Satu Minggu setelahnya...
Pagi ini nampak cerah. Kicauan burung dan terik mentari terasa sejuk dan menenangkan.
Pagi ini pula, aku bangun dengan tersenyum. Mengetahui bahwa hatiku sudah siap untuk kembali mencintai. Yap, hari ini adalah hari pernikahanku. Hari paling sakral dan bisa jadi paling membahagiakan untuk para gadis.
Seusai mandi dan bersiap, aku langsung dirias oleh para perias handal yang sudah kusewa. Mereka memoles bedak dan perlatan kecantikan sejenisnya di wajahku, menata rambutku, merapikan gaun putihku, dan yang pasti, membuatku menjadi gadis paling cantik diantara semua orang nantinya.
Dan di sini aku sekarang, ruang rias. Aku masih menunggu perias itu memoleskan sedikit bubuk merah muda di pipiku, memoles pewarna bibir, dan menata rambutku meski aku akui sudah sa