Sekian bulan dijalani, perkembangan usaha mas Andez semakin pesat. Rencana buka dua puluh empat jam berjualan minuman es kental coklat telah direalisasikan. Terbukti memajukan usaha mas Andez, hingga berjalan lancar dan sukses. Quinee turut senang melihat suaminya.
Tidak terlalu maju, tapi bisa di bilang lumayan berkembang jika dibandingkan dengan bulan kemarin.
Quinee berbincang dengan mas Andez tentang perjodohannya dengan anak teman ibunya itu. Walaupun mas Andez semena-mena dan menghinaku, tetapi ketika dikenalkan dengan perempuan lain dia menolaknya. Tanda bahwa mas Andez masih menghargai Quinee sebagai istrinya.
Malam semakin larut, mereka berdua tertidur lelap.
****
Quinee pagi ini terbangun pada jam dua pagi lebih tiga puluh menit waktu indonesia barat.
Quinee langsung bergegas mencuci piring kotor yang menumpuk di wastafel dapur. Setelah itu, ia membersihkan dirinya di kamar mandi pribadi.
Quinee menyiapkan menu untuk sarapan pagi ini. Biarpun stok menipis, Quinee mengolah makanan dengan ide kreatifnya.
Andez menyantap sarapan paginya, akan tetapi tak mau satu meja dengan Quinee. Entah kenapa mas Andez tak mau sarapan semeja dengan Quinee. Quinee pun bertanya-tanya dalam hati.
Andez menyiapkan segala sesuatu untuk keperluan berjualan. Sekitar pukul sembilan lebih lima belas menit, Andez beranjak dari rumah menuju kios minuman es kental coklat.
****
Andez telah sampai di kios usahanya. Andez duduk di sudut lapaknya. Andez memiliki keinginan untuk memajukan usaha es kental coklat miliknya. Tetapi belum ada ide untuk itu.
Beberapa pembeli berdatangan.
Pembeli pertama :
"Es coklatnya kak...dua cup kecil ya.." ucap pembeli.
"Ok kak. Tunggu ya.." sahut penjual.
Andez pun melayani pelanggannya dengan ramah.
Pembeli kedua :
"Kak es kental coklatnya dua cup besar ya.." ucap pembeli.
"Siapp kakak.." sahut penjual.
Setelah bertransaksi, pelanggan minuman es kental coklat pergi berlalu dari kios.
Seperti biasa, setiap pagi Andez tak pernah lupa update berita masa kini melalui surat kabar dan majalah bisnis.
****
Ibu Rosianne menghadiri acara arisan di kediaman temannya. Rosianne terlihat cantik dengan memakai blouse dipadukan dengan rok berwarna senada. Acaranya sangat meriah dan megah. Aneka makanan lengkap tersaji di atas meja. Sekian lama menunggu, tibalah acara utama yaitu mengocok nama-nama peserta arisan dalam gelas. Setelah di kocok, keluarlah satu nama dan itulah pemenangnya. Tak terasa acara pun berakhir. Satu persatu peserta arisan pun kembali ke rumah masing-masing.
****
Andez sambil menunggu kios, ia menelepon salah satu kawan terbaiknya. Tujuannya untuk mencari calon pemberi tambahan modal untuk usahanya.
Tak lama berselang, para penggemar minuman es kental coklat datang. Andez melayani pembeli dengan senang.
Pembeli pertama :
"Es kental coklatnya berapa harganya kak..?" tanya pembeli.
"Cup kecil delapan ribu...dan cup besar lima belas ribu..mau yang mana kak..?" tanya penjual.
"Cup besarnya dua ya kak...jangan terlalu manis ya kak.." pinta pembeli.
"Oke kakak. Tunggu ya." Sahut pembeli.
Pembeli kedua :
"Beli es kental coklatnya kak.." ucap pembeli.
"Berapa cup kak..?besar atau kecil..?" tanya penjual.
"Dua cup besar kak.." jawab pembeli.
Andez segera meracik minuman es kental coklatnya dalam gelas plastik dan menyerahkannya pada pembeli.
"Totalnya berapa kak..?" tanya pembeli.
"Tiga puluh ribu kak..per gelasnya lima belas ribu." jawab penjual.
Pembeli memberikan uang dan berlalu pergi.
Beberapa bulan terakhir ini omset penjualan minuman es kental coklat mengalami kenaikan. Andez bersemangat melihat perkembangan itu. Semoga usahanya ini ke depannya makin berkembang.
