Setelah keluar dari gedung di mana aku dan Rolfie mengucap janji suci. Kami sebagai mempelai serta semua tamu undangan turut ikut berjalan ke sebuah taman.
Ya, awalnya memang aku merencanakan pernikahan ini terlaksana di sebuah gedung, seperti pernikahan pada umumnya.
Tapi, seminggu kemarin, setelah bertemu dengan bocah kecil bernama Albert di taman penuh kisah itu, aku jadi terpikirkan akan pernikahan outdoor yang sederhana.
Dalam seminggu kemarin, aku menyuruh tukang dekor gedungku untuk menata taman itu, ayah Albert juga ikut membantu, bahkan beberapa kudapan dibuat oleh tangan Ibu Albert, sementara kakak Albert sedikit membantu sebagai pelayan untuk menjajakan minuman atau kudapan pada para tamu.
Wedding outdoor kami tidak terlalu mewah. Hanya sekedar pernikahan