Hari itu adalah akhir pekan di mana Tae Hyung dijadwalkan untuk melakukan terapi. Seperti biasa, Seok Jin lah yang mengantar Tae Hyung. Ditemani juga oleh Hoseok karena setelah ini Seok Jin berencana membawa kedua adiknya menghabiskan akhir pekan bersama. Hingga detik ini Seok Jin masih menutup diri terhadap apapun terkait Dae Hyun. Meski tidak melarang secara terang-terangan Tae Hyung bertemu dengan Dae Hyun, tapi sikap dingin Seok Jin akan membuat siapapun mengetahui suasana hati pria itu.
Tae Hyung menunggu di luar ruangan Kihyun ketika Seok Jin memiliki pembicaraan pribadi dengan sang dokter. Hari sudah sore ketika Tae Hyung menyelesaikan terapinya. Dan Hoseok belum juga terlihat sejak Tae Hyung meninggalkan ruang rawat.
Kerap memandang sekitar, Tae Hyung berharap bahwa Dae Hyun akan melintas di sana. Tapi sepertinya akan mustahil karena Dae Hyun bekerja di divisi yang berbeda dengan Kihyun. Terlebih Dae Hyun sudah pasti tahu bahwa dia datang kemari bersama Seok Jin.
Tak menemukan sosok Dae Hyun, Tae Hyung justru menemukan sosok Hoseok yang datang. Tae Hyung bertanya-tanya dalam hati, mungkinkah Hoseok tidak meninggalkan rumah sakit sejak ia menjalani terapi. Karena proses kali ini lebih lama dari sebelumnya, sepertinya mereka telah menghabiskan akhir pekan mereka di rumah sakit.
"Bagaimana keadaanmu?" tegur Hoseok ketika sampai di hadapan Tae Hyung.
"Aku baik-baik saja," jawab Tae Hyung yang masih menyimpan tanda tanya di wajahnya.
Hoseok kemudian duduk di samping Tae Hyung. Sementara Tae Hyung tampak memberanikan diri untuk bertanya.
"Kau bertemu dengan Jung Ssaem?"
Hoseok menjatuhkan pandangannya pada Tae Hyung dan memberikan sebuah gelengan.
"Lalu kau dari mana?"
"Dari ruangan Hyeong. Mereka mengatakan bahwa Hyeong sedang berada di ruang operasi."
"Hyeong?" batin Tae Hyung. Dia kemudian berkata, "begitu, ya?"
"Apa itu tidak menyakitkan?" tanya Hoseok kemudian.
"Apanya?" Tae Hyung balik bertanya.
"Itu ..." Hoseok terlihat kesulitan untuk menjelaskan dengan kata-kata, tapi dia jauh lebih kesulitan untuk menjelaskan menggunakan bahasa isyarat.
"Perutku yang sakit jika berlama-lama melihatmu seperti ini," celetuk Tae Hyung, ditujukan sebagai candaan karena berpikir bahwa Hoseok tengah bertingkah lucu di hadapannya untuk memberikan penghiburan.
Dengan wajah yang terlihat canggung, Hoseok menggaruk kepalanya dan kala itu seulas senyum lebar melukis wajah Tae Hyung.
"Apakah kalian tidak meninggalkan rumah sakit saat aku di dalam?"
Hoseok menggeleng.
"Kenapa?"
"Seok Jin Hyeong tidak ingin meninggalkanmu."
"Lalu bagaimana denganmu?"
"Akan sangat tidak sopan jika aku pergi."
Tae Hyung tiba-tiba memukul lengan Hoseok dan sempat mengejutkan pemuda itu. Tae Hyung kemudian berkata, "kau naif atau i***t? Jika Seok Jin Hyeong tidak ingin pergi, seharusnya kau pergi sendirian. Tapi jika kau masih ada di sini, kenapa tadi kau tidak menjengukku?"
"Aku berada di luar gedung."
"Kau benar-benar orang yang luar biasa," cibir Tae Hyung yang kemudian kembali tersenyum lebar.
"Apakah kau sudah selesai?" tanya Hoseok dengan ragu.
Tae Hyung mengangguk. "Kita bisa pulang sekarang."
"Kau tidak ingin bertemu dengan Dae Hyun Hyeong?"
"Menginginkan sesuatu bukan berarti kau akan mendapatkannya. Jika aku bertemu dengan Jung Ssaem, Seok Jin Hyeong pasti akan memukuli Jung Ssaem." Tae Hyung tersenyum tipis di akhir kalimat.
"Dia tersenyum?" batin Hoseok.
"Ah, benar," celetuk Tae Hyung tiba-tiba dan langsung memandang Hoseok. "Kapan hari ulang tahunmu?"
