Andez berteriak dari luar, suaranya terdengar keras menghantam pintu. Dia sudah lama mengetuk, tetapi tidak juga dibukakan. Kesabarannya habis, kaki Andez sampai siap menghantam pintu itu.
Akhirnya, daun pintu terbuka. Quinee muncul dengan wajah lelah, rambut sedikit berantakan.
“Kenapa lama sekali?” Nada suara Andez penuh ketus. “Ngapain aja kamu di dalam?”
Quinee menunduk, suaranya pelan. “Maaf…tadi aku ketiduran.”
Andez mendengus kasar. Baginya alasan itu terdengar sepele. Dia melangkah masuk sambil menatap tajam istrinya. “Lain kali jangan bikin aku nunggu lama. Kalau suamimu pulang, pintu harus langsung dibuka. Mengerti?”
Quinee hanya mengangguk pelan, tak berani membantah.
Akhirnya kami duduk dan menenangkan diri di ruang keluarga.
Mas Andez berbeda dengan yang dulu ku kenal. Mengapa mas Andez seperti ini..?
Ucap Quinee dalam hati.
Padahal dulu, mas Andez lelaki penyayang.
Meladeni aku penuh kesabaran, cinta dan kasih sayang.
Namun, setelah mas Andez di PHK, segalanya berubah. Mas Andez jadi emosional dan kasar.
Selasa tepat tanggal lima bulan Mei tahun dua ribu dua puluh dua. Hari, bulan dan tahun yang sangat bersejarah bagi Quinee dan Andez. Karena pada tanggal ini, rumah tangga mereka diberikan ujian yang berat. Andez diberhentikan dari perusahaannya tempatnya bekerja. Dengan kata lain di PHK.
****
Di tempat lain..
Kedua orangtua Andez sangat mengharapkan cucu dari pernikahan tersebut. Maklumlah...
Andez anak tunggal di dalam keluarga inti itu.
Oleh karenanya, ayah dan ibu Andez mendesak pasangan ini agar mendapatkan buah hati.
"Quinee belum positif juga sampai sekarang" ketus ibu Andez.
"Padahal nikahnya sudah lama" tambah ayah Andez.
"Kapan kita punya cucu ?" harap ayah Andez.
Mereka berbincang duduk di teras rumah sambil menikmati udara segar.
****
Acara arisan mingguan..
Ibu Andez berkumpul dengan teman-temannya yang seangkatan dan selevel dengannya. Menunggu kocokan nama yang keluar dari sebuah gelas kaca.
Hidangan kue dan minuman tersedia di meja panjang berbentuk oval.
Di tempat tersebut, terdengar riuh dan berisik. Ramainya mengalahkan pesta bangsawan.
Selesai acara, ibu Andez meminta jemput suaminya setelah pulang kerja.
****
Andez sekian tahun bekerja di perusahaan itu dan lumayan lama juga menjabat posisi penting di tempat itu.
Setelah terkena pemutusan hubungan kerja, Andez berupaya menjalankan usaha. Impian yang didambakan suami Quinee sejak naik kedudukannya.
Biaya modal awal diperoleh dari tabungan hasil simpanannya selama bekerja. Sebelumnya, iya pun sudah berdiskusi dengan Quinee sebagai istrinya.
Quinee merasa inilah pelajaran hidup yang paling berharga dalam hidupnya. Karena bertahan dalam rumah tangga setelah suaminya di-PHK itu tidaklah mudah.
Quinee pun berdoa agar jalannya mencari rezeki dipermudah serta selalu diberikan kesehatan.
Lelaki milik Quinee yang berparas tampan dan rupawan itu dulunya romantis tetapi kini semenjak di-PHK dan buka usaha sendiri sikapnya menjadi suka menindas dan semena-mena terhadap dirinya.
Quinee berpikiran bahwa sikap mas Andez bukanlah hal negatif. Ia percaya ini hanyalah sementara.
Sekian Minggu dijalani pasangan ini.
Quinee membelikan sarapan untuk lelaki tercintanya. Uang dari usaha mas Andez.
Pria itu duduk di ruangan televisi menunggu istrinya...Quinee.
"Kenapa lama sekali !" bentak mas Andez.
"Antri mas..banyak sekali pembelinya." Quinee tersentak kaget.
Mereka pun menyantap sarapan. Mas Andez terlihat kurang menyukai menu yang disediakan. Mas Andez tiba-tiba menendang kaki istrinya.
