"Astaga… kenapa bongkahan Gletser itu belum juga balik sampai sekarang?"
Sevda tampak mondar-mandir di kamarnya. Menunggu kepulangan Ayaz yang belum ada tanda-tanda. Sejak tiga jam yang lalu ia mengatakan akan mencari tempat servis ponselnya, sampai sekarang belum balik juga.
Sebenarnya, Sevda tidak peduli dengan pria itu. Justru lebih baik pria itu jauh-jauh darinya. Namun, karena tadi sang pemilik Villa datang dan mengatakan kalau masa sewanya sudah habis dan mereka harus membayar lagi kalau tidak mau diusir, membuat Sevda sangat kepanikan saat ini.
Dering ponsel terdengar dari arah ranjang. Sevda langsung bergerak meraih benda pipih berteknologi canggih tersebut. Melihat nama sang paman yang memanggilnya.
Sevda langsung mengangkatnya.
"Halo, Paman?"
"Halo, Sevda? Bagaimana ka