Quinee beberapa hari di kurung dalam gudang. Ia hanya bisa berdoa agar selalu dalam lindungan Tuhan. Quinee pikir jika omset penjualan usahanya naik, mas Andez akan berperilaku lebih baik. Ternyata kelakuannya lebih parah dari yang Quinee kira. Sampai tega mengurung Quinee di dalam gudang.
Pukul enam lebih tiga puluh menit Andez bangkit dari tempat tidurnya. Andez ingat, semalam ia mengunci Quinee di dalam gudang.
"Rasakan akibatnya bila tak menuruti perintahnya." umpat Andez.
Saat ini perut Andez terasa lapar, ia periksa isi dalam kulkas yang ternyata kosong.
"Tak ada bahan makanan di dalam kulkas." ucap Andez.
Ia mengakui dalam hati, tak memberi uang belanja pada Quinee beberapa bulan terakhir ini. Karena Quinee sering membantahnya. Andez paling tak suka di bantah. Apalagi dengan pasangannya sendiri. Andez menutup kulkas dengan perlahan. Ia keluar membeli sarapan pagi untuk dirinya sendiri. Andez tak peduli dengan kondisi Quinee saat ini. Tak ada rasa kekhawatiran terhadap Quinee.
Selama beberapa bulan terakhir, Quinee memenuhi kebutuhannya sendiri dengan cara berjualan online. Quinee mempromosikan barang yang di jual temannya, jika ada yang membeli Quinee dapat komisi. Bukan hanya satu toko tapi beberapa toko. Tidak terlalu besar pemasukannya, tapi cukup untuk penuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Jika sesuatu di awali dengan niat baik pasti hasilnya baik. Quinee yakin itu. Semoga rezeki Quinee mengalir tiada henti.
Quinee di dalam gudang sangat berharap ada yang menyelamatkannya. Semoga Andez hatinya luluh dan mau mengeluarkannya dari dalam gudang. Quinee berharap seperti itu. Semoga saja Tuhan mendengarkan doanya ini.
****
Ibu Rosianne dan kakek Surya berencana berkunjung ke rumah Andez. Ibu Rosianne menghubungi Andez untuk menjadwalkan kunjungan ke rumahnya. Handphone Andez berdering. Di layar telepon genggamnya tertulis " ibuku " di kontaknya.
"Halo...Andez. Kakek dan ibu akan ke rumahmu. Ada di rumah kan..?" tanya sang ibu.
"Iya bu, aku ada di rumah." jawab Andez.
Kebetulan hari ini Andez ingin libur. Ia ingin beristirahat di rumah. Sementara kiosnya hari ini tutup.
Ibu Rosianne dan Kakek Surya langsung meluncur ke kediaman Andez dan Quinee. Mereka membawa kue dan camilan untuk anaknya itu. Rosianne tak rela jika Kue dan camilan yang di belinya itu masuk ke dalam mulut menantunya yang mandul itu. Walaupun hanya satu. Rosianne membelikan kue dan camilan itu hanya untuk anaknya yang bernama Andez.
****
Setelah dari luar, Andez berubah pikiran. Andez khawatir nama baiknya rusak karena peristiwa ini.
Andez pulang setelah perutnya terisi dan merasa kenyang. Ia ingat Quinee berada dalam gudang. Andez mengetuk pintu gudang tak ada jawaban. Andez merasa takut jika terjadi apa-apa dengan Quinee ia akan jadi bulan-bulanan warga sekitar dan nama baiknya pun akan hancur. Apalagi dilaporkan tetangga ke kantor polisi. Dia berusaha agar tidak ada yang mengetahui kejadian ini. Dia segera membuka pintu gudang dan mendapati Quinee pingsan. Andez memindahkan Quinee dari gudang ke kamar pribadi. Setelah Quinee sadar, ia sudah berada di kamar miliknya.
"Siapa yang memindahkan aku ke kamar..?" Quinee merasa bingung.
Di meja kamar telah tersedia makanan dan minuman.
"Apakah makanan ini untukku..?" ucap Quinee.
Quinee menyantap makanan yang telah disediakan.
Dari kejauhan Andez melihat Quinee telah sadar dari pingsannya dan menikmati makanannya.
Tak lama kemudian, Andez masuk ke dalam kamar. Andez mengancam Quinee agar dapat merahasiakan peristiwa ini pada siapapun.
****
Andez menunggu kedatangan ibunya dan kakek Surya. Andez menanti mereka di depan teras rumah.
Quinee membersihkan dan merapikan kamar dan tempat tidur.