"Makanan apa ini. Gak becus." Hina mas Andez pada istri.
Bukan hanya menendang akan tetapi suaminya meludahi muka sang istri. Quinee berharap ini hanyalah sementara. Tidak akan selamanya.
Tangisan dan hinaan menjadi teman sejati. Ia yakin kesabaran menghadapi suaminya akan berbuah manis.
Setelah santap makan, Quinee membersihkan ruangan. Lanjut mencuci piring peralatan dapur yang semalam di pakai. Baju-baju kotor menumpuk menunggu sentuhan tangan lembutnya.
Semuanya telah selesai dirapikan. Quinee beristirahat sejenak di kursi singgasananya. Berwarna marun dan bentuk elegan.
Mas Andez berkeinginan wanitanya fokus mengurus rumah tangga. Karena dulu sewaktu baru menduduki posisi tinggi mas Andez yakin kebutuhan rumah tangganya akan terpenuhi. Quinee sebagai calon istri menyepakatinya.
Namun keadaan saat ini berbanding terbalik. Tak sesuai dengan harapan.
Tepat pukul delapan mas Andez berangkat menuju sumber pendapatan. Di depan pintu, Quinee cium punggung tangan mas Andez.
"Tuhan...lancarkan usaha suamiku." Doa istri.
Kios berjualan terletak strategis di pusat kota agak jauh dari rumah tinggal. Sekitar satu jam setengah perjalanan dari kediaman kami. Tiba jam setengah sepuluh di lokasi. Andez membuka kiosnya tepat pukul sepuluh.
Usaha yang sedang ia geluti yaitu minuman es kental coklat. Ide ini di pilih karena viral di online maupun offline.
Quinee membuat menu makanan kesukaannya. Semenjak duduk di bangku SMP ia selalu minta dibuatkan oleh ibunya. Teringat pada ibunya yang selalu menemaninya dalam kondisi apapun. Namun, kenyataannya hari ini Quinee sudah tidak lagi bersamanya. Ibunya meninggal akibat serangan jantung dadakan. Sedangkan ayahnya entah kemana. Quinee ditinggalkan ayahnya sejak berumur 4 tahun. Ayahnya lebih memilih WIL-nya (wanita idaman lain) ketimbang ibunya dan Quinee. Hingga saat ini tak ada kabar berita tentang ayahnya. Quinee tak memiliki siapapun kecuali suami dan keluarganya. Sebelum di pinang mas Andez, Quinee bermukim di panti asuhan. Masa kecil Quinee kurang kasih sayang dan menyedihkan. Karenanya Quinee saat dewasa menjadi sangat mandiri dan tidak bergantung pada siapapun.
Ketika mas Andez di-PHK , Quinee berpikiran untuk kembali bekerja. Meneruskan cita-citanya yang tertunda. Akan tetapi Quinee belum berani mengungkapkan niatnya itu pada suaminya.
Jika tak diizinkan bekerja, Quinee ingin sekali berjualan online. Kemauannya ini terinspirasi dari kisah sukses ibu-ibu rumah tangga yang ditayangkan lewat iklan online di Channel YouTube.
Quinee sering menyaksikan Channel YouTube seputar kesehatan dan informasi bermutu lainnya. Dari internet ini, banyak sekali ilmu yang didapatkan. Antara lain : resep masakan, ramuan kesehatan, tutorial kecantikan dan masih banyak lagi lainnya.
****
Pagi ini, Quinee bangun dari tidurnya sekitar pukul tiga pagi lewat dua puluh dua menit.
Quinee merapikan kamar tidurnya. Beberapa menit kemudian, Quinee melangkahkan kakinya ke toilet pribadi untuk menyingkirkan keringat yang menempel di sekujur tubuh dan wajahnya.
Tak lama berselang, Quinee keluar dari kamar pribadinya menuju ruang dapur.
Quinee menyiapkan menu sarapan untuk hari ini.
Quinee menyediakan secangkir kopi hitam dan roti cokelat favorit suaminya, mas Andez. Sedangkan Quinee sarapan hanya dengan segelas air putih hangat.
Tepat pukul delapan pagi lewat dua puluh menit, Andez pergi meninggalkan kediamannya menuju kedai minuman es kental cokelat miliknya.
Tanpa berpamitan dan tiada ucapan, mas Andez pergi keluar dari rumah.
****