Tidak tanggung-tanggung Devinka menyambangi kantor Dimas. Dengan raut wajah yang menyiratkan amarah, Devinka melangkah lugas masuk dalam kantor.
"Bu Devinka, ada yang bisa saya bantu?" tanya karyawati ramah.
"Saya mau bertemu Dimas, dia ada?" tanya Devinka tidak sabar.
"Pak Dimas ada, tapi beliau sedang rapat," tuturnya.
"Kalau Hanna?" tanya Devinka menaikan sebelah alisnya.
"Bu Hanna juga masih rapat bersama Pak Dimas," jelas karyawati itu pelan.
"Saya mau bertemu mereka sekarang!" tekan Devinka.
"Tidak bisa Bu, kalau Ibu tetap ingin bertemu Pak Dimas dan Bu Hanna lebih baik tunggu sampai rapatnya selesai," paparnya.
"Kamu pikir saya tidak punya kesibukan lain?"
"Maaf tapi untuk saat ini beliau tidak dapat diganggu," jelas karyawati itu berharap jika Devinka mau mengerti.
"Say