Andez telah membuka kiosnya. Lahannya tak terlalu luas akan tetapi nyaman untuk ditempati. Lapak di sewa pertahun oleh Andez dengan harga dua puluh delapan juta lima ratus ribu rupiah. Semula harga tiga puluh juta rupiah di negosiasi Andez menjadi dua puluh delapan juta lima ratus ribu rupiah. Uang tersebut belum termasuk listrik dan air.
Minuman yang di jual Andez tak menguras kantong. Esnya di bandrol hanya delapan ribu untuk cup kecil dan lima belas ribu gelas plastik besar. Tak menunggu lama setelah lapak buka, pembeli berdatangan. Ada sekitar tiga orang antri di booth-nya. Mereka dilayani langsung oleh Andez.
Pembeli pertama :
"Pagi kakak...es kental coklatnya order berapa cup...?" tanya penjual.
"Order dua cup besar kakak." jawab pembeli.
Selesai meracik es kental coklatnya, Andez membungkus minuman dengan kantong kresek putih. Lalu menyerahkannya pada pembeli.
Pembeli kedua :
"Es kental coklatnya tiga cup kecil ya kak.." ucap pembeli.
"Totalnya berapa kak..?" tanya pembeli
"Dua puluh empat ribu kak.." jawab penjual.
Andez masukkan tiga cup es kental coklat pakai kresek kemudian memberikannya pada pembeli.
"Terima kasih kak.." tambah pembeli.
Pembeli ketiga :
"Esnya berapa gelas kak..?" tanya penjual.
"Tiga gelas ya kak.." jawab pembeli.
Pembeli itu dilayani dan selesai.
Jika belum ada pembeli, Andez membaca surat kabar atau majalah bisnis. Selain itu, dia pun searching internet untuk perkembangan usahanya. Semoga hari ini berjalan lancar. Andez merapikan peralatan usahanya sambil menghitung penghasilan yang didapatkan dari mulai buka sampai tutup kios. Pemasukannya di catat dalam aplikasi pembukuan. Lapaknya tutup pada jam dua puluh dua titik nol nol waktu indonesia barat.
****
Di rumah
Quinee setelah menjalani rutinitas sehari-hari sebagai ibu rumah tangga, dia scroll layar hp hingga tertidur. Mungkin ini akibat kelelahan atau memang matanya telah lima watt. Hanya Tuhanlah yang tahu segalanya.
Tak sadarkan diri ketika tertidur.
Ketika terbangun, dia kepikiran dan mengkhawatirkan suaminya.
"Tut...Tut...Tut...halo mas Andez." ucap Quinee.
"Untuk apa kamu telepon saya !" ketus mas Andez.
( Bagi Andez, istrinya tak berguna )
"Mas Andez kenapa yaa..?"
"Kok terima telepon dari istrinya sendiri sepertinya tak senang. Quinee menyingkirkan semua hal negatif di hatinya. " Mas Andez sedang capek kali yaa." pikir Quinee.
Quinee melanjutkan scroll layar hp.
****
Ibu kandung Andez dan ayahnya selalu menyempatkan olahraga pagi. Mereka melakukan aktivitas ini tiga kali seminggu. Pantas saja Rosianne, ibu kandung Andez berbadan tegar dan bugar. Tak kalah dengan Rosianne, ayah kandung Andez pun terlihat demikian.
Setelah berolahraga, orangtua Andez berbelanja keperluan dapur. Mobil sedan antik melaju ke arah pasar tradisional. Sebenarnya, Rosianne lebih suka mengunjungi mall daripada pasar tradisional. Akan tetapi, untuk membeli sayuran, bumbu dapur, dan lain-lain senang di pasar. Tidak lama kemudian sampai tujuan. Rosianne dan suami memilih beberapa sayur-mayur, ikan, ayam, bumbu dapur dan buah-buahan. Ayah dan ibu Andez berencana berkunjung ke rumah Andez dan Quinee.
****
Quinee memandangi jam yang terpasang di dinding orange. Jarum pendek mengarah pada angka 10 dan panjangnya mengacu ke bilangan 7. Sebentar lagi jam sepuluh malam, mas Andez akan segera pulang. Quinee menyiapkan menu makan malam untuk suaminya. Perempuan cantik itu lekas menyalakan kompor untuk menghangatkan masakan malam ini.
****
Di lapak berjualan mas Andez
Tepat pukul sepuluh malam..Andez menutup kios esnya. Lelaki tinggi itu menghitung total cup es besar dan kecil yang terjual. Lalu mencatatnya dalam aplikasi pembukuan. Terdengar bunyi hp berdering.
