Allana kini duduk berhadapan di ruang Pak Yuda. Allana menunduk pasrah jika dirinya akan diberhentikan dari pekerjaan ini.
Terdengar helaan napas berat keluar dari mulut Yuda. "Keputusan yang sulit untuk saya ambil Allana, saya percaya kamu tidak berbuat begitu, tapi ancaman dari orang tadi membuat saya terpaksa mengorbankan kamu," kata Yuda.
"Saya memahami apa yang Bapak rasakan, Bapak percaya dengan saya saja, saya sangat bersyukur. Daripada harus mengorbankan banyak orang lebih baik saya yang pergi. Berulang kali Sasha memang mau menjatuhkan saya, bukan hanya kali ini," ungkap Allana.
"Kenapa dia melakukan itu Allana?" tanya Yuda bingung.
Kedua netra Allana berkedip sayu.
"Sejujurnya saya tidak pernah mencari masalah dengan dia, tapi entah kenapa Sasha selalu membenci saya," teran