Quinee bingung, apa yang sedang terjadi dengan mas Andez. Apapun yang terjadi semoga Andez tulus menyayangi Quinee.
****
Kakek Surya menginap di kediaman Rosianne. Ibu kandung Andez anak pertama dari dua bersaudara. Kakek Surya memiliki keturunan semuanya perempuan. Saudari Rosianne memberinya satu cucu perempuan tunggal dan telah memberinya cicit perempuan. Dia ingin mendapat cicit laki-laki dari cucunya yang bernama Andez. Semoga saja Andez bisa mewujudkan mimpi kakeknya.
****
Sinar matahari begitu panas. Begitupun hati mas Andez sekarang ini. Mas Andez pikirannya kacau balau dikarenakan omset penjualan minuman es kental coklat menurun.
Mas Andez selalu membentak Quinee bukan hanya saat berdua tetapi juga di depan umum.
Tiada lagi kehangatan seperti dulu. Mas Andez sekarang gampang terbakar emosi.
****
Quinee menyiapkan segala kebutuhan suaminya. Mas Andez membuka lapak jualannya agak siang.
Mas Andez duduk membaca koran sambil menyeruput kopi hitam.
Tepat pukul sepuluh lebih dua puluh menit Andez melangkahkan kaki keluar rumah untuk menjemput si cuan. Suami pergi tanpa berpamitan dengan sang istri.
Menurut Quinee cinta itu seharusnya saling memahami, saling mengerti satu sama lain dan saling menguatkan. Namun, apa yang Quinee dapatkan saat ini tak seperti itu. Siang ini mentari begitu terik, momen ini paling pas untuk menjemur pakaian. Quinee segera menggerakkan tangan halusnya untuk menggilas baju-baju yang kotor. Setelah mencuci baju, rencananya Quinee akan bertemu sahabat baiknya yang bernama Sandriva. Sandriva adalah teman satu SMA Quinee.
****
Pukul dua siang lewat lima belas menit Quinee dan sandriva bertemu di salah satu pusat perbelanjaan modern. Mereka begitu ceria dan antusias. Kemudian mereka ngobrol tentang kehidupan pribadi masing-masing. Quinee tak menceritakan masalah rumah tangganya pada temannya itu.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, Quinee dan Sandriva harus kembali ke rumah.
****
Jam lima sore lebih sepuluh menit Quinee sampai di rumah. Quinee lekas menyiapkan menu untuk makan malam. Selesai memasak, Quinee menonton YouTube seputar kesehatan. Internet bukan sekedar hiburan tapi juga untuk menambah pengetahuan.
****
Andez di kiosnya menunggu para pelanggan. Beberapa menit kemudian, pembeli berdatangan. Beberapa pelanggan tengah mengantri.
Pembeli pertama :
"Kak es kental coklatnya dua cup besar ya.." ucap pembeli.
"Ok kak..tunggu yaa..." jawab penjual.
Andez melayani pembeli dengan tangkas. Es yang di buat segera di bungkus dan diserahkan pada pembeli.
"Terima kasih kak.." ucap pembeli.
Setelah menerima pesanannya pembeli pun pergi.
Pembeli kedua :
"Esnya berapa kak..?" tanya penjual.
"Dua cup kecil. Berapa kak..?" tanya pembeli.
"Enam belas ribu kak. Per cup delapan ribu kalau yang kecil." Jawab penjual.
Setelah selesai, para pelanggan berlalu dari kiosnya.
Malam telah hadir, saat ini pukul delapan lebih dua puluh menit. Sambil menunggu para penggemar es kental coklat, Andez dalam kiosnya membaca surat kabar yang terbit hari ini. Jam dua puluh tiga lewat empat puluh menit Andez menutup lapaknya. Andez bergegas untuk pulang.
****
Quinee tertidur pulas di kamar pribadinya. Andez mengetuk pintu rumah berkali-kali pun tak terdengar olehnya. Sehingga membuat suami gagahnya itu marah.
"Dasar wanita pembawa s**l." umpat Andez.
"Tokk...tokk..tokk..Buka pintunya !" teriak Andez.
Tak lama kemudian, pintu rumah dibukakan oleh Quinee.
"Mas sudah pulang.." sambut Quinee sambil mengumbar senyum manisnya.
Mas Andez bermuka masam, dia langsung masuk ke dalam rumah tanpa sepatah kata. Mas Andez tidak berselera makan, dikarenakan menu yang tersedia bukan levelnya.
"Quinee..! Quinee..!" teriak Andez.
"Iya mas..ada apa..?" sahut Quinee.
Andez memarahi Quinee dengan nada keras. Andez menganggap Quinee tak membawa keberuntungan baginya. Karena sejak menikah dengan Quinee, Andez di PHK dan sekarang Andez mencoba usaha pun tak ada perkembangan.
Di ruangan yang tak terlalu besar, Quinee mencurahkan seluruh isi kalbunya dengan air mata. Bagaimana Quinee mau memasak makanan sesuai selera mas Andez, tiap Quinee meminta uang buat kebutuhan dapur mas Andez tak memedulikannya.