Tak lama berselang, Ibu Rosianne dan kakek Surya datang. Mereka membawa bermacam-macam kue dan makanan. Semuanya tersusun rapi di meja ruangan tamu. Quinee membuatkan minuman untuk ibu mertuanya dan kakek Surya.
"Minuman apa ini asin sekalii ! Kamu sengaja ingin meracuni ibu mertuamu dan kakek." Sentak Rosianne pada menantunya.
"Menantu macam apa kamu !" kesal ibu mertua Quinee.
Suasana mendadak hening. Andez dan Quinee duduk bergabung bersama mereka.
"Kapan kalian akan beri cicit untuk kakek."
"Doakan secepatnya ya kek.." jawab Quinee.
Kakek Surya sudah tidak sabar ingin miliki cicit dari Andez dan Quinee.
Tak sengaja mata Quinee mengarah pada kue dan makanan di atas meja. Ibu Rosianne terlihat geram.
Sore telah hadir menyapa. Awan berangsur menjadi gelap. Mereka berpamitan kembali ke rumah.
****
Ibu Rosianne telah menginformasikan kepada ibu Tania bahwa Andez menolak perjodohan dengan Rasiva. Ibu Tania dan Rasiva merasa sakit hati. Ibu Tania berjanji akan membalaskan dendam sakit hatinya ini pada keluarga Rosianne. Terutama pada Andez dan Quinee.
****
Sandriva via telepon genggamnya, memberitahukan adanya acara reuni SMA pada Quinee. Quinee sangat senang dan tertarik pada reuni ini berharap bisa hadir pada acara tersebut. Sandriva mengatakan jika ada perkembangan tentang acara reuni, Sandriva akan memberitahunya.
****
Suatu pagi Andez bersiap berangkat menuju lapak minuman es kental coklat. Andez pergi tanpa berpamitan dengan Quinee. Ia kini menganggap remeh istrinya. Andez menganggap Quinee tak berarti dalam hidupnya.
Quinee telah menyiapkan sarapan di atas meja. Ia tahu bahwa apa yang Quinee buat tidak sesuai dengan seleranya. Mengapa mas Andez begitu banyak berubah sejak di PHK. Quinee berharap ia dapat membantu suaminya dalam keadaan sesulit apapun. Quinee selalu berdoa untuk rumah tangganya agar di beri kemudahan dan kelancaran.
****
Acara reuni SMA telah tiba
Sehari sebelum acara reuni melalui telepon genggam, Quinee dan Sandriva telah sepakat akan pergi bersama menghadiri acara tersebut.
Quinee sangat bersemangat untuk berkumpul dengan teman-teman SMA-nya. Termasuk bertemu dengan Sandriva.
Tepat pukul sembilan lebih dua puluh lima menit waktu indonesia barat, Quinee dan Sandriva bertemu di lokasi SMA mereka.
Terlihat teman-teman SMA Quinee begitu ceria dan bersemangat pada acara reuni SMA ini. Acara reuni ini di mulai pukul sebelas lebih sepuluh menit. Ada beraneka ragam acara, booth makanan dan minuman, bazar dan lain-lain pokoknya banyak banget deh...gak akan muat kalau diceritakan secara detail di sini. Reuni ini sangat ramai. Orang luar yang bukan alumni SMA ini juga boleh masuk dan meriahkan acara reuni ini. Quinee dan Sandriva kini tengah asyik ngobrol di pelataran kantin SMA. Mereka membicarakan aktivitas kehidupan sehari-hari.
Tak terasa arloji milik Quinee sudah menunjukkan jam empat lebih tiga puluh lima menit. Mereka berpisah dan kembali ke rumah masing-masing.
****
Quinee sampai di rumah
Quinee menyiapkan menu untuk makan malam. Quinee juga menyediakan makanan untuk Andez. Ia melakukan itu karena Quinee masih sebagai istri Andez yang sah.
Selesai memasak, Quinee scroll hp channel youtube untuk menambah wawasan dan sekaligus hiburan untuk dirinya.
****
Tepat pukul dua puluh tiga lebih empat puluh lima menit, Andez tiba di rumah.
Tok....tokkk...tokkk...tokkk..
Tokkk...tokk..tokkk...tokk
Quinee segera membukakan pintu rumah. Entah mengapa Andez memarahi Quinee sebegitu kerasnya.
"Buka pintu lama..!" kesal Andez.
"Dasar wanita s**l..!"
"Tak berguna..!" umpat Andez.
Sambil membanting pintu kamar.
Quinee tak mengerti. Mas Andez selalu mencari-cari kesalahannya. Meskipun begitu, Quinee tetap ingin mempertahankan rumah tangganya. Tak terasa air matanya pun jatuh.
****