Aku mulai terpaku dan hatiku hampir membeku
Suara ini mendengar rayuan lelaki ini
Tuan dan puan yang tak punya malu
Memlempar cinta penuh nafsu.
Semua perempuan harus menerima bisikan lelaki ini
Kulamukan dirimu sehingga terganggu tidurku
Lalu setelah rayuan itu adalah di mana
Dia ingin menghancurkan masa depanku.
Kalau jiwa rindu, apakah aku harus memeluk
Malam sunyi?
Tapi apakah hanya hawa nafsu cinta
Karena ini namanya dilema dan ingin menguasai
Semuanya di malam pertama ini.
Tetapi hasrat yang membuatku menangis
Saat ia melakukan semua nafsu ini
Rasanya benar-benar hancur
Dia memuaskan semuanya dan musnahkan
Untuk badanku ini.
Aku tidak bisa membiarkan semua ini sebuah masalah
Semuanya di habisi dengan badan dan nafsu ini
Hasil rayuan lelaki yang tidak punya hati
Yang baik.
Bila tidak ada kata-kata nafsu
Kalau kita tidak saling mengenal yaitu seperti
Pacaran dan sudah suami-istri
Tetapi rasanya sakit sekali.
Sesakit apapun kalau lelaki itu memuaskan
Semua hatinya
Tanpa dia tidak merasa punya salah terhadap
Perempuan
Tapi kalau luka bisa sembuh untuk rasa sakit ini
Dan harus bertanggung jawab.
Kesetiaan hanyalah omong kosong
Bagaikan cinta di langit hanyalah awan gelap
Di malam hari atau turun hujan tetapi kesetiaan untuk
Perempuan tidak ada sama sekali.
Lelaki yang merayu perempuan yang paling cantik dan berpakaian
Seksi di tempat yang tidak aman.
Bisa saja depresi lagi setelah di habisi segalanya
Hanya Cuma belasan kasihan karena dia perempuan
Sederhana dan perempuan kaya.
Cinta dalam lambang kesetiaan itu hilang
Hawa nafsu cinta ini
Kasihan hati perempuan yang selalu menangis
Mungkin lelaki ini yang sudah menghamilin perempuan Ini.
Aku malu rasanya terhadap keluarga
Lalu bagaimana caranya untuk menyelesaikan masalah
Dan aku sesali karena ku sudah berbohong
Dengan keluargaku.
Kali ini mereka memaafkan tetapi bertanggung jawab
Dan tidak mengugurkan kandungan ini
Kami akan menanggung
Tanpa sosok seorang ayah.
Di hari sebelumnya...
Maaf...aku sedang berbeda sungkawa terhadap keterusteranganku
Ku tahu kau masih marah padaku saat itu.
Pemberian palsu itu terulang lagi hawa nafsu cinta
Bahwa aku ingin mencintaimu lagi dengan segala nafsuku
Tidak tahan kau cantik, kau perempuan yang sangat seksi
Itu semua omongan kosong dan merayu hatiku ini.
Segala pembicaraan inilah menjadi omong kosong
Bahwa aku mencintaimu dengan nafsuku.
Berhentilah untuk mengatakan romantis
Aku sangat bosan dengan kau merayuku
Ku pikir kau bisa apa tanpa bertanggung jawab dan
Aku ini adalah keluarga yang sangat kaya.
Haruskah ku buat tulisan dengan syair dan puisi
Aku rasa tidak bisa.
Agar ku bisa untuk menyentuh hatimu lagi
Dan katakan kepadaku...
Karena katanya puisi akan lebih Menyentuh imajimu yang terlanjur
Dewasa itu.
Aku tidak sanggup untuk berbicara akhlak,
Kesucianmu, dan bahkan kegaiban untuk
Mencintaiku dengan tulus.
Karena maharku
Cuma nafsu
Cintaku dan cintamu ini adalah nafsuku
Nafsuku menghilang cintaku pun ikut
Menghilang
Cintaku adalah anak-anak
Anak-anak mencintai kepindahan dan
Fantasi nafsu
Aku Cuma bisa mengorbankan anak ini di hatiku
Dan kau
Cuma bisa merayu perempuan lain
Untuk menahan nafsu cinta itu
Kau rindu padaku.
Tapi kau
Cuma bisa melihat ketampanan
Dan badan yang lebih bagus
Daripada pikiranmu
Seperti lelaki merayu
Dan langsung amarah
Dengan nafsu cinta
Ke perempuan.
Untuk menikmati segala nafsu
Di badan perempuan itu
Kau lelaki yang sangat jantan
Dan mata keranjang.