****
Pernikahan Andez dan Quinee telah melewati ratusan Minggu. Namun mengapa menantunya tak kunjung berbadan dua. Segala cara telah dilakukan Rosianne agar mereka memiliki momongan. Rosianne merasa telah memberikan yang terbaik untuk anak dan menantunya itu. Rosianne berpikiran bahwa menantunya itu mandul. Apakah Andez harus menikahi wanita lain agar memiliki keturunan..?
****
Quinee pagi ini melakukan aktivitasnya seperti biasa sebagai ibu rumah tangga. Apalagi kalau bukan bersihkan perabot dapur, piring dan baju-baju yang bernoda. Quinee merupakan petugas kebersihan di rumah itu. Quinee harus andalkan siapa lagi kalau bukan dirinya sendiri.
Sedangkan Andez bersiap berangkat menuju lapak minuman es kental coklat miliknya.
****
Di siang yang cerah, Rosianne bertemu teman baiknya. Ibu Tania namanya. Ibu Tania menjodohkan anak perempuannya yang bernama Rasiva dengan Andez. Ibu Rosianne pernah bercerita padanya, bahwa menantunya belum juga mengandung. Di sisi lain, ia ingin besanan dengan Rosianne dikarenakan temannya itu dari keluarga terpandang. Rosianne tak bisa memutuskan hal ini, karena Rosianne sangat menghargai anaknya. Sebelum berpamitan, Rosianne meminta foto Rasiva untuk ditunjukkan pada anaknya. Setelah itu, Rosianne berlalu meninggalkan mereka.
****
Di lapak minuman es kental coklat
Andez duduk di lapak miliknya. Surat kabar dan majalah bisnis tak pernah absen dalam penglihatannya. Tak lama kemudian, para pelanggan es kental coklat datang.
Pembeli pertama
"Es coklatnya tiga cup kecil kak.." ucap pembeli.
"Ok kak...tunggu ya.." sahut penjual.
Pembeli kedua
"Es coklat dua cup besar kak.." ucap pembeli
"Ok kak.." sahut penjual.
Setelah para pelanggan beli es kental coklat, mereka berlalu pergi.
Andez berencana membuka kiosnya selama 24 jam. Tujuannya untuk meningkatkan omset penjualan minuman es kental coklat.
Hari semakin gelap. Andez membersihkan lapaknya sambil menunggu pembeli. Beberapa pembeli menghampiri.
Pembeli pertama :
"Es kental coklat satu cup besar kak.." ucap pembeli.
"Oke kakak..siappp" sahut penjual.
Pembeli kedua :
"Es kental coklat kakak...dua cup besar ya.."
ucap pembeli.
"Siap kakak.." sahut penjual.
Tak terasa malam pun tiba. Andez bersiap untuk kembali ke rumah.
****
Quinee menunggu suaminya pulang. Ia duduk di sofa kesayangannya, sambil menonton televisi acara favoritnya. Quinee tak tidur saat ini, karena ingin menyambut suami pulang.
Akhirnya mas Andez pulang.
"Tokk...tokk..tokk..buka pintu!" teriak Andez.
"Quinee! cepat buka pintu !" bentak Andez.
"Iya mas Andez..tunggu.." sahut Quinee.
Andez bergegas masuk rumah tanpa pedulikan Quinee.
Hubungan ini semakin hambar. Haruskah Quinee tetap bersabar..?
Telepon genggam Andez berbunyi. Di layar muncul nama kontak ibuku.
"Halo...Andez" sapa ibu.
"Iya bu." sahut Andez.
"Andez, besok ada waktu..?" tanya ibu.
" Ada bu." jawab Andez.
"Ibu ingin main ke rumah." ucap ibu.
"Ok..Andez tunggu di rumah ya bu." sahut Andez.
****
Sekitar pukul sembilan lewat dua puluh menit,
Andez menunggu ibunya di teras rumah. Tak lama kemudian, ibu kandung Andez muncul dari kejauhan. Ibu Rosianne duduk di ruang tamu. Quinee menyajikan minuman dan aneka cemilan. Andez dan Quinee menemani Rosianne di ruang tamu. Ibu kandung Andez sengaja memperlihatkan foto Rasiva pada Andez. Rosianne memuji kecantikan anak temannya itu di depan Quinee. Quinee berlari ke kamar dan menangis.
"Teganya kalian padaku..hiks...hiks...hiks.." tangis Quinee.
Andaikan ibunya belum meninggal, mungkin tak akan seperti ini.
"Andez ! untuk apa mempertahankan wanita yang tidak dapat memberikan keturunan." Kesal Ibu Rosianne.
"Ceraikan Quinee...lalu menikahlah dengan Rasiva." Perintah Ibu Rosianne.
"Maaf bu...Andez tak bisa ceraikan Quinee." Ucap Andez sambil meninggalkan ibunya di ruang tamu.
****