****
Ibu Rosianne dan kakek Surya bersantai di ruangan televisi. Kakek Surya berencana menginap di pemukiman Rosianne sekitar satu bulan. Tampaknya Kakek Surya betah tinggal di rumah anaknya yang bernama Rosianne itu.
Mereka membicarakan pernikahan Andez dan Quinee yang hingga kini belum memberinya keturunan. Rosianne bercerita pada kakek Surya tentang penolakan Andez yang dijodohkan dengan anak temannya.
"Untuk apa mempertahankan wanita mandul dan tak berguna itu !" kesal Rosianne.
"Dengan Rasiva anak temanku itu, kemungkinan kehidupan Andez akan lebih baik." Harap Rosianne.
Ibu Rosianne dan kakek Surya telah menunggu bertahun-tahun untuk memiliki keturunan dari mereka. Namun kini kesabaran Ibu Rosianne dan kakek Surya telah menipis.
****
Di kios Andez tempat berjualan, tengah antri beberapa pelanggan minuman es kental coklat.
Pembeli pertama :
"Es kental coklat kak...satu cup besar ya kak.." ucap pembeli.
"Oke kak. Tunggu ya." Sahut penjual.
Setelah selesai di racik dan di bungkus, Andez menyerahkannya pada pembeli.
"Berapa kak..?" tanya pembeli.
"Lima belas ribu kak.." jawab penjual.
Pembeli kedua :
"Es coklatnya kak...tiga cup besar ya.." pesan pembeli.
"Cup besar berapa kak..?" tanya pembeli.
"Lima belas ribu kak.." jawab penjual.
Penjual menyerahkan es kental coklatnya dalam plastik putih.
"Terima kasih kak." Ucap pembeli
"Sama-sama kak..datang lagi ya kak.." harap penjual.
Setelah selesai melakukan transaksi, para pembeli berlalu pergi dari lapak minuman es kental coklat.
Jam tangan Andez menunjukkan pukul dua puluh dua lebih lima puluh menit. Sebenarnya Andez ingin membuka kiosnya dua puluh empat jam seperti beberapa bulan yang lalu.
Namun fisiknya kini terlalu lemah akibat sering digunakan untuk begadang. Setelah di pikir, lebih baik Andez pulang untuk beristirahat.
****
Quinee niat hati memejamkan mata untuk beberapa saat, menunggu suaminya pulang. Namun pada akhirnya dia tertidur pulas. Suara ketukan pintu Andez tak dipedulikannya.
Tok tok tok tok tok
Tok tok tok tok tok
"Quinee..!! buka pintunya !" perintah Andez.
"Wanita s***..!" umpat Andez.
Setelah lama menunggu, akhirnya Quinee membukakan pintu. Andez marah kepada Quinee. Karena Andez terlalu lama menunggu di luar.
"Kamu wanita tak berguna..! harusnya dulu aku tak menikah denganmu..!"
"Wanita pembawa s**l..!"
Tangan Quinee di tarik dan dimasukkan di dalam gudang. Gudang di kunci dari luar.
Quinee tak dapat melawan karena tenaga Andez lebih kuat.
"Kamu ku hukum...karena selalu melawanku."
"Kamu tak akan ku berikan makanan dan minuman."
"Aku hanya telat membuka pintu mas...itupun karena aku ketiduran.." terang Quinee dari dalam gudang.
"Keluarkan aku dari gudang ini mas...tolong maafkan aku mas.." pinta Quinee.
Quinee menangis di keheningan malam. Berdoa pada Tuhan agar hati mas Andez diluruskan dan mau mengeluarkan aku dari gudang ini.
Banyak album foto yang tersimpan di gudang ini. Quinee mengambil album foto itu dan membuka satu persatu. Ternyata ada foto-foto masa kecil mas Andez. Foto keluarga itu terlihat kompak dan bahagia. Seandainya Quinee memiliki keluarga yang utuh seperti itu akan sangat senang. Ya sudahlah. Kenyataannya Quinee sudah tak memiliki siapapun di dunia ini terkecuali suami dan keluarganya. Namun apa daya mereka pun kelihatannya membenci diriku karena sekian lama menikah tak juga berbadan dua. Diri ini merasa wanita yang tak berguna. Seperti yang dikatakan ibu mertuaku dan juga suami Quinee.
****