Allana berkutat pada ponselnya, menggulir layarnya ke atas. Jarinya mengetik ragu melihat nama Elenio yang tertera.
Tatapannya turun, melihat sebuah bingkisan titipan dari Anita. Allana juga tidak tahu isinya apa, yang jelas Anita berpesan padanya untuk memberi benda ini langsung pada Elenio.
[El, bisa ketemu? Penting, sebentar aja]
Bersamaan dengan terkirimnya pesan itu jantung Allana turut berdetak tak karuan.
Tanpa sadar, Allana menggigit bibir bagian bawahnya, takut.
Menanti respon dari Elenio.
Sesaat, netranya yang sempat terpejam beberapa detik terbuka kembali untuk mengecek ponselnya lagi. Allana melihat pesannya masih centang dua abu-abu, padahal terlihat jelas jika Elenio tengah Online.
Apa sebaiknya Allana menelfon Elenio saja? "Nanti aja deh, aku tunggu beberapa menit d