Kau telah menusuk hatiku
Hatiku yang menjadi rapuh dan masuk dalam rangkap penipu
Sunyi malam menikam hati yang lumpuh
Untuk selamanya.
Aku bisa gila
Gila karena cinta
Cuma satu sama orang yang ku cintai
Dan berharap seterusnya dengan kau
Yang aku sayangi.
Cinta Cuma satu
Cuma tergiur dengan omongan manisnya saja
Lalu apa di situ
Kau pengkhianat hatiku
Selama ini.
Terbayang di dalam jiwa, tawamu pernah menghiasi hari di masa lampau
Aku tersenyum
Nyaris tertawa...
Aku tertawa karena kebodohan
Nyaris tertawa...
Tertawa menghina kebodohan yang amat lekat pada Hatiku
Hatiku yang sangat kejam menghapus senyum
Hatiku yang sangat bodoh dan munafik karena berbuat
Jahat.
Tetapi kali ku anggap kau bukan cinta sejatiku
Sejak kehadiranmu kau membuatku
Jadi penipu cinta.
Jadikan aku untuk tidak mencintai orang lagi dialah menjadi penipu cinta
Cuma bisa mencuri harta dan martabat dari keluargaku ini
Merasa seperti di manfaatkan dengan pencipta
Penipuan cinta.
Penlampisan untuk di mana adanya penipuan
Tanpa ada balasan dengan menyakiti hatiku ini
Kau sudah puas hati dengan kebohongan dan kau sudah menghancurkan
Masa depanku.
Di mana hatimu ini kau iblis dan jahat selama ini
Bahkan kau telah mencuri semua harta beda dengan
Hasil jeri payah ini dan dengan
Keringatku sendiri
Untuk menabung masa depanku.
Tahta terindah membuatku menjadi depresi
Karena kehilangan segala harta benda ini tetapi aku sadar
Barang yang sudah hilang tidak bisa di permasalahkan lagi
Akan tetapi kita harus belajar dari semua kesalahan dan
Akibat aku sangat bodoh.
Kenapa aku sangat bodoh
Harus memberikan harta benda ini ke orang jahat
Lalu apa di situ
Ini sebenarnya kau yang telah
Menghancurkan masa depanku dan semua harta
Bendaku hilang seketika.
Untuk apa memberikan senyum kepada si penipu cinta itu lagi”?
Apakah aku bisa tertawa lagi setelah kau telah
Berbuat jahat ke aku
Tapi apa kau yang lakukan selama ini.
Kau jahat sekali dan berbohong kepadaku
Aku sampai nyaris mau mengakhiri hidupku ini
Pertanyaan sang matahari bagaikan aku menjadi hatimu
Yang sangat jahat.
Kenapa aku menunggu senyum manis kau itu
Dan aku hanya terdiam dalam air mata saat matahari terbenam
Dan menghina.
Waktu bergulir cepat
Detik tak sudi bergerak mundur
Enggan pulan bergerak lamban
Pagi tak mau bila dikembalikan ke malam.
Hangat matahari terbenam di waktu menjelang malam
Aku tak sanggup
Untuk memberikan kata maaf.
Begitu juga kau!
Kau tidak menyayangiku atau menggenggam tanganku untuk saat ini
Di saat hatiku sedang bersedih lalu kau tidak tenangi diriku
Cuma kau bisa musnahkan
Cintaku ini di dalam hatiku yang lagi rapuh.
Saat penyesalan itu datang,
Aku Cuma bisa menangis saja dan berkata maaf ke keluargaku
Bahwa dia telah menipuku 10 tahun lalu kau telah menghilang dariku
Akan ku tusuk kau sampai menghilang lagi
Dari nyawamu.
Aku sama sekali bukan pujangga yang pandai
Merayu laki-laki yang julukan penipu cinta, tetapi semuanya
Itu pemberian palsu ke perempuan yang lebih kaya
Aku perempuan yang sangat bodoh yang dapat
Menjulurkan penipu cinta.
Untukmu, lelaki yang pernah aku sia siakan
Aku menyesal.
Untukmu lelaki yang sudah memberikan cinta dan hati kepadaku
Yang aku gugurkan sebuah rindu tapi aku tinggal pergi
Kenangan ini.
Untukmu lelaki tersayang, aku ingin kembali kau bersikap
Baik seperti orang yang tidak jahat.
Untuk lelaki terkasih ini aku pergi dari hatimu yang sudah retak.