"Al, kamu dimana? Allana?" panggil Devan yang berjalan di sekitar gang kecil. Tampaknya dia benar-benar kehilangan jejak Allana.
"Allana, kalau kamu sembunyi, tolong keluar, Al," pinta Devan. Perasaannya sama sekali tidak tenang, apalagi saat otaknya berfikir yang tidak-tidak mengenai tindakan yang mungkin Allana lakukan. Devan sungguh dibuat kelabakan jika tidak menemukan Allana sesegera mungkin. Dia tidak ingin gadis itu terluka.
***
Menangis terisak dengan punggung bersender pada tembok pembatas. Allana berjongkok di sana dengan kedua telapak tangan menutupi wajahnya. Allana dengar, Devan memanggilnya, tapi yang Allana butuhkan saat ini adalah sendiri. Allana tidak ingin Devan melihat kesedihannya berulang kali.
Di sini, di area yang terpencil, tapatnya Allana berada di depan sebuah