"Halo bu.." jawab Andez di telepon.
"Nak, besok ayah dan ibu main ke rumahmu."
ucap ibu Andez.
"Baik bu, Andez tunggu di rumah." kata Andez.
Sekian lama bertelepon dengan ibunda tercinta, tak terasa malam semakin larut. Ibu Andez mengakhiri percakapan melalui gawainya itu.
Andez bergegas mengunci lapaknya dan pergi menuju rumah tinggal.
****
Andez sampai di rumah
Makanan telah disiapkan dan dihangatkan. Andez menyantap makan malamnya. Quinee tidak ikut makan malam karena takut tubuh langsing dan rampingnya berubah. Menurut para dokter, makan malam dapat mengakibatkan : timbul masalah pencernaan, mengganggu waktu tidur dan meningkatkan berat badan. Alasan itulah yang membuat Quinee enggan makan malam. Quinee mendapatkan informasi itu dari internet
( YouTube ) tentang kesehatan.
Saat sedang menikmati makanannya, Andez marah. Lantaran Quinee meminta uang untuk membeli kebutuhan dapur. Mas Andez hilang selera makan. Quinee terpaksa meminta uang sebab persediaan bahan makanan telah habis. Quinee tak tahu lagi harus mohon bantuan pada siapa.
Andez tega mendorong tubuh Quinee hingga jatuh tersungkur ke lantai. Rambut panjangnya yang tergerai hitam di jambak hingga Quinee menjerit kesakitan.
Setelah kejadian itu, Andez meminta maaf. Quinee pun memaafkannya. Lelaki yang dicintainya itu pergi menuju kamar tidur.
Quinee merapikan meja yang berantakan. Badannya lemah lunglai langsung berbaring di ranjang kamar.
Tak lama berselang, matanya terpejam.
****
Keesokkan pagi
Rumah mereka kedatangan orangtua Andez. Ayah dan ibu Andez membawa kue khas Italia yaitu tiramisu. Cake favorit anak tunggal kesayangan Rosianne.
Quinee duduk di sebelah pria yang dicintainya. Rosianne terlihat cantik memakai baju branded luar negeri berwarna hijau pupus dengan kulot hitam. Sedangkan ayahnya pakai kaos senada dengan bawahan hitam andalannya.
Pernikahan Quinee dan Andez telah berjalan hampir sebelas tahun. Namun, belum muncul tanda-tanda kehamilan. Keluarga ini butuh penerus. Rosianne dan Andreas ayah Andez sangat merindukan kehadiran buah cinta dari hasil perkawinan anak dan menantunya itu.
Mertua Quinee sebenarnya tidak menyetujui hubungan menantu dan anak lelakinya tersebut. Tetapi karena Andez kekeh dan meyakinkan kedua orangtuanya bahwa Quinee yang terbaik untuknya, makanya Rosianne dan Andreas menyetujuinya. Akhirnya mereka pun bersatu dalam ikatan suci pernikahan.
Menjelang sore, orangtua Andez berpamitan pulang.
****
Setelah mertuanya balik ke rumahnya,,,
Mas Andez tiba-tiba merangkul pundakku.
Bibirnya bisikkan kata-kata yang mengartikan ingin berset***h Dugaanku benar, lelaki bertubuh tegap itu menarik tanganku.
Quinee dan Andez kini berada dalam kamar pribadi mereka.
"Buka bajumu. Cepat!" bentak Andez.
Quinee diam saja tak berkutik.
"Cepat buka!" teriak Andez.
Karena Quinee takut, akhirnya Quinee menuruti perintahnya. Quinee begitu lama memenuhi permintaan suaminya, Andez memaksa Quinee untuk membuka bajunya hingga kain yang menempel di tubuh Quinee robek tak tersisa.
Mas Andez c***u Quinee. Saat ini mereka telah tel****ng bu**t. Bibir mereka saling bersen****n. Tangan suaminya meraba ke buah d**a dan selanjutnya salah satu jari dimasukkan ke wilayah pegunungan Himalaya. Mulut pria itu cium bagian leher.
Andez memasukkan al*t Kel***n secara perlahan. Selesai h******n, suami dan istri itu berpelukan hingga akhirnya malam pun menyapa.
Tidak puas dengan s**s sore tadi...mereka pun melakukannya lagi di malam ini.
****
Andez memiliki kakek yang bernama Surya. Kini pria berambut putih itu tengah berada di pemukiman orangtua Andez.
Surya merupakan ayah dari Rosianne. Keluarga kakek Surya termasuk orang terpandang.
****