Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dan menegangkan akhirnya mereka sampai di tempat tujuan dengan selamat sentosa.
"Akhirnya sampai juga." ujar Justin lega.
Mereka semua lalu bejalan ke Villa itu sambil melihat-lihat indahnya pemandangan di villa itu. Tiba-tiba muncul sosok nenek-nenek tua di belakang mereka.
"Kalian mau kemana?" tanya nenek itu.
Semua terlonjak kaget lalu mereka membalikkan badan menghadap sumber suara. Celsie yang spontan berteriak langsung ditutup mulutnya oleh Sinta.
"Lho bukannya itu nenek yang gue temuin tadi ya? Nyeremin nih nenek tua." ujar batin Jason.
"Kita mau nginap di villa ini nek." jawab Justin sopan.
"Lebih baik kalian pulang. Villa ini tidak diperbolehkan lagi untuk di sewa." ujar nenek tua itu.
"Tapi nek kita mau liburan di villa ini. Lagipula kita udah bayar kok, masa harus di sia-siain gitu aja." ucap Celsie.
"Tidak boleh!" balas nenek itu masih tidak membolehkan mereka menginap disana.
"Jadi bener kalo villa ini ada hantunya." celetuk Celsie dan langsung mendapat tatapan tajam dari teman-temannya.
Sedangkan nenek itu hanya diam lalu pergi begitu saja neninggalkan kelima remaja itu.
"Elo sih, neneknya jadi marah." ujar Sinta kesal.
"Lho kok gue sih? Lagian tuh nenek mirip netizen suka ngurusin urusan orang. " ujar Celsie kesal.
"Jadi sekarang gimana? Kita mau nginep dimana?" tanya Kevin.
Villa yang besar dihadapan mereka seperti tak berpenghuni. Bukan, villa itu seperti rumah hantu.
Semua terdiam karna memikirkan dimana mereka akan menginap dan bagaimana nasip uang mereka yang telah di buang hanya demi menginap di villa ini.
Tiba-tiba ada seorang perempuan cantik mendekat ke arah mereka.
"Selamat sore. Kalian mau kemana?" tanya perempuan itu.
Mata Jason langsung berbinar-binar karena melihat perempuan cantik nan seksi di depannya.
"Kita yang pesen villa ini dan mau menginap. " jawab Jason sambil mempamerkan senyumannya.
"Oh jadi kalian mau menginap di sini?" tanya perempuan itu lalu semua mengangguk setuju.
"Perkenalkan saya Icha saya adalah pengurus villa ini." ujar perempuan itu.
Jason langsung mengulurkan tangannya kepada Santi.
"Kenalin aku Jason Andric. Kamu boleh panggil aku sayang atau bebeb gak masalah kok" ujar Jason memperkenalkan dirinya.
Plak!
Satu tamparan berhasil mandarat wajah Jason dan itu adalah tamparan dari Celsie.
"Dasar buaya buntung." cibir Celsie.
"Halah bilang aja lo cemburukan sama gue? Iya kan?" tanya Jason pada Celsie.
"Amit-amit gue cemburuan sama lo." balas Celsie.
Sedangkan yang lainnya telah berjalan menjauh dari mereka berdua yang sedang berdebat tak jelas.
"Woi buruan! Gak usah pacaran!" teriak Justin.
Jason dan Celsie lalu menyusul yang lain tapi masih dengan adu mulut di sepanjang jalan kenangan. Eh?
Setelah di tunjukan kamar masing-masing oleh Icha pengurus villa itu, mereka semua masuk ke dalam kamar untuk membersihkan badan dan istirahat.
Namun beda dengan Jason. Dia memilih untuk mendekati Icha pengurus villa itu.
"Jadi kamu udah berapa lama ngurus villa ini?" tanya Jason.
Sekarang mereka berdua ada di taman villa. Mereka sedang duduk di ayunan besi yang tersedia di taman itu. Ayunan itu ada dua namun jarak antara satu ayunan dengan satunya lumayan jauh.
"Semenjak 5 tahun yang lalu." balas Icha.
"Kamu sendirian yang ngurusin villa segede ini?" tanya Jason lagi.
"Sebenarnya berdua dengan pak Ujang. Tapi, pak Ujang sedang pulang ke kampungnya." jawab Icha.
Jason mengangguk paham lalu bertanya lagi.
"Kamu belum berkeluarga? "
"Belum. Aku belum pernah punya pacar."
"Anjir secantik gini pacar aja belum punya, apalagi laki." batin Jason.
"Kamu mau jad-"
"Woy Jason lo lagi ngapain?" teriak seseorang.
Jason menoleh dan menemukan Celsie yang sedang berjalan kearahnya. Gagal rencananya yang ingin menyatakan perasaan kepada Icha. Dasar playboy.
"Lo ngapain sih ganggu gue?" ujar Jason kesal.
"Maksud lo apaan. Ganggu lo ngelamun? Atau ganggu lo lagi mikirin utang elo?" balas Celsie.
"Lo ganggu gue lagi pedekate sama Icha." bisik Jason di telinga Celsie.
"Hah? Icha pala lo petak!!!" teriak Celsie.
"Gak pake teriak berapa sih?" balas Jason kesal.
"Icha lagi di dapur lagi buatin makan malem. Yang lo ajakin ngobrol siapa nyet?" balas Celsie.
Sontak Jason langsung menoleh ke belakangnya dan benar saja disampingnya tidak ada orang satu pun. Kosong.
"Lho? Bukannya tadi Icha ada disitu?" batin Jason.
Jason langsung mencari kemana orang yang dia ajak bicara tadi. Seingatnya dia tadi berbicara dengan Icha dan Icha pun merespon pertanyaannya. Namun sekarang? Tidak ada seorang pun.
"Lo nyari apaan?" tanya Celsie bingung melihat Jason seperti mencari-cari seseorang.
"Tapi tadi Icha ada disini. Dia duduk sama gue terus bicara sama gue." jawab Jason.
"Dasar gila. Udah ah gue mau masuk gak mau ketularan gila kayak elo." ujar Celsie berlalu pergi masuk kedalam villa.
Tiba-tiba Jason merasakan hawa dingin di sekitarnya yang mulai menusuk ke badannya. Jason langsung berlari masuk ke dalam villa karena ketakutan.
Namun, tiba-tiba...
Ayunan yang tadi diduduki oleh Jason tiba-tiba bergerak dengan sendirinya tanpa ada yang menggerakkannya. Aneh!