Dia masih tidak bisa percaya dia memanfaatkan panti asuhan dan orang tua untuk menarik perhatian seorang Gemma. Padahal, dulu dia tidak begitu. Tapi, keadaan ini membuatnya sulit. Dia tidak punya alasan lain untuk mengehntikan Gemma tentang yang namanya privasi.
Selanjutnya Venya melanjutkan perkataannya, "jujur, guenga terlalu pede dengan yang namanya 'pacaran', gue juga ga terlalu memikirkan itu. Gue sendiri ga pernah kepikiran buat pacaran. Tapi, lo ngerubah gue. Lo bahkan bisa meneeima gue dengan keadaan gue yang tinggal di panti asuhan dengan orang tua yang ga jelas asal usulnya." Kata Venya lagi, "makannya, gue takut banget kehilangan lo yang mana gue bisa aja kehilangan lo kapan aja. Lo yang nerima gue apa adanya dan lo yang mau nerima gue. Cuman lo yang ga mandang rendah gue dan ga ngeremehin gue sama sekali, Gem." Kata Venya mulai beekaca - kaca.
Mungkin ini yang dinamakan mengeluarkan unek - unek selama ini. Venya memendamnya sendiri dan tidak pernah ia keluafkan. Kepada bunda Kori juga ga pernah sama sekali Venya berfikiran untuk menceritakan ini semua. Dia hanya sedikit malu dan ga oercaya diri asaja.
"Gue bahkan ga pernah cerita ke siapapun. Trmasuk ke lo." Kata Venya, "gue takut banget kehilangan lo. Gue takut kehilangan lo hang nerima gue apa adanya. Yang ha mandang gue rendah atau bahkan ga pernah sekalipun lo ngebahas tentang orang tua gue yang mungkin aja sepintas ada di pikiran lo buat bertanya kenapa gue ada di panti asuhan itu." Kata Venya.
Gemma mengangguk. Benar. Dia juga pernah berfikir untuk menanyakan hal itu. Dia bahkan sering sekali penasaran dengan asal usul Venya. Dan kenapa dia bisa terjebak di sana dan tentu saja kenapa juga dia tidak ingin namanya melambung tinggi padahal nama Flora cukup terkenal di dunia maya. Di dunia kepenulisan lebih tepatnya.
.
Rasa penasaran Gemma sekarang di bungkam. Dia tidak tau jika Venya memiliki pemikiran dimana dia tidak bisa berpacaran dengan siapapun karena dirinuya berasal dari panti asuhan. "Pasti ada Ven," kata Gemma pelan, "kalo lo sabar dan yakin, mungkin pasti ada cowok lain yang nerima, bakalan nerima lo apa adanya selain gue." Kata Gemma.
Venya mengangguk, "gue juga yakin tentang hal itu." Kata Venya, "tapi udah ada lo. Gue males cari lagi. Lo mungkin orang yang terlalu cuek sama gue yang, jujur, perlu banget perhatian lebih. Karena gue bahkan diperhatikan sama rata dengan anak - anak oanti lainnya dan gue ngerasa itu kurang buat gue." Kata Venya, "tapi gue coba memahami kalo lo juga punya kesibukan sendiri yang bahkan gue ga bisa ganggu gugat apalagi mencampurinya." Ucap Venya lagi, "maka daei itu, gue ga peduli agar lo merasa nyaman ada di deket gue dan ga ngerasa kalo lo dkekang atau semacamnya." Kata Venya lagi.
Gemma mengusap lembut kepala Venya. Bahkan seorang Gemma sendiri tidak tahu dan tidak akan pernah tahu jika Venyabtidak bercerita. Dia juga tidak menyangka bahwa pemikiran Venya kepada dirinya sedalam itu. Gemma tidak berfikiran bahwa Venya akan melakukannha seorang diri. Bisa dikatakan jika Venya sedang berjuang untuk dirinya sendiri. Mempertahankan apa yang sudaha da dan tidak ingin itu berubah atau bahkan hancur.
Venya sudah berbuat dan mengatakan hal - hal yang tidak diketahui Gemma dan Gemma mengjargainya. Namun di sisi lain hati Gemma, ada sisi dimana dirinya menjadi angkuh. Kenapa? Karena Venya tidak mungkin akan elpas dsri dia. Susah untuk melepaskan Gemma dsn Gemma merasa itu adalah hal yang menguntungkan. .
Gemma bisa berbuat sesukanya tanpa kendali Venya dan juga Gemma bisa memanfaatkan keadaan Venya yang tidak akan bisa melelaskan Gemma menurut cerita Venya. .
Bahkan, Gemma sudah punya rencana lainnya di kepalaya untuk Venya. Dka bahkan sudah membuat banyak rencana namun dengan hal ini dia akan dipermudah. Venha benar - benar tidak akan melepas Gemma bagaimanapun sikap Gemma padanya. Terbukti sekarang, Gemmma yang cuek bahkan tidak perhatian saja Venya bertahan sekuat tenaga untuk mempetahankan hubungan ini. Dan dalam pikiran jahat Gemma, dia akan memanfaatkan situasi itu.
*** ***
Setelah perdebatan semalam, Venya dan Gemma kembali ke jajanan yang bersambung - sambung waktu itu. Mereka sudah oernah mendatangi tenda - tenda makanan sampai nomor dua puluh satu. Dan sekarang, Venya juga Gemma akan melanjutkan permburuan makanannya.
Venya hmdengan mata sembabnya kini tersenyum bahagia ketika mendapatkan makanan yang antrinya cukup lumayan di setiap tendanya. Bahkan Venya sekarang sudah bisa tersenyum lagi. Bahkan sudah melupakan kejadian yang tafi di alaminya sore jari.
Gemam emnagatakn jika dia ingin menghibur Venya dan memberikannya wkatu utnuk makan. Dimana makanan adalah obat terbaik untuk Venya. Walaupun sikapnya cuek dan tidak paham wanita, setidaknya Gemma tahu betul cara menyenangkan pacarnya ini. Dia memberikan semua hal termasuk makanan yang bisa saja tidak sehat untuk lerut Venya. Tapi, apalagi jika bukan ini utnuk mengobati suasana hati seorang leremluan. Setidkanya, Gemma mengerti apa yang di inginkan oleh Venya setelah menangis tadi.
Pikiran jahatnya bahkan tidak munccul lagi. Itu muncul ketika Gemmama sudah tahu bagaimana keadaan Venya yang sebenarnya. Dimana, Venya tidak bisa melepaskan Gemma atau bahkan takit akan kehilangan Gemma dan itu bisa saja di manfaatkan oleh Gemma untuk berbuat sesukanya. Dan pikiran jahat itu benar - benar muncul dengan tiba - tiba.
Padahal pada awalnya memang Gemma memiliki sebagian besar otak jahat tapi, dia bahkan sedang memikirkannha lebih jauh. Dia bisa atau tidak dan dia tega atau tidak. Tapi setelah mendnegar ocehan Venyabtafi, Gemma semakin yakin akan manfaatkan situasi ini nanti.
"Gem, udah kenyang." Kata Venya keymtika sudha melewati beberaoankedai. "Belum tamatbjuga, Ven." Kata Gemma masih melihat jauh di ujung sana masih banyaknantrian dan juga tenda makanan - makan yang bisa dikatakan streetfood yangg terenak.
"Besok - besok lagi aja deh Gem." Kata Venya. "Ngantuk gue."