Hoseok tertegun. "Kenapa?"
"Aku pikir aku harus mengetahuinya karena kita tinggal bersama."
Hoseok memalingkan wajahnya dan bergumam, "sepertinya sama denganmu."
"Ah, benar juga. Kenapa aku masih bertanya padamu?"
Tae Hyung kembali tersenyum dan kali ini lebih lebar. Sementara itu Hoseok diam-diam memperhatikan Tae Hyung.
Hoseok bertanya-tanya dalam hati, "dia sedang sakit, tapi kenapa dia justru tersenyum lebar?"
Perhatian mereka kemudian teralihkan oleh pintu ruangan Kihyun yang terbuka dan setelahnya Seok Jin keluar dari sana bersama Kihyun. Kedua pemuda itu lantas berdiri, dan Seok Jin langsung berpamitan.
"Kalau begitu kami pergi dulu."
"Berhati-hatilah di jalan."
Kedua orang dewasa di sana saling membungkuk, diikuti oleh kedua pemuda itu. Kihyun memberikan seulas senyum hangat ketika bertemu pandang dengan Tae Hyung sebelum pemuda itu pergi. Dan setelah ketiga orang itu berjalan pergi, Kihyun mendekati meja resepsionis dan terlibat pembicaraan dengan seorang perawat di sana. Kala itu, Tae Hyung yang belum terlalu jauh menolehkan kepalanya, memandang sosok Kihyun dengan tatapan yang menunjukkan sebuah keraguan. Untuk sesaat Tae Hyung terlihat ingin menyampaikan sesuatu pada Kihyun sebelum pergi. Namun, dengan adanya Seok Jin di sampingnya, Tae Hyung tak bisa melakukan apa yang ingin ia lakukan.
•°•GOODBYE DAYS•°•
Seok Jin menjadi orang terakhir yang masuk ke mobil. Sembari menyalakan mesin mobil, ia memulai pembicaraan dengan kedua adiknya.
"Aigoo ... kenapa sudah sore saja? Bagaimana lagi, sepertinya rencana kita hari ini gagal, anak-anak."
Seok Jin memperhatikan kedua adiknya, Tae Hyung yang duduk di sampingnya dan Hoseok yang duduk di belakang. Dia kemudian mengemudikan mobilnya meninggalkan area rumah sakit.
"Sebelum pulang, mari kita pergi ke satu tempat yang paling ingin kalian datangi. Kalian ingin pergi ke mana?"
Hoseok memandang Tae Hyung, begitupun dengan Tae Hyung yang balik memandang sebelum berbicara dengan sang kakak.
"Tidak ada tempat yang ingin aku kunjungi."
"Bagaimana dengan Hoseok?"
"Aku hanya mengikut saja," sahut Hoseok.
"Eih ... kalian ini. Apakah kalian sedang bersekongkol?"
Tae Hyung tersenyum dan menyahut, "Hyeong bisa memilih ingin pergi ke mana, kami hanya perlu mengikuti Hyeong."
"Kenapa antriannya hari ini begitu panjang? Rencana kita jadi batal," gumam Seok Jin.
Dahi Tae Hyung sedikit mengernyit, dia kembali memandang Seok Jin dengan tatapan bertanya. "Antrian apa yang Hyeong bicarakan?"
"Dokter Yoo mengatakan bahwa hari ini ada beberapa pasien yang sudah mendaftar lebih dulu darimu, itulah sebabnya kau menjadi pasien terakhir yang ditangani."
Tae Hyung tampak tak puas dengan penjelasan Seok Jin. Namun, pemuda itu terlihat enggan untuk mengungkit hal itu. Tae Hyung memalingkan wajahnya, seingatnya tidak ada pasien lain yang ia temui hari itu. Dan tak begitu lama setelah menunggu di ruang rawat, Kihyun mendatanginya dan dia langsung melakukan terapi. Tidak ada antrian seperti yang dikatakan oleh Seok Jin. Dan tentunya Tae Hyung bertanya-tanya dalam hati alasan kenapa Kihyun mengatakan hal semacam itu pada sang kakak.
"Kalau begitu kita pergi ke restoran yang biasa saja. Bukankah Hoseok juga belum pernah pergi ke sana?"
Hoseok mengangguk, sementara Tae Hyung justru tampak melamun dan tak menyahuti ucapan Seok Jin. Tindakan kecil Yoo Kihyun rupanya telah menjadi sesuatu yang mengganggu batin Tae Hyung. Kenapa sang dokter mengatakan kebohongan kepada kakaknya.
•°• GOODBYE DAYS•°•
Ditulis : 28 Maret 2022