Elenio tengah belajar, pulpen yang dia genggam di jarinya terayun menorehkan goresan tinta hitam membentuk sebuah huruf berupa rumus fisika. Kala seluruh fokusnya tertuju guna memecahkan soal yang tertera, sebuah getaran terasa dari ponsel yang berada tak jauh dari bukunya.
Menoleh serta berfikir, perlukah dia membuka ponsel di tengah jam belajarnya? Elenio tidak ingin itu mengganggu konsentrasinya. Tapi jika dipikir lagi, siapa tahu penting. Elenio lantas membuka ponsel berwarna hitam itu.
[Jika kamu tidak menelusuri penyebab kematian Razella, kamu akan menyesal selamanya!]
Pupil mata Elenio membesar diiringi kerutan dalam pada bagian dahinya kala membaca sebuah pesan peringatan ini. Jarinya bergerak menekan tombol panggil, pada nomor yang tidak dia ketahui.
"Sial!" umpat Elenio seba