“Hhh … hhh … hhh …”
Deruan napas dari Adam kini terdengar dengan jelas, karena kala itu Adam berlari dengan cukup kencang menuju arah suara dari jeritan Ingrid tadi, dan Adam yakin seratus persen jika suaranya berasal dari sisi timur di desa itu.
Adam terus melangkahkan kedua kakinya, dan ia tidak perduli dengan gelapnya jalanan pada saat itu, karena kini ia berusaha untuk memusatkan pandangannya ke arah depan.
Namun tidak jauh dari tempat Adam berlari saat ini, ia menatap Ingrid yang berjalan keluar dari sebuah bangunan dengan wajah yang pucat dan langkah yang tergesa, membuat Adam yang melihatnya kini spontan menghentikan langkah melihatnya.
“Ingrid?!” itu lah yang diucapkan oleh Adam, yang dengan segera membuat Ingrid menoleh manatap Adam, untuk kemudian segera berjalan menuju A