"Lo gak bosen yah Kev baca buku mulu?" tanya Sinta yang sedikit geram melihat Kevin dengan buku bacaannya itu.
"Gak." balas Kevin singkat jelas padat dengan muka datarnya.
"Kayak lo gak tau Kevin aja. Dia kan kutu buku." sahut Celsie.
"Eh geseran dong Jus, gue sempit nih." kata Sinta yang pahanya udah menjadi bantal kepala Justin.
"Gue lelah Sin mau istirahat, lo diem aja deh." balas Justin.
"Bangke lo Jus nanti kram paha seksi gue anjir." kesal Sinta namun Justin bodo amat dan tetap tidur.
"Eh yang belakang diem napa sih, gue butuh konsentra-"
Skittt!
Belum selesai Jason berbicara tiba-tiba ia mengerem mendadak dan membuat semua kaget dan langsung bertanya.
"Kenapa Jas? Mobil nya mogok?" tanya Justin yang langsung bangun karena kepalanya kejedot kursi mobil.
"Lo kenapa ngerem mendadak gitu Jas?" tanya Sinta yang juga terkejut.
"Ada apa Jas?" tanya Kevin singkat.
"Lo mau bunuh gue curut? Lo udah gak sayang sama gue?" tanya Celsie terakhir dan sontak semua menoleh kearah Celsie.
"Kenapa?" tanya Celsie keheranan ketika semua melihat kearahnya.
"Gue nabrak orang." jawab Jason lalu langsung keluar dari mobil untuk mengecek.
Semua masih terdiam dengan jawaban Jason tadi dan akhirnya ada seseorang yang berteriak. Dan orang itu adalah Celsie.
"Aaaaaaaaaaaa!" teriak Celsie.
Sedangkan Jason mengecek keadaan seseorang yang ditabraknya tadi. Ia mengecek di bawah mobil, samping kiri dan kanan mobil, dan terakhir di belakang mobil. Namun tidak ada korban ataupun seseorang yang ditabrak.
Jason kebingungan menggaruk tekuknya yang tidak gatal. Tiba-tiba ada tangan yang memegang pundaknya. Sontak Jason langsung berbalik dan-
"Kalian mau kemana?" tanya nenek-nenek yang sudah tua.
Jason hampir saja mau berteriak namun masih tertahan.
"Kita mau liburan ke Villa Burley Detuxe nek." jawab Jason sopan.
Nenek itu tidak bersuara lagi. Jason yang sedikit takut karena penampilan nenek tua itu mirip dengan pemeran film horor nenek gayung.
"Nenek orang yang tadi saya tabrak?" tanya Jason pelan-pelan dan dijawab gelengan kepala oleh nenek itu.
Tin Tin Tin...
"Woy Jason gimana kondisi orang yang lo tabrak?" teriak Justin dari jendela mobil.
"Gak ada apa-apa. Tapi-" balas Jason lalu berbalik menghadap nenek tua tadi. Namun nenek itu sudah tidak ada.
Jason merinding dan langsung masuk ke dalam mobil. Dengan wajah yang sedikit ketakutan.
"Lo kenapa Jas? Terus orang yang lo tabrak mana?" tanya Sinta langsung ketika Jason masuk kedalam mobil.
"Gue gak nabrak apa-apa." jawab Jason.
"Lho bukan katanya lo nabrak orang?" tanya Celsie dengan kerutan di dahinya.
"Tapi pas gue cek gak ada siapa-siapa." balas Jason sambil menatap ke depan.
"Aneh banget sih." ujar Justin.
"Tapi tadi gue bicara sama nenek-nenek tua yang misterius gitu." jawab Jason lalu perlahan kembali menjalankan mobilnya.
"Nenek tua?" tanya Kevin yang kebingungan.
"Iya. Dan nenek itu mirip banget sama nenek tua pemeran film nenek gayung. Tadi gue sempet ngobrol dan tiba-tiba nenek itu hilang gitu aja pas gue mau nanya lagi." jelas Jason.
"Udah tenang aja. Gak ada korban yang lo tabrak kan?" tanya Justin dan dijawab gelengan kepala oleh Jason.
"Nah kalo gitu biarin aja. Kita mau liburan bukan mau ngebahas nenek-nenek tua yang gak jelas." ujar Justin dengan santainya.
"Kok gue jadi kepikiran sama mimpi gue yang waktu itu yah? Atau jangan-jangan ada kaitannya lagi. Tapi... Ah bodo amat deh" ujar batin Sinta.
Celsie yang terlihat sudah menguap memiringkan kepalanya menghadap ke luar jendela dan-
"Aaaaaaaaaaa!" teriak Celsie tiba-tiba.
"Lo kenapa Cel? Jangan suka ngagetin deh. " ujar Sinta langsung. Ia juga merasa ketakutan sekarang.
"G-u-e li-at ada perempuan di seberang jalan sana. Tapi pakaiannya penuh sama darah." balas Celsie terbata-bata karna ketakutan.
"Mungkin itu imajinasi lo aja. Lo kan sering nonton film horor." ujar Justin yang masih santai dan tenang.
"Tapi serem tau, mukanya pucet banget." ujar Celsie.
"Udah lo tidur lagi aja." suruh Kevin dan Celsie menurut.
Celsie memiringkan kembali kepalanya dan menutup rapat-rapat mata tak butuh waktu lama Celsie sudah terlelap.
"Pasti dia bakal muncul lagi." ujar batin seseorang.
Mereka lalu kembali melanjutkan perjalanan menuju villa itu. Awal perjalanan mereka...