Allana segera bersiap, memakai baju motif kotak-kotak berpadu dengan celana jeans biru dongker. Surai hitamnya menjuntai hingga punggung, tak lupa dia membawa tas kecil berisi dompet juga ponsel. Ditambah masker hitam untuk menutup wajahnya.
Allana lantas keluar rumah, dia lalu mengunci pintunya kembali. Allana melangkah ke sisi jalan mencari angkutan. Tangannya melambai memberhentikan angkot biru yang hendak lewat. Kemudian dia masuk dan duduk di dekat pintu. Mayoritas penumpangnya adalah ibu-ibu yang entah kenapa semuanya menatapnya dengan tatapan sinis. Seakan-akan Allana ini adalah penjahat.
Secepat kilat Allana mengalihkan pandangan, kedua tangan yang berada di atas pangkuannya saling bertaut menetralkan rasa gugup.
'Kenapa mereka natapnya begitu? Padahal aku ini juga penumpang sa