Dibalut rasa kesal diiringi umpatan yang menggema dalam ruang tamu. Membuat Bagas yang baru saja mengantarkan Devinka ke kamar tersentak melihat gelagat dari Elenio.
"Kamu ini kenapa?!" tanya Bagas tegas menyorot tajam pada Elenio. Sementara Elenio bergeming, dadanya bergerak naik turun meredam emosi.
"Papa harap, kamu bisa kontrol emosi kamu, apalagi sekarang. Kondisi Mama kamu itu masih sangat emosional, rentan untuk menangis," ujar Bagas menuntut pengertian dari Elenio.
Belum sempat Elenio membalas, suara pecahan barang berdesing di telinga Bagas dan Elenio. Sangat jelas jika suara itu berasal dari kamar Devinka. Padahal Bagas melihat Devinka yang memejamkan mata di kasur, itu pun baru berselang beberapa menit dia meninggalkan Devinka. Namun, tampaknya Devinka kembali tersulut amara