Di sepanjang jalan menuju perpustakaan. Allana tidak berhenti berfikir tentang tulisan semalam. Allana tidak tahu dan tidak paham siapa orang yang dimaksud pandai dalam bersandiwara. Dia sekarang tak bisa menduga untuk siapa kata itu ditujukan, Allana tidak mau berprasangka seperti dulu, saat dia curiga terhadap Tania dan Devan.
Kini, Allana telah berdiri di antara rak buku. Niat sesungguhnya dia datang kemari ialah untuk menenangkan diri. Memikirkan solusi untuk segera melunasi tunggakan uang bulanan sekolahnya. Allana harus secepatnya mulai mencari pekerjaan, dia harus berjuang demi membiayai hidupnya sendiri. Allana termangu seraya menatap deretan buku di hadapannya.
"Serius mau belajar di sini?" Allana mendengar suara itu tepat di depan pintu perpustakaan, Allana kenal siapa pemilik