"Jadi gimana? Kalian mau gak?" tanya Justin kepada keempat sahabat yang ada di hadapannya.
"Gue gak mau! Baru aja tadi diberitain ditemukan mayat pasangan yang baru nikah di villa itu." ujar Sinta tak setuju.
"Ayolah Sin pasti seru disana. Katanya pemandangan di villa itu keren banget lho." bujuk Justin pada Sinta.
"Gak! Gue gak mau pulang dari sana kita semua kena bahaya." ujar Sinta yang masih belum setuju.
Justin tidak patah semangat untuk membujuk Sinta. "Ayolah Sin, masa sama hantu aja lo takut. Yang ada disana kalo hantunya muncul keduluan takut liat muka lo."
"Kalo gue setuju kita liburan di vila itu. Kali aja kita bisa liat adegan malam pertama hantu yang kemarin meninggal. Kan kemaren belum selesai acaranya." ujar Jason lalu tertawa kencang.
"Gila otak lo masih m***m aja. Kapan insafnya tuh otak?" tanya Celsie sambil menggelengkan kepala karna sifat m***m Jason itu.
"Mungkin lebaran monyet nanti." jawab Jason sambil terkekeh.
"Kalo lo Kev? Lo pasti setuju kan?" tanya Justin pada Kevin.
"Gue setuju aja." jawab Kevin singkat.
"Kalo lo Cel? Lo pasti setuju kan? Masa lo takut sama hantu yang ada disana, lo kan suka nonton film horor?" tanya Justin pada Celsie.
Celsie menganggukkan kepala tanda setuju. "Gue setuju kok. Mumpung liburan ini keluarga gue gak keluar negeri." ujar Celsie.
"Nah semua pada setuju tinggal lo Sin. Ayolah nanti gue traktir lo makan di kafe ternama kota ini deh." bujuk Justin.
"Gak!" balas Sinta singkat.
"Kalo baju yang ada di butik ternama kota ini gimana?" ujar Justin dan dibalas senyuman dari bibir Sinta.
"Oke." balas Sinta dengan senyum yang mengembang.
"Kalo disuap aja baru mau. Dasar calon koruptor." ujar batin Justin.
Mereka semua setuju akan berlibur di vila. Berkat rencana dari Justin mereka akan berlibur di Villa Burley tempat dimana dia berada.
❌❌❌
Hari ini adalah hari pengambilan hasil belajar mengajar para siswa SMA Nusa Indah. Yang berarti liburan akan menanti mereka.
"Horeee!!! Akhirnya libur juga gue dari tugas-tugas terkutuk itu." ujar Celsie gembira.
Semua memang sangat menanti-nantikan liburan kali ini. Karna liburan kali ini cukup lama yaitu 30 hari atau sebulan penuh.
"Akhirnya otak gue bisa refresing juga." ujar Justin.
"Akhirnya gue bisa nonton drama korea sampai pagi." ujar Sinta.
"Akhirnya gue bisa beli kaset-kaset itu dan nonton sepuasnya." ujar Jason.
"Kaset-kaset itu apaan?" tanya Sinta bingung dengan ucapan Jason tadi.
"Lo gak boleh tau karna lo masih anak kecil." balas Jason pada Sinta. Yang Sinta lakukan hanya mendengus kesal.
"Inget minggu kedua, kita pergi ke Vila itu. Jadi minggu pertama ini terserah kalian mau ngapain aja. BEBAS!" ujar Justin mengingatkan.
Semuanya mengangguk paham.
Sinta yang sudah muak dengan pembicaraan para penjahat kelamin itu memilih menarik Celsie untuk pergi.
"Gue ikut nonton ya bro. Awas aja kalo lo gak ngajak-ngajak." ujar Justin.
"Anak kecil gak boleh nonton gituan." balas Jason sambil terkikik.
Kevin yang menyaksikan percakapan sahabatnya itu hanya bisa menggelengkan kepala. Memang daritadi Kevin hanya melihat tanpa mau membuka suara. Karna dia tipe orang yang tidak suka bicara banyak.
Sedangkan Jason dan Justin adalah orang yang tidak bisa diam walau satu detik dan otak m***m yang dimiliki.
"Kalian gak laper?" tanya Sinta pada ketiga cowok dihadapannya.
Sinta dan Celsie telah kembali dari kantin dan membawa sekantong plastik hitam ditangan Celsie.
"Gak. " jawab Kevin dengan wajah datar yang sudah menjadi ciri khasnya.
"Cepet bener kalian kekantin dan makasih gue gak laper." balas Justin yang sedang sibuk dengan benda persegi panjang yaitu hp.
"Gue laper tapi-" ucapan Jason terpotong karna Celsie yang menyambungnya.
"Gak punya duit. Dasar Missqueen!" sambung Celsie dan dibalas cengiran kuda dari Jason.
"Nah itu lo tau." ujar Jason.
"Nih buat lo. Beruntung kantin tadi sepi jadi gue sama Sinta beliin buat lo, makanya kita baliknya cepet." ujar Celsie sambil memberi sebungkus plastik hitam kepada Jason.
"Makasih banyak Celsie sayang. Tapi tumben banget lo baik sama gue." ujar Jason yang masih tak percaya pada Celsie.
"Udah lo makan aja. Gue tadi emang beli lebih buat lo" ujar Sinta yang sedang menahan tawanya.
"Kalo gitu gue sama Sinta mau kekelas nyarik nyokap udah dateng apa belum." ujar Celsie langsung menarik Sinta kekelas.
Sedangkan Jason sedang tersenyum lebar karna mendapatkan makanan gratis. Jason lalu pelan-pelan membuka kantong plastik hitam itu dan-
"Aaaaa! s****n LO CELSIE!!!" teriak Jason melengking.
"Hahahahahaha rasain lo. Makan tuh tikus mainan" tawa Celsie dan Sinta langsung meledak.
"Sabar ya Jason ku sayang. Gue turut bersuka cita terhadap apa yang telah menimpa lo." ujar Justin dengan wajah sedih kepada Jason.
"s****n lo. Kalo gue gak pobia sama tikus udah gue rusakin tuh mainan." balas Jason kesal.
"Lagian aneh, pobia kok sama tikus." tiba-tiba Kevin mengucapkan kata yang singkat namun kena di relung hati paling dalam Jason.
Poor Jason